Part 6

1K 104 0
                                        

Happy Reading, Readers! ^.^
.
.

10.00 KST.
Pemandangan di dorm Dream pagi ini adalah pemandangan yang sangat diidam-idamkan oleh semua orang tua di bumi ini.

Bagaimana tidak. Seluruh penghuni dorm sudah melakukan pekerjaan yang sudah mereka sepakati tadi malam.

Diruang tengah terlihat Haechan dan Renjun sedang membersihkan debu-debu menggunakan kemonceng. Mark sedang menyapu dari sudut pojok ruang tengah itu.

Jisung datang membawa air di ember untuk bersiap mengepel lantai. Namun ia kembali lagi ke belakang untuk mengambil alat pelnya.

Bukan Haechan namanya kalau tidak jahil. Ketika Haechan yang melihat Jisung pergi, Haechan mengangkat ember yang dibawa oleh Jisung tadi ke depan pintu luar.

Mark dan Renjun tidak menyadarinya karena sedang sibuk dengan tugas mereka. Setelah menaruh ember itu diluar, Haechan pun kembali dan melanjutkan pekerjaannya.

"Hyung, ember yang ku taruh disini tadi mana?" Jisung langsung tanya kepada ketiga hyungnya disitu sambil memasang wajah bingung.

"Ember apa? Memangnya kamu membawa ember?" tanya Mark karena Mark tidak melihat Jisung datang membawa ember saking fokusnya menyapu.

"Aku juga tidak melihatnya." lanjut Renjun. Haechan tidak menanggapi pertanyaan dari Jisung. Ia memasang wajah polos dan pura-pura tidak mendengar Jisung.

"Pasti ulah Haechan hyung kan.. Hyung mana embernya aku ingin mengepel biar cepet selesai." rengek Jisung pada Haechan.

Haechan berbalik menghadap Jisung dan berkata, "Juseyo.. dengan imut." kata Haechan. Mark dan Renjun yang mendengar perkataan Haechan langsung tertawa.

"Ahh.. hyung, kau lakukan itu lagi. Tidak, aku tidak mau." ucap Jisung sambil mendatangi Haechan.

"Hyung manaa??" tanya Jisung sekali lagi sambil menggoyang-goyangkan tubuh Haechan.

"Juseyo terlebih dahulu." ucap Haechan. "Dengan imut." lanjutnya.

Karena malas berdebat dengan Haechan yang tidak ada ujungnya, Jisung akhirnya menyerah dan mengikuti perkataan hyungnya itu. Ia juga ingin pekerjaannya cepat selesai.

"Juseyooo~" ucap Jisung sambil membuat aegyo didepan hyungnya itu.

"Aaaa kiyowo." ucap Haechan sambil mencubit gemas kedua pipi Jisung.

"Sakit hyung. Mana embernya?" tanya Jisung dengan wajah cemberut. "Ada diluar, hehehe." jawab Haechan cengengesan.

"Hyung.. kauu..." Jisung sudah tidak sanggup melanjutkan kata-katanya lagi saking kesalnya dengan hyungnya yang satu itu.

Jisung langsung pergi mengambil ember air yang Haechan taruh di luar.

Mark dan Renjun tertawa sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan dua adiknya itu.

"Kau sangat jahil Haechan-ah, kasihan Jisungie." ucap Mark. Haechan hanya tertawa puas. Jisung kembali membawa embernya dan mulai mengepel lantai.

Di dapur terlihat Chenle dan Sorae. Chenle sedang mencuci sayur-sayuran sedangkan Sorae memotongnya dan memasukkannya ke dalam panci.

Sambil diaduk-aduk, Sorae mengambil sedikit kuah dari panci itu menggunakan sendok dan mencicipi rasanya.

"Chenle-ya, coba rasain sudah pas atau belum? Kalau menurutku ini sudah pas." Sorae menyuapi Chenle karena tangan Chenle masih sibuk membersihkan sayur.

"Menurutku kurang asin dikit noona." jawabnya. "Begitu ya? Baiklah akan aku tambahkan sedikit garam lagi ya." Chenle pun mengangguk.

Disisi lain, terlihat Jeno dan Jaemin sedang menjemur seluruh pakaian penghuni dorm di halaman belakang. Satu per satu pakaian mereka gantung.

[✔] DREAMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang