11; Pengamen Dan Ketoprak

989 140 44
                                        

Part 11.
2,1k words
Unedited

Happy reading <3

Sore hari yang sejuk, ditemani dengan dessert khas kafe fancy biasa tempat berkumpulnya kaum borjuis. Sekelompok wanita tengah berkumpul dengan agenda arisan yang tak pernah dilewatkam setiap bulannya.

Di ujung meja dengan memakai one shoulder off berwarna merah hati, duduk dengan anggunnya setelah seporsi aglio olio berhasil memanjakan perut ratanya.

Jeannette Tamadiwirdja.

Berusia 32 tahun, seorang lulusan Fashion Designer. Memiliki beberapa butik yang pakaian dan koleksinya tidak bisa di katakan ramah di kantong yang tersebar pada beberapa kota di Indonesia dan beberapa di Luar Negeri.

Tidak seperti Darren, suaminya, Annette adalah salah satu anak beruntung yang terlahir dengan sendok emas di mulutnya. Orangtua Annette memiliki perusahaan di Malaysia yang cukup besar, bergerak di bidang Konstruksi, sama seperti Darren. Namun bedanya, Annette memiliki dua orang kakak laki-laki yang bersedia menggantikan posisi ayahnya saat sudah pensiun. Tidak seperti Darren yang hidupnya selalu diatur orangtuanya —terutama ayahnya.

Kalau Annette pikir-pikir lagi, ia sering merasa kasihan pada suaminya itu. Sepanjang hidupnya selalu dikendalikan orangtuanya. Darren bukanlah seorang anak yang pembangkang, niatnya tulus, tutur katanya juga santun, tidak pernah menggores hati orang lain, tidak pernah neko-neko, pun sangat sayang kepada ibunya. Benar-benar tipikal lelaki idaman wanita.

Namun semenjak awal pertemuan mereka, Annette memang tidak bisa dan tidak akan pernah bisa menaruh hati pada pria itu, ia menuruti perintah orangtuanya untuk di jodohkan dengan Darren karna ia pikir itulah jalan satu-satunya untuk bisa bebas dari belenggu orangtuanya yang mengatur Annette di kehidupan percintaannya saat itu.

Dengan kesepakatan yang cukup alot, Annette berhasil meyakinkan kekasihnya saat itu bila Annette berani bersumpah tidak akan pernah jatuh cinta dengan pria bermarga Jeon itu, dan tepat sekali, hingga tahun ke-5 pernikahannya, Annette benar-benar menepati janjinya.

Lamunannya buyar saat lengannya di sentuh Sisca –salah satu teman arisan sosialitanya.

"Lo ngelamunin apaansih Nett?"

"Hmm?? Nothing. Kenapa?"

"Ga apa-apa sih, soalnya gue liat lo kayak banyak pikiran gitu. Mikirin apaansih?"

"Bukan apa-apa." Ia menggeleng kecil, menyematkan senyum kecil di bibir.

"Kirain mikirin soal anak." Meira nyeletuk dari 3 kursi setelah Annette duduk.

"Eh iya.. Nett. Lo mau gue kenalin sama Spesialis Obgyn yang kemaren handle ipar gue gak?" Tawar Laura tanpa pikir panjang. Tidak ada intention apa-apa selain pure karna kasihan melihat salah satu kawannya ini belum juga dikaruniai buah hati.

"Gimana-gimana?" Bukan Annette yang menjawab dengan penasaran, melainkan temannya yang lain, Lisa.

"Iya Lisss, lo tau kan ipar gue tuh sama kakak gue udah lama banget nikahnya. 10 tahunnnnn. Selama 10 tahun mereka udah bolak balik ke LN cari dokter sana-sini, ke pengobatan herbal segala, tapi nihil. Ga ada yang berhasil bikin ipar gue bunting. Eh Puji Tuhan sekarang udah hamil abis konsul sama Spesialis Obgyn di Singapore ini."

"Emang sebelumnya ga pernah nyobain bayi tabung?" Sisca yang mulai tertarik mulai ikut nimbrung obrolan teman-temannya.

"Sudah Sissss, ya tapi kagak ada yang berhasil. Sudah terapi sana sini tapi tetep garis 1."

"Tuh Nett, lo minat ga? siapatau sama SpOG yang ini berhasil." Sisca menyentil dagu Annette.

"Dia praktek di Singapore sih, harus bikin janji 2 bulan sebelum dulu kalau mau konsul sama dia, kalo lo mau, lo bisa bikin appointment sekarang, 2 bulan lagi cuss." Kata Laura menawarkan.

THE CEOSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang