RAPUH YANG TERSEMBUNYI
•
•
•
Hai apa kabar, gimana puasanya?
Kangen ngk sama Regal dan Cary atau kangen sama aku? Atau jangan-jangan kangen sama ayang yah?
Okh okh Maaf baru bisa update lagi, semoga suka ya sama story aku.
Typo ada dimana-mana
Komen jika ada kesalahan
penulisan kata
Happy Reading
_______________&_______________
Satu jam sebelum kejadian.
Pukul 13.45
"AHSIAL!!"
Segerombolan cowok yang berada di gag samping Verdant School kaget berbalik menatap ke sumber suara.
Disana terbilang cukup sepi hanya ada empat siswa yang berpenampilan berandalan dan satunya lagi terlihat luguh.
Semua menatap tajam kearahnya kecuali satu cowok berpenampilan luguh dan berkacamata yang terus menundukkan pandangan tampak gemetar sangat ketakut.
"Ngk ada nyerahnya ya lo,"
"Jangan ikut campur brensek!"
"Lepasin dia!" ucapnya pelan mendekat hendak menarik cowok berkacamata itu namun dirinya langsung tersungkur kebelakang saat salah satu dari mereka mendorong dirinya.
"REGAL BRENSEK!!" Teriak salah satu dari cowok yang berpenampilan reok itu seraya memberi pukulan pada perut Regal.
Yah Regal, cowok yang paling geram dan tidak suka liat orang lain dirundung.
Cowok itu lalu bangkit dan kembali mendaratkan pukulan dipipi kiri cowok brandal itu. Alhasil terjadilah pertarungan satu lawan tiga.
Cowok itu dengan lincah bergerak memberi pukulan membalas satu persatu pukulan yang menghampirinya.
lantas melepas ranselnya dan menggunakannya untuk menepis wajah ketiga cowok berandal itu sekligus, membuat ketiganya jatuh tergeletak di tanah.
Regal tersenyum picik dengan nafas yang ngos-ngosan. "Segitu doang kemampuan lo, ha?"
Regal berjalan gontai menenteng tasnya mendekati salah satu siswa berandal itu seraya meletakkan kakinya diatas perut cowok itu.
"Masih berani lo ngerundung anak yang lebih lemah dari lo? Masih berani lo ngebuli?"
Regal mengencangkan injakannya diperut cowok itu.
"Sekali lagi gue liat lo ngebuli orang, gue jamin lo habis ditangan gue!!" lanjutnya.
BUGGH
BUUGH
Tubuh Regal jatuh lemas telentang ditanah saat pukulan balok mendarat dipunggung dan kepalanya.
Detik berikutnya Regal bangkit memegang kepalanya yang kini mengeluarkan darah segar.
Regal menatap sinis cowok yang memukulnya, detik berikutnya ia berjalan dengan langkah lebar mendorong tubuh cowok itu hingga tersandar rapat ditembok pagar dan menghajatnya habis-habisan.
(Bunyi sirine)
Mendengar itu seketika mereka berlarian panik berhamburan termasuk Regal dan cowok berkacamata itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
True Happiness
Tienerfictie[On Going] Bagaimana jadinya jika takdir mempertemukanmu dengan seseorang yang membuat hidupmu berubah drastis, bukan menjadi lebih baik tapi lamah lebih buruk? Hal aneh terus bermunculan, masalah datang bertubi-tubi, mesalalu kembali menciut diamba...
