Happy Reading, Readers! ^.^
.
.
Film itu pun dimulai dengan intro yang cukup menyeramkan. Satu jam telah berlalu.
Biasanya jika nonton film horor pasti akan menunjukkan reaksi ketakutan, bukan? Seperti menutup kedua mata menggunakan bantal tetapi masih bisa mengintip, atau apapun yang menunjukkan reaksi sebagaimana orang-orang menonton film horor.
Tetapi kali ini, para penghuni dorm Dream, menonton film 'A Oldman Ghost Behind Me' berbeda dengan biasanya orang-orang.
Mereka menonton dengan mengeluarkan banyak air mata. Semuanya sedang memegang tisu untuk mengelap air mata dan sesekali untuk mengelap hingus mereka.
"Yyaayaa Jeno-ya apakah ini yang dimaksud film horor? Air mataku tidak mau berhenti." ucap Jaemin yang terus saja mengeluarkan air mata ketika menonton film itu.
"Jeno-ya bagaimana bisa kau memilih film ini? Jika menonton film ini lalu setelah itu kita tidur bukankah mata kita menjadi bengkak?" kali ini Haechan yang bersuara.
"Bukan aku saja yang memilih film ini ya, kalian juga menyetujui untuk menontonnya." jawab Jeno yang terus mengelap matanya dengan tisu.
"Apa kita sudahi saja nonton film ini, aku tidak ingin mataku bengkak besok." lanjutnya.
"Nanggung banget kalau hyung mau berhenti sekarang, tinggal setengah jam lagi filmnya akan habis." Jisung ikut bersuara, kemudian ia mengeluarkan hingus yang sudah menumpuk di hidungnya karena kebanyakan menangis.
"Yyayaa.. kalian bisa diam tidak. Aku ingin menghayahati film ini." keluh Renjun.
Semuanya pun diam, tidak ada lagi yang berbicara. Semuanya fokus menonton film itu.
Tak lama, ponsel Sorae berdering. Ada panggilan masuk. Sorae yang terlalu fokus menonton film itu sehingga ia tidak mengangkat telpon itu.
Karena merasa terganggu dengan suara nada dering dari ponsel Sorae, Chenle yang berada disamping Sorae pun menyenggol lengan Sorae.
"Noona, angkatlah telponnya." ucap Chenle. Sorae yang langsung tersadar pun langsung mengambil ponselnya. Terlihat nama 'Doyoungie Oppa' di ponselnya. Sorae langsung mengangkat telponnya.
"Oh yeoboseyo Sorae-ya? Kamu belum tidur? Aku pikir kamu mengangkat telponnya lama karena kamu sudah tidur. Apa yang sedang kau lakukan sekarang?" ucap Doyoung.
Sorae tidak menjawab, ia terlalu fokus untuk menonton filmnya karena saat ini filmnya sedang menuju bagian akhir klimaksnya.
"Yeoboseyo Sorae-ya." panggil Doyoung sekali lagi, ia mulai merasa ada yang aneh.
Bukannya menanggapi panggilan dari Doyoung, Sorae malah terdengar menangis. Isakan tangisnya semakin lama semakin terdengar sesunggukkan.
Selain itu, Doyoung juga bisa mendengar suara tangisan dari member Dream.
Doyoung yang mendengar tangisan itupun langsung khawatir. "Sorae-ya." panggil Doyoung lagi dengan suara yang lebih nyaring.
"Sorae-ya sadarlah, kenapa kau menangis? Apa yang terjadi?" ucap Doyoung dengan khawatir.
Taeil sedang membaca buku diatas kasur. Ia sedang berada dikamar bersama Doyoung.
Setelah mendengar perkataan Doyoung itu, ia pun langsung berkata, "Doyoung-ah, ada apa? Sorae kenapa menangis?" tanya Taeil dengan perasaan ikut khawatir.
"Tidak tau hyung, dia belum merespon sama sekali, hanya suara tangisan yang terdengar." jawab Doyoung, mimik wajahnya sekarang sungguh menunjukkan kekhawatiran. Ia pun mengaktifkan mode speaker pada ponselnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✔] DREAM
FanfictionCerita ini adalah jenis cerita ringan yang tidak ada konflik serius didalamnya. Ceritanya akan berfokus pada kehidupan NCT Dream di dorm yang tinggal bersama asisten manager yaitu Park So Rae. Cerita ini tidak memiliki love-line. Hanya berfokus pada...
![[✔] DREAM](https://img.wattpad.com/cover/300917581-64-k647407.jpg)