Urusan di rumah pasangan sanwoo sebenarnya belum selesai tapi mingi sudah pulang kerumahnya lebih dulu
Ia hanya ingin membersihkan dirinya lalu setelah itu kembali lagi kesana untuk menanyakan sesuatu
Yunho dan juga hongjoong masih ada di rumah itu tadinya mingi sudah menawari mereka untuk ikut kerumahnya tapi keduanya menolak
Mereka tidak bisa meninggalkan jongho dalam keadaan kacau seperti itu jadi mingi hanya pulang sendirian
Di ruang tamu ia di sambut oleh teriakan keeho yang membuat dirinya terkejut dan hanya bisa mengelus dada dengan sabar
"WHAT THE HELL!!"
"WHAT'S WRONG WITH YOU BRO?!"
"shut up keeho -__-"
"No! No! No! Hyung apa yang terjadi pada mu?"
Keeho bangkit dari posisi duduknya dan ia langsung menghampiri sang kakak dengan grasak grusuk yang hampir membuat dirinya terjatuh karena tidak sengaja tersandung karpet berbulu di bawah kakinya
God! Demi apapun keeho saat ini sangatlah berisik mingi ingin segera pergi dari hadapan bocah tengil itu tapi selalu di tahan
Tak lama seonghwa datang karena mendengar keributan dari arah ruang tamu
Dia hampir berteriak karena melihat kondisi anaknya yang di penuh oleh darah serta bau anyir yang begitu menyengat
Air matanya juga hampir keluar saat dirinya melihat luka di pelipis mingi, ia merawat anaknya sejak mereka lahir dan ia sebisa mungkin menjaga mereka dengan baik
Tapi di depannya sekarang mingi malah terluka dan itu membuat hatinya sedikit sakit
"Mi-mingi kau kenapa sayang?"
"Ssttt mom jangan menangis okay, aku tidak apa-apa"
"Tapi kau---"
"Nanti mingi ceritakan ya, sekarang aku harus mandi"
Mingi tersenyum untuk meyakinkan ibunya kalu dia baik-baik saja dan tidak ada hal yang harus di khawatirkan
.
.
.
Setelah membersihkan diri mingi kembali lagi kerumah jongho, rumah itu benar-benar memiliki keanehan karena setiap kali ia masuk kedalamnya hawa disana selalu berbeda
Terkadang akan terasa dingin, hangat dan juga panas namun sekarang udaranya begitu panas terasa seperti 45°
Meskipun begitu ia tetap berjalan kedalam sampai keruang tamu dimana semua orang berkumpul disana
Mingi heran kenapa mereka semua terlihat baik-baik saja dengan udara seperti ini?
Apa hanya dirinya yang merasa kepanasan karena efek dari darah yang mengenai dirinya atau..
Untuk sesaat ia berdiri di tempatnya dan melihat ke sekitar ruang tamu begitu matanya menangkap sesuatu ia tidak sengaja mengumpat sedikit keras
Mereka yang berada disana melihat mingi dengan tatapan kebingungan
Apa-apaan si song ini huh? Baru datang tapi sudah berkata kasar, cck sebagai tetangga yang baru saja pindah ia seharusnya menjaga sopan santun apa lagi disana ada orang tua
Hongjoong memelototi mingi dan memberinya kode untuk segera duduk
"Maaf aku tidak sengaja berkata begitu"
"Tidak apa-apa mingi-ssi" - Wooyoung
"Kau tidak nyaman berada dirumah kami?" - San
Yunho dan hongjoong menunggu jawaban mingi, tidak, semua orang menunggu jawabannya
Terlihat begitu jelas kalau saat ini mingi benar-benar tidak nyaman berada di rumah itu
"Hhmm. Udara di rumah kalian selalu berubah-ubah setiap kali aku masuk kesini dan sekarang udaranya sangatlah panas"
"Panas? Kami tidak merasakan apapun?" - Yunho
"Di sini terlalu banyak salib"
"Maaf soal itu mingi-ssi tapi pastor kim yang menyarankan kami untuk memperbanyak perlindungan agar iblis yang merasuki anak kami sedikit-sedikit merasa tertekan" - Wooyoung
"Aku mengerti".
Mereka kemudian mengobrol mengenai masalah jongho dan penyebabnya kenapa dia bisa menjadi seperti itu
Obrolan mereka berlangsung sangat lama hingga mingi benar-benar merasa sangat kepanasan
Yunho orang pertama yang menyadari hal itu langsung bertanya dengan hati-hati
Namun jawaban mingi selalu saja sama ia bilang dirinya baik-baik saja tapi gerak geriknya menunjukkan kalau dirinya sedang dalam masalah
Dengan refleks yunho memegang tangan mingi hingga mingi berteriak kesakitan dan memegang dada sebelah kirinya
Karena terkejut yunho menarik kembali tangannya kemudian ia menjauh dari mingi
"Maaf aku harus pergi keluar"
Mingi berlari keluar rumah dengan cepat nafasnya hampir menipis dan dadanya terasa begitu menyakitkan
Harusnya tadi ia tidak datang kerumah ini dan tentunya ia tidak boleh berdekatan dengan yunho
"Hosshhh rumah ini hampir membunuh ku"
"Sial, Hades kenapa kau tidak ingin berdamai dengan tuhan mereka huh?"
"Kau membuat ku nyaris mati"
Masih dengan memegangi dada sebelah kirinya mingi meraup oksigen dengan cepat ia juga mendudukan bokongnya di atas rumput di halaman rumah keluarga choi
Beruntung hari ini udara di luar terasa sejuk jadi ia bisa dengan cepat merefleksikan diri menjadi lebih tenang
"Ya!! Hyung kau kenapa lagi?"
Mingi mendongak mendengar suara keeho yang berasal dari balkon rumah mereka kemudian ia kembali menundukan kepalanya lagi
"Aahh aku tau pasti dewa Hades mu itu membuat mu kesulitan lagi kan?"
"Tuhan mu yang membuat ku kesulitan keeho"
"Heol Tidak tidak hyung, jelas-jelas aku tadi mendengar mu berkata kalau
Dis Pater nyaris membuat mu mati huh"
"Iya terserah kau saja -__-"
Wordsnya terlalu acak-acakan 😌
Lupa caranya bikin fanfic
KAMU SEDANG MEMBACA
✔✔𝑺𝒐𝒏 𝒐𝒇 𝑯𝑨𝑫𝑬𝑺 - [𝙼𝚒𝚗𝚈𝚞𝚗] : [𝙰𝚃𝙴𝙴𝚉 - 𝙱𝚡𝙱]
FanfictionBXB | BOYS LOVE | SHOUNEN AI | GAY Jangan Salah Lapak!! (With. Ft. Inspired by) The Divine Fury What is the most number one thing in this world? God, religion and belief? both parents? or ourselves? or someone we love?. Kepercayaan bukanlah keyaki...
![✔✔𝑺𝒐𝒏 𝒐𝒇 𝑯𝑨𝑫𝑬𝑺 - [𝙼𝚒𝚗𝚈𝚞𝚗] : [𝙰𝚃𝙴𝙴𝚉 - 𝙱𝚡𝙱]](https://img.wattpad.com/cover/303956038-64-k520434.jpg)