Secret

1.2K 65 0
                                        

Dean mendekap Adara erat, "Jangan lihat kearah sana..."

Bodyguard Thalia sudah ambruk, sementara Thalia masih disana berdiri dengan tenang.

"Usaha yang bagus..."

Thalia menyodorkan pistol kearah Dean. "...Kau panggil polisi juga, bukan?" Tanya Thalia.

"Aku tak memerlukan mereka untuk menangkapmu." Ucap Dean.

Dean melepaskan Adara perlahan. "Ikut dengannya. Aku akan cepat pulang." Bisik Dean.

Adara mencengkeram jas Dean kuat-kuat. "Aku akan menunggumu. Aku takkan pulang sendiri..." Ucap Adara.

"Patuhlah, gadis kecil."

"Aku tidak mau pulang!?"

"Kau lebih baik ikut bersamaku, sayang..." Ucap Thalia. Adara diam menatap Thalia disana.

"Pulang..." Ucap Dean.

Adara menggeleng.

"Adara..."

"Tidak!"

Dean menatap bodyguard di belakangnya. Bodyguard itu menarik Adara cepat. "Lepaskan!!!"

Dean berbalik. "Ayo saling membunuh..." Ucapnya. Thalia mengangkat senjata.

"Kalau kau tidak mati, aku yang akan susah..." Ucap Dean.

"Begitu juga kau. Maka matilah." Ucap Thalia.

"Dean!! Hentikan!" Teriakan Adara sudah tak lagi di dengar.

"Ada kata terakhir?" Tanya Dean.

"Memangnya siapa yang akan mati?" Tanya Thalia.

"Both of us..."

"Jangan naif, Dean. Kau belum punya penerus perusahaan." Ucap Thalia.

"Aku akan segera memilikinya. Yang kau butuhkan hanya balas dendam." Ucap Dean.

Adara terus meronta. "Lepaskan aku! Kalian menyakitiku! Aku bersumpah kalian akan menyesal!" Teriak Adara.

Tapi 3 laki-laki bertubuh besar itu hanya diam dan menyeret Adara menjauh.

"DEAN!!!"

Dean masih mendengarnya. "Aku akan ingat suara itu..." Ucapnya pelan.

Thalia masih disana, dengan ujung pistol yang terus menunjuk Dean.

"Aku tak mengira akan menjadi mafia seperti ini..." Ucap Thalia.

"Kau benar-benar tahu cara memberikan pengalaman terbaik." Ucap Dean.

"Tentu saja. Apa ini termasuk dengan kematian ayah gadis itu?" Tanya Thalia.

Dean mengerutkan dahi. "Apa maksudmu?" Tanyanya.

"Bagaimana tentang kematian ayah gadis lucu itu?" Tanya Thalia.

Dean diam. "Bukankah dia akan segera tahu siapa yang membuat ayahnya mati?"

Dean terdiam. Kecelakaan itu...

"Kau yang melakukannya?" Tanya Dean.

Thalia diam tersenyum. "Bagaimana kau melakukannya?" Tanya Dean.

"Kau harus cerdas, jika tidak... kau takkan tahu bagaimana caranya agar tetap aman..." Ucap Thalia.

"Bagaimana kau melakukannya?" Tanya Dean.

"Kecelakaan sederhana seperti itu adalah hal mudah. Apalagi ayah gadis itu tidak bisa melihat jalanan dengan jelas tanpa lampu depan." Ucap Thalia.

Dean masih diam mendengarkan. "Lampu mati dan rem blong, sudah sangat sempurna..." Ucap Thalia.

Beauty And The BossCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang