Chapter 8

92 7 0
                                        

Beberapa hari setelah kedatangan Jennette,Athanasia tidak pernah mendapat panggilan dari Claude untuk minum teh dan yang membuat pikiran Athanasia terganggu karena Jennette sudah ditempatkan di istana Emerald

Athanasia akhirnya keluar dari kamarnya untuk menjadi udara segar dan malah mendapati Claude dan Jennette minum teh bersama presis saat ia lakukan dengan Claude

Felix hanya diam tidak banyak bicara seperti biasa dan hanya menatap sendu sang kaisar

"Papa,apa mau coklat" kata Jennette

"Hmm.." jawab Claude singkat

"Kalau begitu Jetty suapin" ucapa Jennette lalu menyuapi Claide dengan coklat

Athanasia yang melihat dari kejauhan membulatkan kedua maniknya tidak percaya bahwa Jennette memakan pemberian Jennette dan Claude pernah bilang ia tidak menyukai coklat

Felix yang berada di samping Claude sama terkejutnya seperti Athanasia

Athanasia mengepalkan kedua tangannya tidak tau kenapa matanya memanas,Athanasia segera pergi ke kamarnya

Athanasia yang sangat membenci Claude tidak tau kenapa dia malah menangis karena melihat Claude bersama Jennette

'Kenapa aku malah menangisinya'batin Athanasia

Athanasia meringkuk di dalam selimutnya

Athanasia mulai memejamkan mata,dia berharap malam segera tiba

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Athanasia mulai memejamkan mata,dia berharap malam segera tiba

***

Tok

Tok

TKriet

Di tengah malam Athanasia terbangun katena seseorang mengetuk pintu kamarnya


Kriet

Athanasia membuka pintu dan dibalik pintu ternyata orang yang tidak ingin ditemuinya adalah Jennette

"Ada apa?" tanya Athanasia dingin

"Aku hanya ingin menjenguk adikku saja" jawab Jennette dengan senyum licik

"Ck,kau bukan kakakku" balas Athanasia memalingkan wajahnya dan hendak menutup pintu

"Tunggu dulu"

"Kenapa lagi!"

"Oh~ adikku tenang saja aku akan mengganggu hidupmu" kata Jennette sinis lalu pergi menuju kamarnya

'Ternyata sifat pemeran utama wanita dinovel licik'batin Athanasi lalu menutup pintu kamarnya dan melanjutkan tidurnya yang terganggu tadi

-Besoknya-

"Tuan putri ayo bangun"

"Huaa Lily aku masih mengantuk

"Tapi yang mulia mengundang anda untuk minum teh" ucap Lily

"Apa,benar Lily" tanya Athanasia memastikan

"Benar tuan putri,ayo cepat siap siap yang mulia sudah menunggu bersama putri Jennette" jawab Lily

Athanasia yang awalnya bersemangat langsung lesu mendengar Claude sedang menunggunya bersama Jennette

Setelah siap,Athanasia langsung diantar bersama Felix menuju taman mawar

"Apa tuan putri taidak apa apa?" tanya Felix melihat wajah lesu Athanasia

"Athy tidak apa apa Felix" jawab Athanasia bersama senyuman

"Baguslah kalau tuan putri tidak apa apa"

-Di taman-

"Halo Athy!" seru Jennette

"Jangan sebut nama panghilanku sembarangan" kesal Athanasia

"Kenapa?" tanya Jennette sok polos

"Karena kau bukan siapa siapaku" jawab Athanasia menyilangkan kedua tangannya di dada

"T-tapi aku ini kakakmu" kata Jennette bernada sedih

"Sudah kubilang kau bukan kakakku!!"bentak Athanasia

"Hiks,t-tapi" ucap Jennette langsung terisak

"Bisakah kalian berhenti bertengkar!!" kata Claude dengan tatapan tajam

"Hiks,i-iya pa" isak Jennette

"Athanasia minta maaf pada Jennette"pintah Claude

" Tidak,Athy gak salah"bantah Athanasia

"Athanasia!!" bentak Claude

Athanasia yang dibentak hanya menunduk dan menggigit bibir bawahnya matanya memanas

"U-udah pa hiks jangan marahin Athy"kata Jennette

"Athy gak nafsu makan,Athy pergi dulu" parau Athanasia lalu berlari menuju kamarnya

"Tian putri" gumam Felix sedih tapi dia tidak bisa beebuat apa apa

-Dikamar-

Claude membuat sungai banjir dikedua pipi mulus Athanasia

Kini Athanasia terisak sambil memeluk kedua lututnya

"Kenapa Lucas peegi disaat seperti ini" lirih Athanasia dengan air yanh setia keluar dari iris sapphire cantiknya

Tok

Tok

Tok

"Tuan putri" kata Lily dibalik pintu

"Masuk saja Lily pintunya tidak dikunci" jawab Athanasia setelah selesai menangis

"Tuan putri,apa anda baik baik saja?" tanya Lily cemas melihat mata Athanasia yang sembab

"Aku tidak apa Lily,kenapa Lily kemari?" kata Athanasia

"I-itu yang mulia i-ingin bertemu anda diruang kerja yang m-mulia" jawab Lily terbata bata karna tau kondisi anak asuhnya itu

"Baik Athy akan segera kesana" jawab Athanasia




Destiny AthanasiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang