Part 9

918 84 4
                                        

Happy Reading, Readers! ^.^
.
.

"Yeorobun..." teriak Kun yang baru saja keluar dari dapur melalui pintu belakang. Semua mata orang-orang yang sedang berada di lapangan bola itu pun sontak melihat Kun dari kejauhan dan menghentikan permainannya.

"Sudahan mainnya yuk, aku dan Sorae baru saja memasak ramyeon." lanjut Kun yang berhenti setengah dari perjalanannya menghampiri member yang sedang berada di lapangan bola itu.

Para member melihat Kun dari kejauhan, namun perkataan Kun tidak ditanggapi oleh mereka. Mereka kemudian melanjutkan permainannya kembali.

Kun menggeleng tidak percaya. "Yyaa.. kalian sungguh tidak mendengarkanku?" teriak Kun.

"Yang terakhir masuk dorm akan cuci piring." teriak Kun lagi dan langsung masuk ke dorm melalui pintu belakang itu. Ia sudah pasrah, terserah mereka akan masuk ke dalam dorm sekarang atau tidak.

Mendengar perkataan Kun, semua member langsung balapan lari untuk masuk ke dorm duluan.

Alhasil, yang terakhir masuk adalah Hendery. Ia sempat tersandung tiang jemuran disana yang membuatnya terjatuh dan menjadi orang yang terakhir.

Yangyang dan Chenle yang menjadi saksi jatuhnya Hendery. Bukannya langsung menghampiri Hendery dan membantunya, mereka malah menertawakan hyungnya itu.

Hendery pun bangkit sendiri. Yangyang dan Chenle pun mendatangi Hendery dan merangkulnya.

"Tidak sopankah kalian menertawakanku yang lebih tua dari kalian?" ujar Hendery dengan mimik wajah kesal. Yangyang dan Chenle masih saja tertawa.

"Hyung kiyowo." ujar Chenle sambil mengelus pundak Hendery dengan lembut.

Sorae sudah menyiapkan semuanya di ruang tengah. Saat ia sedang merapikan cemilan-cemilan yang berserakan, Kun datang dan disusul member lainnya di belakangnya.

Mereka langsung duduk mengambil posisi ternyaman masing-masing.

Haechan melihat Winwin yang mengambil tempat duduk berselahan dengan Renjun dan juga Kun pun langsung berkata, "Aku ingin duduk di samping Winwin hyung." ucapnya dengan nada imut sambil berlari kecil untuk menghampiri Winwin.

Winwin yang mendengar dan melihatnya hanya berkedik geli.

Namun saat Haechan berada di belakang Winwin, ia terdiam. Ia bingung.

Haechan melihat di sebelah kanan Winwin adalah Kun, tidak mungkin ia akan menyuruh hyungnya itu untuk pindah tempat duduk.

Kun adalah salah satu hyung tertua di NCT atau bisa dibilang sebagai sesepuh. Walaupun kadang Haechan menistakan Kun, tapi itu ia lakukan bersama member lainnya sehingga ia merasa tidak takut. Tapi kali ini ia akan berurusan dengan Kun seorang diri. Ia tak berani.

Kemudian Haechan melihat di sebelah kiri Winwin adalah Renjun. Ia juga sungguh tidak ingin berurusan dengan Renjun. Renjun dan Haechan bagaikan kucing dan tikusnya Dream.

Saat Haechan menyenggolnya sedikit, Renjun akan langsung membalas dan melahapnya habis. Ia teringat dimana saat itu Dream sedang berada di ruang tunggu setelah syuting MV Riddin.

Haechan mengganggu Renjun yang sedang bermain game. Tanpa basa basi atau kata umpatan yang keluar dari mulut Renjun, ia langsung berlari mengejar Haechan dan langsung membalas kejailan dari Haechan.

Haechan menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam. "Demi Winwin hyung, gwenchana gwenchana." ucapnya lalu membuka matanya.

Kemudian Haechan mendorong Renjun sampai Renjun terpental dan langsung duduk di sebelah Winwin.

[✔] DREAMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang