Saat ini Brian berjalan menuju ke parkiran motor sekolah. Sebelum sebuah tepukan di bahu menghentikan dirinya untuk melangkah lebih jauh.
Saat dia berbalik, seorang gadis yang familiar di pandangan nya memberikan beberapa lembar kertas, lebih tepatnya surat-surat pemberitahuan untuk event ulang tahun sekolah 1 bulan lagi.
Gadis cantik itu adalah wakil ketua OSIS sekaligus rekan Brian. Namanya adalah Carrisa Xaviera.
"Sebanyak ini?" Tanya Brian memastikan.
"Iya. Itu juga belum semua. Lo udah minta tanda tangan kepala sekolah kan?"
"Udah kemarin"
"Bagus kalau gitu, gue pulang dulu"
"Tunggu dulu.."
Carrisa berhenti dan menatap Brian dengan tatapan penuh tanda tanya. "Ada apa?"
"Gue mau tanya sesuatu"
"Tanya apa?"
"Lo kenal sama Abraham?"
Sore ini keadaan sekolah sedang sepi. Tak banyak siswa siswi yang berada di sekolah selain anggota OSIS dan anggota ekstrakurikuler.
Itu sebabnya, keheningan atas pertanyaan Brian kepada sang waketu OSIS SMA NEGERI 1 BHAYANGKARA JAKARTA itu membuat keduanya hanya berdiri mematung di tepi lapangan bendera.
"Iya" Jawabnya singkat.
"Gue..."
"Gue emang kenal sama Abraham. Tapi bukan berarti lo bisa tanya sesuatu soal dia ke gue"
"Car.."
"Gue tahu lo Ketua OSIS di sini. Dan sebagai wakil ketua OSIS gue punya kewajiban untuk bantu lo dan bangun organisasi ini sama sama kedepannya menjadi lebih baik. Tapi hal yang perlu lo garis bawahi disini adalah OSIS. Hanya sekedar itu. Hubungan kita cuma berputar tentang OSIS dan gak lebih.
Karena kenyataannya, gue bukan temen lo begitupun sebaliknya. Kita juga udah setuju untuk membangun hubungan profesional tanpa ikut campur urusan yang bersifat pribadi. Jadi lo gak ada hak buat paksa gue untuk bilang apapun soal Abraham. Gue yakin lo bisa paham itu, karena lo setidaknya punya otak pintar buat memahami kata-kata gue barusan"
"Sorry" Ungkap Brian dengan tulus. Dia tahu seharusnya tidak melakukan hal itu.
Dari awal, dia sendirilah yang telah menetapkan batasan-batasan itu antara dia dan juga Carrisa.
Brian melakukan hal itu agar Alaia tidak merasa cemburu atau mengaggap Carrisa sebagai seorang ancaman untuk merebut Brian darinya.
Terutama karena dia tahu bahwa semua orang selalu menganggap bahwa kekasihnya Alaia adalah orang yang tidak pantas untuk Brian.
Semua nya lebih senang melihatnya dengan Carrisa. Apalagi pada saat tahu bahwa dulu dia dan Carrisa adalah partner untuk calon ketua dan wakil ketua OSIS periode ke-42.
"Gue minta maaf" Ulang Brian dengan wajah menunduk lesu.
Beberapa hari terakhir runtutan kejadian membuat nya semakin penasaran dengan sosok Abraham. Karena terutama semua hal itu terjadi ketika Abraham pindah ke sini.
Itu makin memperkuat dugaannya bahwa Abraham adalah dalang dibalik pemukulan nya tempo hari dan juga soal rusak nya bangku miliknya yang penuh akan kata-kata tidak pantas dan sampah.
Itu adalah insting nya.
Dan walau tahu berburuk sangka itu tidak baik. Tetapi Brian tidak bisa melepaskan nama Abraham dari daftar tersangka.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSION DEVIL
Random[ON GOING] Abraham Narendra Assegaf Laki-laki tampan itu punya satu obsesi yang aneh. Yaitu Alaia Aurelia Xylona. Gadis cantik yang punya wajah yang sama dengan orang penting di masa lalunya. Anastasia Abigail Leonidas. START : 7 FEBRUARI 2022 EN...
