.
.
.
.
.
.
.
HAPPY READING!!
17. Keputusan
Setelah pulang dari rumah sakit satu minggu yang lalu, Stella masih marah pada Alex. Karena, dia belum jujur sama sekali pada Stella.
Saat Paras menelepon Alex, Stella masih setengah sadar. Disaat itu, Stella samar-samar mendengar suara perempuan diseberang sana. Karena, Paras mengaktifkan speaker teleponnya.
Sekarang Alex sedang dirumah Stella. Tepatnya di kamarnya.
Disana tidak hanya Alex, tetapi ada Paras, lalu in the geng Alex juga.
Aril sedari tadi sudah menghibur Stella. Tetapi, Stella tidak tertawa ataupun tersenyum. Dia masih merasakan sakit hati.
Sekarang, Stella juga dirawat dirumahnya. Tangan kirinya diinfus. Stella tidak ingin dirawat dirumah sakit. Karena, Stella tidak suka bau obat-obatan dirumah sakit.
"Stel, makan dulu ya," Bujuk Alex.
Sedari tadi, Stella tidak ingin makan sesuap nasipun sama sekali.
Stella hanya diam, dia hanya ingin Alex jujur kepadanya. Apakah itu hal yang sulit untuk di ungkapkan?
Hati Stella berdenyut ketika bayangan Alex dan Vasya selalu bersama. Ia tahu, mereka bersama karena hanya sebatas ekstrakulikuler dan teman sekelas.
Tetapi, Stella tahu, jika ada rasa yang membuncah pada diri Vasya. Dan, Stella juga tahu, jika Vasya sangat ingin memiliki Alex.
"Waktu gue pingsan, lo dimana?" Tanya Stella yang sedari tadi tidak membuka suara sama sekali.
"Kafe," Jawab Alex jujur. Tapi, bukan ini yang Stella inginkan. Apa harus ia pancing dulu, supaya Alex jujur? Apakah sesulit ini membuat lelaki peka? Baiklah, Stella akan memancingnya terlebih dahulu.
"Sama siapa aja?" Tanya Stella lagi.
"Temen-temen, Stel." Jawab Alex lembut.
"Sebutin namanya, gue tahu, lo punya banyak temen." Ujar Stella.
"Yang ada disini, Stel," Jawab Alex lagi. Alex ingin menjawabnya dengan jujur, tetapi disatu sisi, ia takut jika gadisnya akan lebih marah kepadanya.
"Oke aku jujur, aku ke kafe sama Vasya juga." Jujur Alex.
"Apakah sesulit itu buat lo jujur sama gue?" Tanya Stella dengan wajah yang enggan menatap Alex.
"Maaf," Cicit Alex.
Stella tidak ingin hubungannya semakin rentan. Stella pun menurunkan ego nya, lalu meminta maaf kepada Alex, atas perlakuannya.
"Maaf juga, gue selalu salahin lo dalam hal apapun, gue tau gue childish, maafin gue ya?" Pinta Stella.
"Aku selalu maafin kamu, maafin aku juga ya, baru jujur sama kamu." Ucap Alex menyeasal.
"Iya aku maafin," Balas Stella menggunakan aku-kamu lagi.
"Cie-cie... Baikan nih ye?" Goda Aril.
"Makan-makan kita Ril," Ucap Nathan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALEXA ARMAGHAN [HIATUS]
Acak"Alex gak boleh ninggalin Ella ya." ucap gadis yang masih berumur 7 tahun itu. "Iya enggak sayang," "Kalau udah gede Ella mau jadi pacar nya Alex." "Alex juga mau kok Stel." "Iya Lex,tapi pacarannya nanti kalo udah gede,kata mamah sama papah kalo m...
![ALEXA ARMAGHAN [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/280702591-64-k645111.jpg)