4

117 23 0
                                        

Selamat membaca
(◠‿◕)

Hari ini hari Sabtu.

Mereka berniat untuk menonton film bersama.

"Yang bener aja? Nonton film yg sedih," ucap Jewo.

"Lah? Lu kan yang minta," ucap Hakam.

"Oh iya ya," Jewo menggaruk tengkuknya.

Tak lama kemudian mereka masuk ketempat untuk menonton film, "Sya jangan spoiler loh, kalo lu begitu gw suruh lu beliin donat selusin," ucap Juhan lalu duduk dikursi samping Arsya.

Ditengah-tengah film, Jewo menangis sambil memakan popcorn-nya, begitu pula dengan yang lainnya.

Sehingga film itu habis mata mereka sudah sembab.
Mereka berniat untuk mampir ke KFC.

"Ngapain pake kacamata lu?" Tanya Hakam pada Arsya.

Arsya membuka kacamatanya dan terlihat mata bengkak Arsya karena habis menangis, yang lain tertawa dan Arsya kembali memakai kacamata

"Ahahahahahaha," mereka tertawa, untungnya tidak terlalu kencang, mereka bisa saja dimarahi orang sekitar jika terlalu keras.

"Udah ngapa, gw malu nih," ucap Arsya.

"Qhdhuaudkwnjxa," mulut Juhan penuh makanan jadi tidak jelas dia bicara apa.

"Apasih, ngang ngong ngang ngong, gak jelas abisin dulu," ucap Jehan.

Juhan menghabiskan makanan yang ada di mulutnya lalu kembali bicara. "Makanannya enak, lu pada harus nyobain," ucap Juhan.

"Ya ini lagi makan," baru saja Jehan mangap dia sudah ditelepon oleh seseorang.

"Siapa?" Tanya Jewo.

"Gak, bentar ya gw angkat dulu," Jehan mengangkat telepon itu.

"Iya pa."

"Iya, aku pulang."

"Di KFC."

"Tapi duit aku abis, masih sisa sih tapi buat naik ojek."

"Iya pa."

Yang lain merasa penasaran, terlihat dari mata Jehan yang sendu, telepon telah ditutup oleh Jehan.

"Kenapa?" Tanya Arsya.

"Gak apa-apa, gw pulang ya," ucap Jehan.

Jehan mengambil kentang gorengnya dan pergi kekasir untuk membeli sesuatu lagi, uangnya pun habis jadi dia pulang dengan jalan kaki.

"Gw pulang juga ya, kasian dia," ucap Jewo.

Jewo tidak membeli apa-apa dia sudah kenyang dengan popcorn-nya.

Jewo mengambil motornya dari parkiran dan bertemu dengan Jehan dijalan.

"Mau naik gak?" Tanya Jewo pada Jehan.

"Gak usah," jawab Jehan.

"Gapapa, gak bayar," ucap Jewo.

Jehan kemudian menaiki motor itu.

Tak lama kemudian mereka sampai dirumah Jehan, Jewo melihat papa Jehan yang sudah membawa tongkat kayu.

"Je, lo pasti bakal dimarahin, Mama lo kemana?" Tanya Jewo.

"Dirumah temennya," ucap Jehan.

Kemudian turun dari motor itu dan dia dimarahi oleh Papanya dia dipukuli.

"Gw gak bisa nolongin Je maaf," Jewo lalu muter balik.

Dirumah Arsya...

Arsya sudah pulang, lebih tepatnya baru pulang.

"Sya anter Bunda kerumah temen Bunda yuk, nanti Bunda tunjukin arahnya," ucap Bunda dan diiyakan oleh Arsya.

Saat diperjalan mereka melewati rumah Jehan.

Terjadi keributan, Arsya berhenti sebentar.

"Kenapa Sya?" Tanya Bunda Arsya.

"Ini rumah Je, Bun, Bunda kan yang dewasa bantuin Je ya, Je lagi dipukulin pasti ayo tolonginnn," ucap Arsya.

Bunda Arsya langsung turun dari motor Arsya dan langsung mengetuk pintu rumah itu.

"Iya ada apa ya bu?" Tanya Papa Jehan.

"Ada apa kok ribut tadi saya mau kerumah teman saya lalu kedengeran kok ribut," ucap Bunda Arsya.

"Ah, gak kenapa-kenapa ada hewan aja kok bu," ucap Papa Jehan.

( ◜‿◝ )♡
To be continued

T5✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang