chapter 14

24 6 0
                                    

Kamis, 09,27. Prancis.

"Zor, aku mau bertanya sesuatu" ucap gibran sambil menyetir

"Tentang??"

"Tentang bekas luka kalian, kau sudah memantrai nya?"

"Ehmm sudah, tapi tidak mau hilang entah mungkin sampai tua baru menghilang" ucap zora sambil baca buku ilmu nya

"Seharusnya bisa hilang dong"

"Mana aku tau"

"Kau sedang baca buku apa?" tanya yoona yang berada di samping nya

"Buku mantra mantra sihir, mau baca juga?" kata zora menawarkan buku nya

"Tidak"

"Stopppp!!" teriak rey tiba tiba membuat mobil gibran rem mendadak

"Aduhhh!!" ringis mereka

"Kenapa sih rey tiba tiba gitu?"

"Itu tuh ada orang, ayo kita bertanya" jawab rey fokus ke orang di depan

"Kita bertanya seperti apa??" tanya zora

"Tanya sebisa kau saja"

"Ya sudah ayo"

"Tunggu" cegah si yoona

"Apa lagi?" tanya gibran

"Bagaimana kalau bergiliran?? Misalkan zora yang bertanya duluan terus rey dan lanjut" ucap yoona menyumbang ide

"Hemmmm, boleh juga tapi siapa yang duluan?" tanya rey

"Yoona" usul zora

"Wht? Kenapa aku?"

"Kau kan yang ngasih usulan ide gitu??" sambung yuraa

"Ekhm oke oke karna saya baik dan tidak sombong suka menabung saya iya kan" ucap yoona agak aneh lalu keluar

"Cehhh, jiji bahasa nya."

"Permisi.." ucap yoona pada ibu ibu yang lagi berkumpul

"Ya ada apa dek?" ujar salah satu dari mereka bertanya

"Mm, boleh saya bertanya? Apakah disini.." ucap yoona mengentikan omongannya

"Disini kenapa?"

"Aduh gimana ya entar mereka gak tau lagi. Jadi gini bu, disini apa ada yang nama nya sekolah sihir?" tanya yoona ragu

Hahahahaha
Ibu ibu yang disitu pun tertawa karna ucapan yoona yang lucu menurut nya

"Apa yang lucu sih? Kenapa tertawa??"

"Denger ya kamu, disini mana ada yang nama nya sihir apa lagi sekolah nya, kami belum pernah dengar itu" ucap nya menjelaskan

"Oh, baik bu saya permisi" ucap yoona ingin pergi

"Dek" panggil ibu itu

"Lain kali jangan datang lagi, hahaha dasar aneh" ucap nya serasa mengejek

"Boleh ngumpat gak sih?" yoona kemudian pergi tanpa menjawab omongan ibu tadi.

Brak!
si yoyon ngebanting pintu mobil dengan muka masem nya

"Kenapa? Apa yang dikatakan ibu itu?" tanya zora

"Tidak ada"

"Hah??"

"Maksud ku, dia bilang disini mana ada yang nama nya sihir"

"Bagaimana mana dengan wajah mu?" tanya gibran

"Gue dihujat" ucap yoona tak lagi menggunakan bahasa baku

"Apa? Kok bisa, dan bahasa mu?" tanya zora

"Aih sat, susah juga ternyata bahasa baku"

"Sudah biarkan kalo kau tidak bisa menggunakan bahasa baku" kata yuraa membuat yoona lega

"Jadi ceritakan bagaimana tadi disana"

"Jalan kan saja dulu mobil nya, dan kita cari rumah lain"

"Baiklah baiklah"

Brumm brummmm... Tin tin.

"Sat! Ngapain lo klakson tu orang biarin aja kali"

"Gapapa aku sedang gabut maybe"

"Ckck"

"Sekarang cerita kan apa yang terjadi??" tanya rey

"Dari mana aku harus menceritakan?"

"Dari kau melangkah kesana" ucap zora masih fokus pada buku nya

"Jadi tadi itu.."

"GIBRAN AWASSS!!!" teriak yuraa. Apa yang terjadi?

Brak!

"Hahh... Hahhh" nafas mereka tak beraturan dan sedikit kaget

"Sungguh?!! Kau ingin mati hah?!!" bentak yuraa

"Maaf, aku tidak melihat nya" ringis gibran saat yuraa membentak nya

"Maaf tidak dibutuhkan sekarang! Keluar dan lihat apa yang terjadi" ucap yuraa dengan tegasnya

"Baiklah.." kemudian gibran turun dan melihat apa yang dia tabrak tadi

"WOHH?!!" ucap gibran terkejut, dan yang lain pun memutuskan untuk keluar juga dan melihat apa yang terjadi

"What the..??"

"Oh my God??"

"Wht? Apa yang terjadi? Bagaimana bisa??"

Mereka semua bertanya tanya apa yang dia lihat sekarang

"Seekor anjing??" kata rey kaget

"Apa disini ada yang punya??" tanya zora

"Sebaiknya kita bawa pulang, dan obati dia" usul yoona

"Hah?? Bawa dia pulang?"

"Terus mau kalian buang disini?"

"Yon? Gimana jadi pencarian kita?" tanya gibran

"Kita undur saja jadi besok"

"Seperti nya dia sudah gila"

"Bawa cepat goblok"

"Eh iya iya"

Gibran dan rey mengangkat anjing yang dibilang rey tadi untuk masuk kedalam mobil bagian belakang.

"Kalian berdua jangan kabur, terutama gibran kau harus bantu untuk menyembuhkan anjing ini" ucap zora menatap dua sejoli yang berada didepan

"Tau saja"

"Baiklah baiklah, sekarang ayo pulang"












































TBC. Tunggu di chap selanjutnya ya, btw jangan lupa di vote apa susah nya tinggal mencet icon bintang hem.. yaudah byee.

Sihir (𝗛𝗜𝗔𝗧𝗨𝗦)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang