chapter 9

32 7 1
                                    

08.09, Prancis.

Akhirnya si yoyon keluar dan berkeliling entah kemana yang penting keliling biar pun kayak orang bego, sampai beberapa saat yoona tertubruk seseorang yang terlihat membawa buku lumayan gede sih, buru dah tuh minta maaf.

"Ehh.. maaf" kata yoona menyatukan tangan nya

"Gapapa"

"Canggung gini ya anjing. Yang bener?"

"Lu sendiri?"

"Oke aja"

"Oh ya pindahan baru?"

"Iya, lo?"

"Pantes asing, iya gue juga"

"Kamar nomor berapa?"

"Kamar nomor 16 sebelah kiri lantai 4"

"Kita sebelahan"

"Ho'o by the way lo asal mana?"

"Thailand, lo?"

"Jepun, gue disuru papa gue buat pindah sekolah karna sekolah nya sudah mau dirubuh kan"

"Kenapa gitu?"

"Kerusakan banyak sampai ada yang cedera gara gara sihir yang gak bisa di kendalikan, jadi papa gue suruh buat pindah sekolah, tau tau nya malah kesini"

"Sihir? Di dunia ini ada sihir ya?"

"Iya bukti nya gue"

"Tongkat lo mana?"

"Tongkat itu di pinjamkan sama pihak sekolah, kalo masih gak percaya gue banyak buku sihir"

"Sudah punya kekuatan nya belum?"

"Ehmm? Kalau itu sih gak tau ya"

"Oh ya kenalin gue Zora Satori, panggil zora aja" ucap Zora memperkenalkan diri nya dengan senyum

"Yoona Dixion Phunsawat, panggil yoona"

"Baik yon lo kesini untuk apa?"

"Kata temen gue sih mau merantau nyari sekolah sihir"

"Yang benar?? Gue boleh ikut gak?"

"Tentu."

Yoona dan Zora kembali berbincang supaya lebih akrab karna mereka ingin memasuki dan mencari sekolah sihir bersama. Tapi ada yang buat zora agak aneh soal..

"Yon?" panggil zora

"Kenapa?"

"Di lengan lo? Tanda apa itu??" tanya zora karna di lengan yoona ada yang janggal dan gak asing sama dia

"Tanda?" yoona beralih menatap lengan nya "Oh ini.. bukan tanda" jawab yoona

"Jadi apa?"

"Cuman bekas luka biasa"

"Bukan.. ini bukan biasa" jawab zora

"Hah??"

"Gue ada juga nih di bagian samping mata gue" ucap zora memperlihatkan tanda nya

"Lah? Kok hampir sama?"

"Gak tau, apa jangan jangan..?"

"Kita saudara kembar di masa lalu??"

"Hah?" ucap yoona semakin bingung

"Gua tau karna bisa baca masa lalu dan masa depan"

"Ngaco"

"Cih gak percaya, cuman gua gak tau gunainnya"

"Trus apa artinya?"

"Lo ngerasain apa gitu??"

"Apaan kaga ada"

"Hemmmm, sini gua bantu"

"Gak usah"

"Hmm oke"

"Yaudah gue mau keliling sarapan, ikut?"

"Boleh, tapi gua taro ini buku dulu ke kamar"

"Yaudah gue ikut"

"Heemmm"

*
*
*
*

"Eh di kamar 18 ada orang nya ya?" tanya yoona

"Iya kenapa?"

"Gak keluar?"

"Gak tau, lagi beres beres kali dia"

"Baru juga?"

"Iya, pas gue mau ngambil kunci kamar, eh itu orang baru masuk kamar 18" jelas si zora sambil makan makanan nya, dan yoona hanya beroh saja

"Bentar" kata yoona melihat notif di ponsel nya

"Kenapa?" tanya zora

"Balas pesan temen gue dulu" jawab yoona zora hanya ngangguk.

Gibran anjing

|Yoon!!!

                                                              Apa njng?|

|Gue sudah dapat apart baru

                  Ohh gut, kapan lo nyari tu sekolah?|

|Sabar lah anjing, besok bisa jadi

Oh iya iya, besok ketemuan ada yang mau gue|
                                                                omongin|

|Oke pagi
Read

"Kenapa?"

"Besok temen gue mau datang, entar lo ke kamar gue juga ya"

"Sip"

"Oke, gue cabut dulu, mau keliling"

"Iya, gue juga."












































TBC. Tunggu di chap selanjutnya ya, btw jangan lupa di vote apa susah nya tinggal mencet icon bintang hem.. yaudah byee.

Sihir (𝗛𝗜𝗔𝗧𝗨𝗦)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang