"Aku sudah menghubungi pengacara keluarga agar kalian segera berpisah" Ujar Papa Trai.
"TIDAK, PAPA PLEASE JANGAN LAKUKAN ITU PADAKU" Teriak Gulf.
"Papa, tidak! Jangan pisahin aku, hikss" Tangis Gulf.
Papa Trai malah pergi menyisakkan Gulf bersama istri dan besannya dan si manis yang masih terbaring dengan pingsan nya.
"PAPA" Teriak Gulf.
Menghampiri sang Ibu yang juga menangis. "Mommy, please jangan pisahin Gulf sama Mew, Gulf janji akan lebih peka lagi, janji bakal lebih menjaga Mew lagi, Gulf sayang banget sama Mew, Mommy, please tolongin Gulf, Mommy bicara sama Papa" Pintanya bersimpuh di kaki sang ibu.
Namun Mommy hanya diam dan menangis,
Gulf pun menghampiri kedua orang tua Mew dan bersimpuh juga.
"Bunda, Ayah, Maafin Gulf, Gulf mengaku salah, Gulf belum bisa jadi menantu dan suami yang baik, tapi Gulf sangat mencintai dan menyayangi Mew, tolong jangan pisahkan Gulf sama Mew, tolong maafkan Gulf, Bunda, Ayah!!"
Gulf menangis dengan tersedu-sedu membayangkan bagaimana dirinya nanti tanpa tercintanya dan jabang bayi di perut si manis.
Makan tanpa di masakin, tidur tanpa di temani, alasan ia tersenyum nya pergi dan kebahagiaan nya akan hilang.
Semua di pikirkan membuat dirinya frustasi.
Gulf bangkit karena tak mendapatkan tanggapan, bahkan istrinya tak bergeming dari pingsan nya padahal ia tadi berteriak.
Gulf mnghampiri sang istri untuk terakhir kalinya.
"Sayang maafin Mas ya, lagi-lagi Mas gak becus jagain kamu, kamu anak baik sayang, kamu berhak bahagia, Papa mungkin benar aku bajingan, aku tak becus buat jagain kamu saja aku lalai apalagi jagain anak kita nanti. Aku akan pergi jauh, aku gak akan sanggup lihat kamu sama orang lain, maafin Mas ya sayang, Mas janji gak bakal gangguin kamu, Mas pamit ya adek" Ujar Gulf.
Lalu Gulf pun berlalu setelah mencium kening Mew cukup lama.
Gulf bukan tidak mau berjuang untuk mempertahankan rumah tangga nya namun keras kepala ayahnya akan sulit ia bantah.
Mulai berjalan dengan isakan nya mengabaikan tatapan iba dari orang-orang yang berlalu lalang di rumah sakit.
Langkah nya terhenti di parkiran rumah sakit dan menoleh kembali ke arah dalam.
"Mas pamit ya dek" Lirihnya lalu berlari dengan cepat menahan tangisan nya.
Disaat berlari kencang seseorang berdiri menghadang langkah nya.
"Hai pak Gulf!" Ujar Bright menahan langkah nya.
Mengelap air mata nya kasar. "Ngapain kamu disini?" Tanya Gulf ketus.
"Tentu aku ingin menjenguk Miu-ku" Ujar Bright tersenyum seringai dan berlalu pergi.
"Jangan pernah kau berani, sialan, satu langkah kau maju ke dalam sana, ku pastikan kaki mu ku patahkan" Teriak Gulf yg dibalas Bright acuh.
Gulf ingin sekali masuk kembali mengejar Bright agar tak mengganggu istrinya namun ia urungkan karena ia tau siapa Mew untuk Bright dulu.
Barusaja badannya berbalik tiba-tiba saja Joss berdiri dihadapannya.
"Pak Gulf, ngapain di luar?" Tanya Joss.
"Anda yang ngapain disini?" Tanya Gulf ketus.
"Tentu aku ingin menjenguk orang specialku" Jawab Joss berlalu menghiraukan tatapan tajam Gulf.
Gulf berteriak, barusaja akan meninggalkan Mew pelakor malah maju lebih depan membuatnya semakin ingin menangis.
Namun ketika berbalik, sebuah motor dengan kecepatan penuh menabraknya hingga terpental jauh.
BRUKK
Teriakan di sekitar kejadian membuatnya ingin berteriak namun tak bisa.
"M-mew, maafin M-mas ss-sayang" lirihnya terbata-bata.
Keadaan yang mulai gelap berganti dengan cahaya terang namun sebelum matanya terpejam suara terkasihnya memenuhi pendengaran.
"Mas, sayang, bangun"
"Mew, Maafin Mas, Mas sayang kamu, jangan tinggalin Mas" Teriaknya yang tertahankan ditenggorokan melihat bayangan dan suara Mew semakin menjauh.
"Adek, jangan tinggalin Mas"
PLAKK
Mommy Gulf menggeplak pipi anaknya, sepertinya anaknya itu belum sadar.
"Aw" Gulf meraba pipi nya terdiam sebentar melihat sekitar.
"Mas, kamu sudah bangun?" Tanya Mew dengan ekspresi panik.
Berhambur ke pelukan Mew, memeluk si manis erat seperti tidak akan ada hari esok lagi.
"Sayang, jangan tinggalin Mas, Mas gak mau cerai sama Adek, tolong jangan tinggalin Mas" racaunya ditengah isakan.
"Mas!" Panggil Mew.
"Mas janji akan lebih peka lagi, ngertiin adek lagi, bakal jagain adek sama baby kita, Mas mohon adek jangan mau cerai sama Mas ya sayang" Ujar Gulf memohon.
"Mas, are you oke?" Tanya si manis bingung.
Tersadar akan pertanyaan si manis, dengan cepat ia melihat ke arah sekeliling dan ternyata hanya ada orangtua mereka 'kemana Joss dan Bright, pelakor sialan itu' Batin Gulf.
"Mas!" Panggil si manis lagi.
Mengusap lembut surai si tampan karena suaminya diam tak bergeming.
"Mas tadi pingsan" Ujar Mew menjawab kebingungan sang suami.
"Hah?!" kaget Gulf.
"Kamu kenapa nak?" Tanya Ayah Mew yang dibalas hening oleh Gulf.
"Gulf?" panggil Papa Trai.
"Papa, aku janji bakal jagain Mew lebih ketat lagi, aku gak bakalan lengah lagi" Ucap Gulf memohon.
Semua yang ada di ruangan rawat Mew di buat bingung akan tingkah Gulf.
Tadi Gulf datang ke ruangan Mew dengan menangis meraung-raung, entah faktor kelelahan karena menangis tiba-tiba saja Gulf pingsan dan meracau membuat keluarga nya panik.
"Jadi tadi itu hanya mimpi- syukurlah" Batin Gulf, dirinya bersyukur dan merasa lega.
Namun atensi nya teralihkan saat mengingat di mimpinya muncul Bright dan Joss bersamaan.
"Awas saja kalian!"
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menikah Muda || GulfMew (END) BL
RomanceMenikah muda ternyata tak seindah cerita yang sering orang-orang bilang, tapi bagaimanapun kita harus melewati nya entah suka duka dalam menjalani nya. ♡ boy's love ♡ 🔞 ♡ 21++ ♡ gulfmew ♡ brightwin Cast tambahan #Chimon #Nanon #Pawat 📌 JANGAN SALA...
