ACARA utama keluarga Jung, yakni makan malam berjalan dengan lancar. Kini seluruh keluarga Jung beserta semua tamu undangan sedang menikmati pesta sambil memandang indahnya kota Seoul di malam hari. Pesta orang kaya memang berbeda, tidak ada keramaian atau musik disini, mereka semua menjalankan pesta hanya dengan mengobrol, sembari minum Champagne dengan tenang.
Jisoo benar-benar tidak bisa menikmati pesta ini dengan bahagia, gadis itu merasa tersesat disini. Pesta yang dia ketahui adalah pesta dengan banyak kue lezat, dan juga permainan-permainan menyenangkan. Jangankan mengobrol, Jisoo bahkan tidak mengenal siapapun disini, selain Jaehyun selaku rekan kencannya, dan juga..
Haein, bosnya.
Berbicara tentang Haein, sudah sedaritadi Jisoo terus mencuri pandang ke arah pria itu. Dia tampak sedang asik mengobrol bersama ibunya, dan seorang gadis cantik yang terus menempelinya semenjak acara dimulai.
Tunggu, siapa gadis itu?
Ah, benar!
Tadi saat di lift Haein tidak sendirian, bosnya bersama gadis cantik itu. Dari kejauhan Jisoo dapat menyimpulkan jika gadis itu terlihat sangat tertarik, dan menyukai Haein. Lihat saja sekarang, tidak sedetik pun gadis itu lewatkan hanya untuk tersenyum, dan menatap wajah Haein.
Cih!
Kenapa Jisoo jadi memikirkan pria menyebalkan itu, dengan cepat Ia menggelengkan kepalanya ketika sadar jika otaknya terus bekerja untuk memikirkan Haein.
"Sweetie, want some Champagne"
Jisoo berjengkit kaget ketika merasakan tangan Jaehyun yang lagi-lagi meraup pinggangnya, bahkan sekarang disertai dengan hembusan nafas panas di lehernya. Ini adalah kali pertama Jisoo mendapat sentuhan yang terlalu banyak dari seorang pria, yang bahkan belum Ia kenali dengan baik.
Sebenarnya Jisoo merasa tidak nyaman dengan perlakuan Jaehyun, yang terus menerus menyentuh pinggangnya.
"Enggak, aku gak bisa minum." Jisoo menjawab sambil berusaha menjauhkan tangan Jaehyun dari pinggangnya. "Maaf, tapi bisa lepasin tangan kamu dari pinggang ku gak? Aku gak nyaman." Peringatan Jisoo kembali terlontar ketika merasa pelukan tangan Jaehyun di pinggangnya makin mengerat.
Jisoo mengumpat dalam hati. Ternyata rekan kencannya ini gak lebih dari, cowok mesum yang selalu bergantung sama orang tuanya.
"Kamu beneran gak pernah minum? Aku baru nemuin cewek polos kayak kamu di dating app."
Jaehyun berucap sambil terkekeh, tunggu apa dia sedang merendahkan nya?
Beberapa detik kemudian Jisoo mencium aroma alkohol menguar dari tubuh Jaehyun,
Sialan.
Jisoo langsung ingat perkataan Rose mengenai orang yang sedang dalam pengaruh alkohol. Katanya, orang yang sedang dalam pengaruh alkohol akan bertindak mengerikan, dan selalu berpikir kotor.
Astaga, Jisoo jadi takut sekarang.
"Kalau ciuman.. Pernah atau belum?" Bisikan Jaehyun membuat tubuh Jisoo meremang, bisa dilihat dengan jelas jika saat ini pandangan Jaehyun mulai berkabut.
Tak kunjung mendapat jawaban dari Jisoo, membuat Jaehyun terkekeh rendah. "Pasti pernah, orang bodoh mana yang bisa lewatin bibir semenggoda ini." Semakin kurang ajar, Jaehyun mengusap bibir Jisoo.
Sontak saja Jisoo mendorong tubuh Jaehyun hingga menjauh dari tubuhnya, sambil menormalkan detak jantung serta napasnya, Jisoo segera melayangkan tatapan nyalang ke arah Jaehyun.
"Jangan macem-macem atau—" Jisoo menghentikan ucapan lalu menatap sekitar. 'Gue tendang titit lo!' lanjutnya dalam hati.
Jika saja tidak ada banyak orang disini, sudah pasti Jisoo akan melontarkan kalimat dalam hatinya itu sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
MR. ANNOYING
Random[ HAEIN - JISOO ] - jisoo ft. boys #2 "Kim Jisoo! Kenapa kamu lamban sekali. Cepat buka kemeja, dasi, dan sepatu saya!" Mendengar ocehan dari sang bos sudah menjadi makanan sehari-hari Jisoo. Kim Jisoo hanyalah seorang gadis muda yang harus menjadi...
