Jika aku memilih pergi, apa kamu akan bahagia? Katakan saja jika kamu sudah tidak ingin ada aku di hidupmu. Sampaikan saja jika kamu sudah tidak mencintaiku. Jangan bersembunyi di balik menjauh dan tidak peduli. Memang itu tidak mematahkan hatiku, itu meretakkan hatiku perlahan kemudian hancur. Apa itu yang kamu mau?
Sekarang kabarmu menjadi sesuatu yang tabu. Hadirmu tak seceria dulu. Rindu yang tercipta hanya menjadi milikku. Entah apa yang terjaditerjadi? Jawabmu selalu penuh hindar tak menentu. Aku tak suka curiga, hanya saja sikapmu itu mengundang prasangka. Bahwa memang benar, rasa cintamu telah memudar.
Aku tidak akan memaksamu ada. Aku hanya ingin bercinta dengan dia yang juga mencinta. Cinta datang dengan sendirinya, untuk itu tidak perlu dipaksa keberadaannya. Pergilah, aku hanya bisa berdoa semoga kamu baik-baik saja.
Jember, 05/01/2022

KAMU SEDANG MEMBACA
Embun
PoezieKamu adalah embun pagi yang selalu aku tunggu. Denganmu aku tahu bahagia ternyata tidak bertahan lama. Denganmu aku tahu esok akan ada embun lain untuk menjadi bahagia selanjutnya. Akan terus seperti itu hingga tidak ada lagi embun yang disapa matah...