"JISUNG ANJING!"
"Jisung sini lo! Goblok ish,"
"Mulutnya heh! Aku ini kakakmu, yang sopan."
"Bodo! Lo apain Chonlo gue?!"
Jisung memutar bola mata jengah.
"Aku tidak ikut, aku akan ke kamar." Ujar Jaeno tenang lalu berlalu dari saudara kembar dan kakaknya.
Jaeno menghela nafas pasrah saat ia digeret oleh Jenna dan berdiri kembali diposisi semula.
"Diem deh! Bukannya marah temennya digituin kakak sendiri!"
Akhirnya sang abang hanya pasrah, dan dengan malas tetap berdiri disamping adik kembarnya.
"Kenapa sih? Ada apa, Chenle kenapa?" Tanya Jisung santai.
"Kurang ajar! Lo tuh anjing banget kak! Lo ngehamilin Chenle kan?! Ngaku!"
Jisung yang mendengar itu auto panik, dia gelagapan!
"Heh! Jangan disini ngomongnya! Ayo—
"Bodo amat! Kakak ngga boleh lari dari tanggung jawab dong! Abis nanem kok ngga dipanen!"
"Nikahin Chenle!"
Jisung mengusak rambutnya kasar, bisa mati dirinya jika sang Bunda tahu mengenai masalah ini.
"Duh adik Jen, yuk kakak belikan eskrim." Ujar Jisung masih dengan kepanikannya.
"Kita selesain dulu masalah ini! Chenle nangis dari kemaren, lo enak nyantai! Gila banget!"
Jisung menghela nafas pasrah karena mendengar suara grasak-grusuk yang menandakan kedatangan sang Bunda dari kebun dibelakang rumah.
"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut, hm?"
"Bunda! Kenapa Bunda punya anak kurang ajar banget sih! Siapa yang ngajarin kakak gini sih Bun?" Adu Jenna pada Jaemin yang masih bingung.
Jisung sudah pasrah saja jika dirinya dicoret dari daftar waris.
"Kenapa dengan kakak?" Tanya Jeno yang menyusul Jaemin dari kebun.
"Ayah, kakak mainnya ngehamilin anak orang, ngga tanggung jawab lagi! Ajaran siapa sih?"
"Ngehamilin siapa? Siapa yang mau dengan Jisung yang jelek ini?" Tanya Jeno tanpa dosa.
"Yaaah!"
Jeno hanya terkekeh lalu mendudukkan dirinya di sofa.
Jaemin yang tadi bingung kini menatap anak tengahnya.
"Bang, kenapa? Abang bisa jelaskan?" Tanya Jaemin tenang.
Jaeno menghela nafas lelah, ia berjalan menuju sofa dan mendudukkan dirinya disamping sang Ayah.
"Kakak nabur benih Bun di rahim Chenle. Tidak lama lagi juga keluarga Lee pasti kesini. Ditunggu aja,"
Jaemin melotot, "apa?!" Ia menatap anak sulungnya yang meringis menampakkan gigi-giginya.
"Hajar Bun! Pasti ayah Mark juga bentar lagi bikin kakak koma. Ntar aku live ig, biar tambah rame." Ujar Jenna mengompori.
"Maaf Bun, aku kelepasan. Karena Chenle terlalu semok untuk aku biarkan saja."
Puk!
Bluk!
Jaemin melempar sebuah bantal yang sudah sedikit keras pada wajah si sulung.
"Jisung! Kamu tidak mikir atau otak kamu hilang ditelan lintah? Chenle masih SMA!"
"Chenle masih kecil, Jisung! Bagaimana bisa kamu sudah mengobok-obok tubuhnya! Oh astaga,"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐲 𝐇𝐚𝐧𝐝𝐬𝐨𝐦𝐞 𝐂𝐚𝐭✓【ɴᴏᴍɪɴ】
FanfictionJaemin menemukan seekor kucing yang begitu menggemaskan saat ia baru saja pulang bekerja dan berniat merawatnya. Siapa sangka itu adalah awal kehidupannya berubah. Started : 15 Januari 2022 End : 20 Maret 2022 • bxb || boyslove || mature • Nomin ar...
