•
•
•
Happy reading
Ini cerita kedua aku, semoga suka ya.
•••
"AZEL!!"
"AKSA!!"
Teriakan itu berasal dari kediaman keluarga Venta. Tiap pagi hanya suara teriakan yang terdengar, anak zaman sekarang kalau tidur sangat susah bangun, apa lagi pagi untuk berangkat sekolah. Itu membuat Meysa harus berteriak agar kedua anaknya bangun.
"AZE--"
Azel mebekap mulut mamanya cepat,"Udah bangun nih, jangan teriak teriak lagi mah entar tetangga sebelah marah lagi!" ia meletakkan jari telunjuknya di bibir mamahnya.
"Tangan kamu bau terasi!" Mesya menjauhkan tangan Azel dari hadapannya.
Sedangkan Azel ia terus mencebikan bibirnya kesal, ia sudah mandi dan menggunakan parfum masih saja di bilang bau terasi! gak enak banget di denger.
Tolong gue
Suara itu lagi batin Azel takut, suara yang sering ia dengar kembali terdengar.
"Bang Aksa!" teriak Azel ketakutan.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Meysa khawatir, pasalnya ia tak pernah melihat putrinya seperti ini.
"Ada apa?" tanya Aksa yang baru menuruni anak tangga rumahnya.
"Suara itu bang! suaranya datang lagi!" Azel menutup telinga nya kuat.
Aksa menghampiri adiknya lalu memegang kedua tangan adiknya,"Dia selalu minta tolong? kenapa gak kita tolong aja? kasian," Aksa memberi tahu adiknya agar Azel bisa mengerti.
"Aksa, adik kamu kenapa?" tanya Dika papah Aksa dan Azel. Ia langsung memeluk putri nya erat.
"Kamu kenapa? cerita sama papah,"
"A-aku sering denger suara orang minta tolong, tapi gak ada orangnya. Aku takut pah, suara itu selalu datang!"
Plis tolongin gue, gue mohon.
"Pah, dia minta tolong lagi," ujar Azel semakin ketakutan. Mengapa ia selalu mendengar suara aneh seperti ini. Ia sangat ingin tenang sekali saja.
"Zel, kamu gak kasian dia minta tolong terus? mending tolongin. Abang bakal bantu kamu kok," Aksa memegang kedua tangan adiknya lembut, lalu ia mengecup kening Azel pelan. Ia sangat sayang pada adiknya ini.
"Papah setuju sama abang kamu,"
"Tapikan itu bisa berbahaya pah!" Meysa tak terima
Kalau putrinya sampai berurusan sama makhluk lain seperti itu.
"Gakpapa mah, Azel akan coba," ia berusaha memberanikan diri untuk tidak terus terusan takut. apa yang abangnya bilang ada benarnya, seharusnya ia menolong nya bukan malah seperti ini. Mungkin tuhan memberinya kelebihan seperti ini agar ia bisa menolong makhluk yang seharusnya tidak di dunia manusia lagi.
"Yaudah, ayo kita ke sekolah!" Aksa menggandeng tangan Azel erat seraya bersalaman pada orang tua nya.
"Bang, aku penasaran kenapa dia selalu minta tolong," Aksa mengangkat bahunya tak tahu atas pertanyaan adik nya ini.
Tolong gue
"Oke gue bakal nolongin Lo! sekarang perlihatkan diri Lo!"
"Aaaaaaaaaaa" Azel menutup kedua matanya takut, Ia sangat menyesal. Rasanya jantung nya hampir copot.
"Kamu kenapa?" Aksa bertanya lembut. Kalau mau tahu Denal tak pernah kasar sedikit pun terhadapn Azel.
"D-dia muncul bang, tadi aku suruh lihatin diri lo dia malah muncul beneran!" cerita nya pada Aksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALDEON
Fiksi Remaja"Gue Aldeon Gendra Mahardika, bagi gue gak ada hal yang paling menyakitkan kecuali kehilangan keluarga." Ini kisah dua laki laki yang di pisahkan saat umur 9 tahun, bagaimana kisah mereka? yu langsung baca aja. BUKAN TEMPAT PLAGIAT ⚠️ Start : 6 Ap...
