-selamat membaca-
15-05-20xx
06:23
Setelah dua hari izin tidak masuk, Alsa yg sudah mencoba lepas dari kesedihan itu akhirnya menginjakan kaki nya dihalaman sekolah.
Dengan tampang datarnya, wajah pucatnya, penampilan yg sederhana, bisa membuat semua menatap kearah cewek itu.
Nth tatapan rendah, meremehkan, kasian ataupun iba, Alsa sama sekali tak mengubris.
Kali ini auranya bukan seperti Alsa, semua murid sadar akan itu.
Kabar meninggalnya ibu Alsa membuat gentar sekolah Elaxajaya, bukan apa. Namun saat semua mengira Alsa tak memiliki keluarga tiba tiba saja ada berita ibunya meninggal.
Dengan arah mata memandang lurus, tak mencoba menatap kearah kanan dan kiri, hanya depan!
Membuat Zeon yg berada diparkiran seperti dianggurkan oleh cewek yg sudah dua tahun mengejarnya itu tiba bersikap tidak perduli.
Ya, setelah pekikan Alsa yg mengucapkan bahwa cewek itu akan berhenti mengejarnya, Alsa langsung berlalu dari pemakaman.
"Alsa!"
Langkah cewek itu tetap berjalan, menulikan pendengaran nya saat dipanggil oleh Zeon.
"Alsa, tunggu!"ucap Zeon lagi langsung mengejar cewek yg sedari tadi seperti hidup di dunianya sendiri
Grep!
"Lo kalau gue panggilin tu dengar!"kesal Zeon setelah berhasil menghentikan Alsa.
Bukanya menjawab, Alsa malah menyentak tangan Zeon yg memegangnya kasar Lalu langsung berlalu begitu saja.
Membuat semua siswa melotot tak percaya, setidaknya cewek itu harus berteriak kesenangan karna pujaan hati memegang tanganya.
"Alsa! Lo kenapa sih diemin gue? Gue kan udah minta maaf!!"hardik Zeon lagi malah semakin mengejar Alsa yg mau menuju kelasnya.
"Alsa!"panggil Zeon semakin kesal karna tak ditanggapi.
"Arfan!"mata Zeon mengikuti apa yg dipanggil oleh cewek itu.
Seorang cowok yg begitu familiar bagi Zeon, sedang berjalan santai didepan mereka.
"eh? Udah baikan?"tanya Arfan pada Alsa yg sudah mendekat kearah dirinya.
"bantuin gue cariin kerja bisa ga? Gue udah ga ada uang lagi buat biayain hidup"bukanya menjawab pertanyaan Arfan, Alsa malah meminta bantuan.
Mendengar ucapan Alsa, membuat Zeon memutar otak kembali. Dimana saat dirinya membuat cewek itu terhenti bekerja.
Dimana saat tatapan memohon Alsa agar dirinya tak membuat kekacauan ditempat cewek itu bekerja.
Ah, rasanya ia ingin mengutuki dirinya sendiri.
"g-gue bisa bantu kok Al, teman setongkrongan gue ada yg punya caff--"
"Boleh, nanti siang pulang bareng gue ya?"jawab Arfan memotong tawaran adiknya yg berada dibelakang Alsa.
Alsa tersenyum tipis bersamaan anggukan kepala, ia berterima kasih sekali masih ada sosok seperti Arfan.
KAMU SEDANG MEMBACA
6 6 [END]
Random"tanggal enam bulan juni." !END! !LENGKAP! "paan?"selidik Zeon tajam. "gue bakal nyerah dihari itu kalau saat itu juga lo ga nerima gue" . . . Alsa mengejarnya sampai titik paling jauh, saat memasuki bulan mei dia memang harus menguatkan hatinya. Ha...
![6 6 [END]](https://img.wattpad.com/cover/286386807-64-k930454.jpg)