➷Chapter 17 -Bencana-

1.2K 96 23
                                    

"Huh? "  (Y/n) menatap benda yang ada di tangannya, sebuah bom.

Nampaknya (y/n) baru saja membuka sebuah kotak pemberian dari abangnya beberapa hari yang lalu.

Ia menaruh bom itu di sebelah kotak tadi, lalu mengeluarkan beberapa barang lagi dari dalam kotak itu.

Ia menemukan dua buah Hand gun (semacam pistol), dan beberapa Refill amo (peluru).

(Y/n) pula baru teringat kalau yang abangnya itu bilang, barang barang ini untuk keperluan misi (y/n).

Ia menoleh ke arah jam dinding, waktu menunjukan pukul 06:57 pagi, saatnya ia keluar pergi misi.

Gadis itu asal membawa bom dan Hand gun itu, tak lupa sebelumnya ia mengisi nya dengan peluru.

(Y/n) menoleh ke arah cermin, lalu mendecak, mata nya terlihat ada sedikit lingkaran hitam, ia segera mengambil krim lalu mengoleskan nya pada bawah mata, setidaknya itu bisa menyamarkan mata pandanya.

Lalu keluar dari kamar nya, di luar, ia melihat Kaizo yang sepertinya sedari tadi menunggu.

"Maaf sudah membuat mu menunggu. " Ucap (y/n), Kaizo mengangguk, lalu mereka berdua berjalan menuju hangar, sebelumnya menemui Nut untuk membawanya ikut misi.

-: ✧ :-


"Hans mana? " Tanya Lyora pada sesosok alien.

"Ooh, dia tengah pergi ke luar baru saja. " Jawab alien itu, Lyora mengangguk dan segera pergi dari tempat itu, terlihat Kassim sedang menyapu lantai, Lyora mendekat.

"Dia sedang keluar, lebih baik kau pergi sekarang. " Bisik (y/n), ia juga mengambil sapu, lalu membersihkan lantai.

"Ada baik nya kau ikut dengan ku. " Ucap Kaizo pelan, (y/n) tertegun, "apa? Kenapa? "

"Hans sedang diluar, kau bisa membantu ku di dalam. " Ucapnya, (y/n) mengangguk, Kaizo menengok kanan kiri, memastikan tak ada orang, lalu menghubungi Nut.

"Aktifkan sabotaj kamera sekarang, Nut. " Perintah Kaizo, di seberang sana, Nut melaksakan perintah Kaizo, dan melapor bahwa sabotase berhasil di aktifkan dalam 10 menit.

Dengan sigap (y/n) dan Kaizo langsung masuk ke dalam ruangan bawah tanah itu tanpa ketahuan, mereka melewati lorong lorong dengan hati hati, banyak penjaga di dalam sana.

Ini pertama kalinya (y/n) masuk ke dalam bawah tanah penuh lorong dan pintu pintu ruangan, ia hanya mengikuti langkah Kaizo yang memang sudah tau tujuan mereka kemana.

Mereka sampai di depan pintu laboratorium itu, dan mereka bersembunyi di dekatnya, Kaizo melihat ke arah jam tangannya, pukul 10:45.

yup, itu adalah waktu para ilmuwan di Lab makan siang, Kaizo segera mengaktifkan kamera serangga kecil yang baru, untuk memastikan apakah benar-benar tak ada orang di dalam.

Setelah memastikan, Kaizo memikirkan cara untuk masuk ke dalam, karena di dalam, di dekat pintu masuk terdapat kunci yang ditinggalkan.

'Ventilasi? Ruang nya terlalu kecil, tapi... ' batin Kaizo terjeda, ia menoleh ke arah (y/n), sedang (y/n) mengernyitkan dahi nya heran.

.
.

"B*bi kau. " Umpat (y/n), nampaknya ia sedang berusaha masuk ke dalam melalui ventilasi, kemudian membuka pintu dari dalam.

Kenapa (y/n)? Karena tubuhnya yang kecil itu terlihat muat muat saja di ventilasi.

"Ck, buat je lah. "

"Jangan ngintip, bangke! Nunduk! " Ujar (y/n) protes saat Kaizo mengangkatnya ke atas, Kaizo mendecak lalu menundukan pandangannya.

Posisi nya kedua kaki (y/n) memijak pundak Kaizo, lalu Kaizo berdiri agar (y/n) bisa menggapai ventilasi nya.

Dijodohkan | KaizoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang