Toxic

1.7K 101 0
                                        

Kehadiranku membuat Lani yang begitu heboh tadi seketika langsung diam. Mulutnya manyun kesal. Berbeda dengan pria itu, dia justru terlihat lega dengan kehadiranku.

"Saya dari perusahan ABCD ingin memastikan ibu Nuri ada di kantor atau tidak karena pak Arma tidak bisa menghubungi beliau sejak kemarin sore," jelas pria itu.

"Sesuai jadwal, saya siap bertemu dengan pak Arma di jam makan siang di restauran xxx yang ada di roof top gedung ini," aku mengkonfirmasi dengan jelas jadwal pertemuanku dengan pak Arma.

"Oh Anda sendiri ibu Nuri?" tanyanya lebih lega dari sebelumnya.

Aku mengangguk.

"Ah, syukurlah," terlihat dia bahagaia karena telah menyelesaikan misi.

"Hp saya rusak kemarin sore jadi semua pesan chat dan riwayat panggilannya belum ter-back up ke hp baru. Saya tidak tahu kalau pak Arma menghubungi. Tolong sampaikan maaf saya."

"Baik akan saya sampaikan,"

"Kalau begitu saya pamit masuk dulu," ucapku sembari masuk ruangan kaca di belakang meja kerja Lani.

Dari ruang kaca pria tadi terlihat menatap Lani dari atas sampai bawah dengan raut wajah kesal.

***
Hai pembaca Mengubah Takdir, terima kasih sudah membaca.

Sekarang Mengubah Takdir mau pindahan ke platform lain tentunya dengan judul, cerita dan penulisan yang sudah diperbaharui.

Aku akan bagikan sedikit di sini. Kalau mau baca lengkap langsung aja mampir ya ke Dream/Innovel judul terbarunya "Takdir Baru Istri Bodoh".

Mengubah TakdirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang