Selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman-teman yang menjalankan..
Here's part 8, semoga ga gumoh karna contains 2.1k words, enjoy 💕
Menyantap sarapannya di pantry apartemen, Adreea bersenandung dengan senyum secerah matahari di musim panas, entahlah moodnya terlalu baik pagi ini. Mungkin karna kemarin sore ia baru pilates lagi setelah sekian lama? Jadi pikirannya menjadi waras pula, mungkin.
Menengok ponsel nya yang tergeletak tidak jauh dari nya, Adreea mendapati notifikasi chat dari Derry yang mengatakan ia tidak bisa hadir tepat waktu seperti biasanya di apartemen Adreea karna keracunan makanan yang ia terima sejak semalam.
Adreea tidak sebengis itu, membalas chatnya cepat, ia meminta sekretarisnya itu untuk istirahat sementara di rumahnya, ia hanya meminta di emailkan schedule nya hari ini oleh si pria bertubuh tinggi itu.
"Lagian bebek goreng udah bau masih aja di embat." Ia bermonolog, kekehan geli memenuhi ruangan berwallpaper putih tulang itu.
Oke baiklah, tidak masalah sehari-dua hari tanpa Derry yang menyetirinya mobil, toh posisi dia kan hanya sekretaris, bukan jobdesc nya untuk menyetiri Adreea. Mungkin bisa di pertimbangkan Adreea untuk menghire supir pribadi karna tidak mungkin ia menyetir seorang diri, apalagi bila sore atau malam pulang kerja, tenaganya sudah terkikis ditelan habis oleh kegiatannya seharian penuh.
Memasuki Mercedez Benz kuning seri A35 nya, Adreea yang memakai blazer abu-abu dengan rok span senada menaruh rapi tas kerja hitamnya pada jok penumpang lalu Ia mengibas-ngibaskan tangannya pada bagian lehernya yang terasa gerah karna rambut panjangnya yang ia gerai pagi ini.
Mencoba menstarter mobilnya tapi mendapatkan hasil nihil, Adreea mulai panik. Seingatnya tadi malam mobilnya masih sehat-sehat saja. Mencoba lagi menekan tombol starter mobilnya, tapi berbuah nihil pula, berhasil membuat Adreea mengumpat kesal.
"God damn it. Lo kenapasih Neng." Ia berbicara pada mobilnya yang diberi nama Neneng sambil mengelus-elus stir hitamnya. Sekali lagi, ia menarik nafas panjang, menenangkan dirinya agar tidak semakin panik –juga meredam emosi yang makin mencuat karna kegiatannya tiga kali tidak membuahkan hasil.
Oke gagal sudah percobaan nya meredam emosi, ia bangkit dari duduk tegaknya, keluar dari mobil sedan itu dengan emosi tiada terkira, lalu menutup pintu secara kasar diakhiri dengan sumpah serapah yang berhasil membuat hari nya buruk.
"Fuck off." Adreea menendang ban kanan depan mobilnya dengan frustasi. Sekali lagi ia menyambar kesal, dengan kaki dihentak kasar dengan deru nafas menggebu-gebu, "can you get that shit out of me?"
"Sure, i can."
Spontan menoleh, Adreea mendapati seseorang yang ia kenali tengah berdiri, bersandar pada mobil SUV hitam dengan menyimpan dua tangannya dalam saku celana katunnya.
Darren Jeon.
Glupp Adreea menelan ludahnya.
Darren dengan blazer hitam menarik kaki jenjangnya mendekati Adreea. Samar-samar Adreea melihat sebelah sudut bibirnya tertarik ke atas, "kenapa Re?"
Nyawa Adreea seakan tertarik dari tubuhnya, seperti lupa caranya bernafas. Ia berdiri kaku pada tempatnya. Matanya mengerjap dua kali, memperhatikan lelaki keturunan Korea-Indonesia itu yang makin mendekati tempatnya menapakkan kaki.
Tampan sekali.
"Masih pagi udah cursing aja, kenapa Re?" Darren mengulangi tanya nya karna tak kunjung dapat jawaban.
Masih belum ada jawaban, sepertinya Adreea terlalu terkesima dengan pemandangan pagi hari yang ia terima hari ini.
Adreea mengumpat dalam hati. Sialan. Bikin jelek reputasi gue aja. Bukan kesan pertemuan yang baik bagi Adreea bertemu rekanan kerjanya di pagi buta seperti ini dengan perkataan kasar pula keluar dari mulutnya. Ia mengulum bibir, kikuk hendak menjawab apa.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE CEOS
Romance(M) Darren Jeon, seorang CEO muda keturunan Korea. Sukses dengan paras rupawan dan kepribadian tak bercela. Namun tidak seperti jenjang karier nya yang sempurna, kehidupan pernikahan Darren tak berjalan manis sebab buruknya lakon dari istri yang ia...
