Jadilah pembaca yang bijak.
Biasakan vote dan follow sebelum baca<3
Ayo ramaikan dipart ini, dengan share cerita ini ke teman-teman kalian.
Yang baca lumayan banyak, tapi yang vote sama follow dikit banget😕
HAPPY READING!!!
22. Stella pingsan
Stella sangat bosan sekarang, berada dikamar sendirian. Karena,Paras sudah pulang kemarin.
Malam ini Stella hanya menonton anime yang direkomendasikan Alex. Ternyata Alex suka menonton anime-anime seperti itu.
Ketika film itu selesai satu part, Stella menutup laptopnya. Bosan, apa yang harus ia lakukan sekarang (?)
Tok... tok... tok...
Suara ketukan dari luar pintu, membuat Stella dengan malas membukanya. Ah, ternyata mamahnya.
Sore tadi orangtua Stella dan Paras pulang bersama, mungkin bertemu dijalan atau ditempat yang lain.
"Sayang, makan dulu ya," ajak Cesa.
"Stella nggak laper," jawab Stella.
"Tapi kamu harus makan, "
"Stella nggak laper mah, " Stella masih kekeh dengan keputusannya. Ya walaupun Stella sedikit lapar, tetapi rasanya dia sangat malas.
"Kamu mau apa? Nanti biar mamah beliin," Ucap Cesa.
"Stella nggak mau apa-apa, mah."
"Kalau kamu laper, kebawah aja ya," Kemudian Cesa menutup pintu itu kembali.
Lalu, Cesa kembali duduk disamping Rehan. "Stellanya mana?" Tanya Rehan pada Cesa.
"Dia nggak mau makan," Cesa menghela nafasnya.
"Biar papah aja,"
Kemudian Rehan berjalan menuju kamar Stella. Lalu langsung memasuki kamar putrinya itu.
Rehan melihat Stella yang sedang berdiri disamping kursi balkon, lalu mendekatinya.
"Stella, jangan diluar. Udah malem, dingin sayang. " Rehan sangat perhatian pada putri semata wayangnya ini.
"Eh papah," gumam Stella.
"Papah ngapain disini?" Tanya Stella.
"Makan dulu yu, mamah udah buatin makanan kesukaan Stella," Ucap Rehan.
"Stella nggak laper pah," Jawab Stella.
"Tapi, kasian mamah. Udah bikinin makanan buat Stella, kalo nggak dimakan mubazir sayang." Ucap Rehan.
Stella masuk kedalam kamarnya, menutup pintu balkon itu lalu menutupnya dengan gorden.
Stella duduk disamping Rehan yang sedang duduk dibibir ranjang. "Pah, Stella nggak laper. Beneran deh," ucap Stella.
kriuk... kriuk...
Rehan terkekeh, "Siapa sih yang bilang nggak laper, tapi perutnya bunyi begitu." Rehan meledek Stella.
"Apaan sih pah," ujar Stella malu.
"Ayo makan," ajak Rehan.
Kali ini Stella mengangguk. Kasian dengan cacing-cacing yang meronta ingin dikasih makan.
"Nah gitu dong makan, apa harus papah terus yang ngebujuk? Mamah jadi gagal jadi orang tua kalo makan aja kamu nggak mau," ucap Cesa ketika Stella sudah duduk diseberang Cesa.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALEXA ARMAGHAN [HIATUS]
Acak"Alex gak boleh ninggalin Ella ya." ucap gadis yang masih berumur 7 tahun itu. "Iya enggak sayang," "Kalau udah gede Ella mau jadi pacar nya Alex." "Alex juga mau kok Stel." "Iya Lex,tapi pacarannya nanti kalo udah gede,kata mamah sama papah kalo m...
![ALEXA ARMAGHAN [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/280702591-64-k645111.jpg)