➷chapter 4 -siapa?-

1K 93 24
                                    

Satu tetes air turun dari langit, mendarat di kelopak mata sesosok laki-laki, sontak ia langsung membuka mata nya, dan mendudukan dirinya.

'Gang ini... Yang kemarin itu kan?' batinnya.

Seperti yang ia duga, terdengar suara isakan tangis seorang gadis, ia langsung ingat betul suara itu, tiba tiba badannya gemetar, ia berpikir, apa maksud semua ini?

Mimpi seorang gadis yang sama selama 3 hari berturut-turut, apa kaitannya dengan kehidupannya? Siapa sih gadis itu? pertanda untuk masa depan? Atau masa lalu? Dan kenapa gadis itu menangis?

Dia berdiri, berjalan ke luar gang, hujan membungkus kota, sudah malam, ia menoleh ke arah kanan, persis seperti kemarin, ada kursi panjang di samping jalan, dan seorang gadis dengan surai hitam panjang duduk di atasnya.

Ia berjalan ke arah belakang gadis itu, ingin sekali mendekatinya, tapi ia mengingat kejadian kemarin, benar benar membuatnya kaget.

Isakan gadis itu semakin menjadi jadi, menangis, seperti punya masalah yang sangat sulit, hidupnya berantakan.

"AAAKH!! KENAPA?!!! APA YANG KAU LAKUKAN AYAH?!!" tiba tiba gadis itu berteriak, gadis itu berteriak sambil menangis.

Kaizo hanya diam di belakangnya, berpikir keras, apa yang harus ia lakukan? Apa menunggu saja sampai bangun dari tidur nya?

Entah apa yang terjadi, di pikirannya ada seseorang berkata "beri dia kasih sayang", kaizo terbelalak, ia mendengar suara itu bukan dari telinga, tapi dalam pikirannya.

'Beri kasih sayang? Macam mana?' tanyanya dalam batin, tapi suara yang tadi muncul di pikirannya tak menjawab.

'Sedang hujan... Itu artinya, aku kene lindungi gadis ni dari hujan?' setelah itu dia membuka jaketnya, berjalan mendekat ke gadis itu lewat belakang, dia membuka jaketnya lebar lebar di atas kepalanya, lalu meletakannya di atas kepala si gadis itu.

Gadis itu diam, berhenti menangis, melihat gadis itu diam saja, kaizo berjalan ke arah depannya, gadis itu tetap menunduk saat kaizo sudah didepannya.

Perlahan lahan, kepala gadis itu mendongak, melihat kaizo, terlihat matanya yang sembab, seperti orang yang habis menangis pada umumnya.

Iris merah tajam itu menatap si gadis, gadis itu membalas dengan tatapan sayu, melihat itu kaizo menjulurkan tanganya, seakan ingin membantu gadis itu berdiri.

"Kau... Tak pe?" Tanyanya.

Gadis itu tak menjawab, melainkan tangan miliknya dia taruh di atas tangan kaizo, dan kaizo langsung menariknya lebih dekat, membuat gadis itu berdiri.

Setelah berdiri, gadis itu menunduk lagi, dan menggeleng.

"Tak payah menipu, cakap dengan jujur" Kata kaizo, kali ini nadanya tegas.

Gadis itu menggeleng lagi.

"Aku tau, kau sedang melewati masalah yang sulit"

Lagi lagi gadis itu menggeleng, membuat jaket yg ada di kepalanya terjatuh, kaizo sedikit kesal, tapi ia ingat kata kata itu "beri dia kasih sayang", sekarang dia bingung, bagaimana ini?

Kaizo tak pernah mengerti perempuan, dia jarang bergaul dengan perempuan, adiknya saja laki laki, bagaimana dia bisa tau?

Entah ide dari mana, tiba tiba kaizo mendekat ke arah gadis itu dan langsung memeluknya, gadis itu terbelalak, ia memberontak, mendorong dada bidang kaizo, sedangkan kaizo mempererat pelukannya.

"Aku tau, saat seperti ini, seseorang pasti butuh pelukan" Kata kaizo lembut, sambil mengusap lembut puncak kepala gadis itu, gadis itu diam, tak melawan lagi.

Dijodohkan | KaizoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang