3

2.6K 162 30
                                        

Sebelum baca vote dulu, kalian mau cerita ini mpreg apa tiduck?

🌻

Hal yang paling menyenangkan sepulang bekerja adalah bersenang-senang. Tentu untuk melepaskan stress akibat pekerjaan.

Jaehyun tadinya akan pergi ke pub untuk sekedar minum segelas wine atau vodca. Tapi siapa yang tau nasibnya malah sial malam ini. Bukan ke pub, kini mobilnya memutar arah menuju rumah sakit terdekat.

Masih ingat dengan kelinci liar yang tiba-tiba ingin jadi simpanannya?

Setelah bocah SMA itu mengoceh jaehyun sudah berniat meninggalkannya. Pria dewasa itu masuk ke dalam mobil kemudian memberi klakson pada koleganya yaitu si pria paruh baya.

Tapi na jaemin dengan brutalnya menghentikan mobil jaehyun. Bukan dengan merentangkan tangan di depan mobil lagi. Remaja 17 tahun itu meloncat menabrakkan diri ke kap mobil.

Jaehyun jelas melotot setelah menginjak rem dalam-dalam. Bocah itu bukan stress lagi tapi tak waras.

Dan akhirnya dengan berat hati si Jung menampung kelinci liar itu di mobilnya untuk ia bawa ke rumah sakit. Karna bocah itu bilang, "dalam setiap kecelakaan pihak yang lebih besar yang akan disalahkan. Nah ini manusia vs mobil, ya jelas mobil yang salah. Ayo angkut aku paman!"

Ingin rasanya jaehyun pites pala kecil itu.

🌻

"Telpon walimu."

Sekarang na jaemin sudah selesai diperiksa. Beruntung sekali hanya ada luka lecet dan memar saja di tubuh pemuda itu. Tapi daritadi jaehyun heran karna bocah itu tidak menelpon siapa-siapa.

"Kau kan waliku om."

Jaehyun memijat pangkal hidungnya yang mendadak nyeri. "Aku bahkan tak kenal siapa kau bocah!"

"Aku na jaemin, panggil saja nana." kini jaehyun bisa melihat dua gigi kelinci bocah bernama na jaemin itu.

"Aku tidak bertanya dan tidak mau tau. Biaya rumah sakit sudah kubayar. Segera telpon ayah atau ibumu. Aku pulang."

Baru saja si Jung hendak membuka pintu tapi ia tercekat mendengar jawaban lugu si bocah. "Ayah ibuku sudah meninggal om. Harus ku telpon lewat mana? Aku tak punya nomor surga."

((Gelap banget tolongಥ_ಥ))

"Kau yatim piatu?" pintu putih itu kembali ditutup dari dalam. Jaehyun masih mematung di depan pintu memandang si bocah yang masih tersenyum di ranjang pasien.

Jaemin mengangguk kecil. "Aku tinggal di panti asuhan."

"Panti asuhan mana?"

"Ada deh~" dasar bocah, pikir jaehyun.

Kini pria dewasa itu mendekat dan duduk di kursi kecil disamping ranjang. "Jadi tujuanmu melamar menjadi simpananku itu ada kaitannya dengan panti asuhan?"

"Aku punya 27 adik, 5 teman sebaya, dan 10 kakak disana. 10 kakak ku sudah keluar dari panti asuhan. Mereka bekerja dan kadang mengirim uang. Tapi itu hanya cukup untuk makan. Adik-adikku sebagian harus menahan diri untuk sekolah."

Oke jaehyun mengerti. Bocah ini ingin menjadi simpanannya karna ingin menyekolahkan adik-adiknya di panti asuhan. Hm dermawan tapi caranya sesat sih.

"Lalu kenapa kau tidak bekerja part time untuk menyekolahkan mereka?"

"Om pikir gajih part time sebesar apa? Aku harus bekerja selama 2 tahun untuk bisa mengumpulkan uang yang cukup. Keburu shotaro jadi kakek-kakek" masuk akal sih.

LITTLE SLUT || 2JAETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang