Sejauh apa kamu sudah pergi? Sudah sampai mana kamu membawa hati ini? Tolong kembalikan. Ada seseorang yang datang, tetapi tidak ada sesuatu yang bisa aku suguhkan. Cinta, sayang, dan perhatian kamu bawa tanpa memikirkan aku yang kesepian. Apa setega ini kamu pada seseorang yang pernah disayang?
Aku sudah tidak sanggup menahan langkahmu kala itu. Bukan aku telah sanggup untuk melupakanmu. Membiarkan tidak selamanya berarti merelakan. Itu lebih karena pasrah akan keadaan. Aku, memandangmu sebagai kedukaan yang mendalam.
Masih terekam jelas dan kuputar berulang kali. Memori tentang kamu yang berkata bahwa sudah saatnya untuk menyudahi hubungan ini. Seperti sudah direncanakan, kamu memulainya dengan mengenggam tangan dan menatapku. Lantas berakhir melepas dan air mata untukku. Tanpa menoleh ke belakang lagi kamu benar-benar pergi.
Setelah itu terjadi aku menyadari sesuatu. Kamu tidak menyisakan sedikit pun untukku. Kamu membawa semua isi hatiku. Entah apa maksudmu, atau memang aku yang masih begitu berharap kembalimu. Hingga menyerahkan semua tanpa memintanya lagi.
Jember, 17/12/2021

KAMU SEDANG MEMBACA
Embun
PoetryKamu adalah embun pagi yang selalu aku tunggu. Denganmu aku tahu bahagia ternyata tidak bertahan lama. Denganmu aku tahu esok akan ada embun lain untuk menjadi bahagia selanjutnya. Akan terus seperti itu hingga tidak ada lagi embun yang disapa matah...