Ah, begitu menjengkelkan ketika aku berusaha keras untuk melupakan. Teman-temanku dengan mudah mengingatkan. Katanya, "Kamu kenapa bisa putus dari dia?" Hmm, apakah tidak ada yang bisa dibahas selain kenangan tentang mantan? Aku tahu memori tentangmu tak sepenuhnya pudar. Hanya aku biarkan mengendap dan tenggelam. Sebagian lagi hangus terbakar waktu yang berjalan.
Ingin memungkiri jika kamu masih ada di hati. Ingin mengutuk diri jika rindu tiba-tiba muncul lagi. Bisakah aku benar-benar pergi? Apa aku perlu mencari sosok lain sebagai pengganti? Bagaimana jika itu hanya akan mengulang luka yang pernah terjadi?
Aku tahu semua sudah berlalu. Tidak menyangka pula aku bisa sejauh ini tanpa ada sosokmu di hari-hariku. Terima kasih diri, sudah mampu bertahan walau sesekali harus terluka karena memori.
Jember, 19/10/2021

KAMU SEDANG MEMBACA
Embun
PoésieKamu adalah embun pagi yang selalu aku tunggu. Denganmu aku tahu bahagia ternyata tidak bertahan lama. Denganmu aku tahu esok akan ada embun lain untuk menjadi bahagia selanjutnya. Akan terus seperti itu hingga tidak ada lagi embun yang disapa matah...