Halo semua, baru balik nih, soalnya baru selesai ujian hehe
Jangan lupa dengerin lagu diatas sambil baca ya!!
Sebelum baca vote dululah ya
********
Setelah mampir ke rumah uminya tadi sekarang gus Farid malah jadi menginap disini dikarenakan umi yang memaksa. Saat ini mereka sedang bercanda bersama di ruang keluarga. Tiba-tiba umi datang dengan membawa brownis bikinannya.
"Silahkan di makan."
"Terima kasih umi," ucap mereka.
"Ini tuh kesukaannya Farid tau Nissa, brownis coklat bikinan umi," kata abi sambil mencomot brownisnya.
Nissa mencicipi brownies bikinan mertuanya itu. "Emm, pantesan mas Farid suka rasanya enak."
Nissa melihat remot tv yang tergeletak di bawah meja. Dia membungkuk untuk mengambilnya.
Gus Farid yang asik memakan browniesnya melihat istrinya saat merasakan istrinya sedang mengambil sesuatu.
Dia memegang ujung meja supaya kepala Nissa tidak mengenainya. Saat istrinya sudah duduk kembali gus Farid melepaskan tangannya dari ujung meja.
Abi dan umi yang melihat hanya tersenyum saja. Sepertinya anaknya sangat bucin.
Kemudian Nissa melanjutkan makannya. Dia mengambil botol minuman didepannya. Saat ingin membukanya gus Farid lebih dulu merebutnya dan membukakan tutup botolnya lalu memberikan padanya.
"Terima kasih."
"Aduh abi, umi nggak bisa buka nih," goda umi sambil berpura-pura kesusahan membuka tutup botol.
Abi langsung mengambilnya lalu membukanya. "Nih, apa sih yang nggak buat umi tersayang."
Lalu keduanya tertawa bersama. Gus Farid menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat merasa orang tuanya menyindirnya. Padahal itu cuma hal kecil kenapa abi dan umi sampai segitunya sih kan jadi malu.
Lama berbincang dengan abi dan umi membuat gus Farid merasa pegal duduk terus. Dia mendekat pada istrinya lalu menjatuhkan kepalanya di bahu sang istri. Sambil tangannya memainkan jari-jari Nissa.
"Farid dulu bener-bener nggak pernah deket sama perempuan sekalipun tahu selain umi," kata umi.
"Bahkan dulu waktu umi menawarkan untuk mengenalkan dengan santri aja nggak mau. Nggak tahu aja dia sekarang santri itu tuh yang sekarang dia bucin," sahut abi dengan penekanan diakhir kalimatnya.
"Abi," tegur gus Farid.
"
Kenalin sama Nissa?" tanya wanita itu.
"Iya dong sama kamu," jawab umi.
"Tapi ya si Faridnya aja nolak nih katanya aku tuh lagi suka sama seseorang umi, Farid nggak mau dikenalin sama dia," kata umi sambil menirukan gaya bicara anaknya
Farid sudah meringis malu sedangkan Nissa merasakan wajahnya sudah merah sekarang.
"Umi udah," kata Gus Farid.
*****
Esok harinya Gus Farid dan Nissa sudah berangkat kerja.
"Loh, mau kemana?" tanya Nissa.
"Mau ke kantor. Kamu ikut aja ke kantor. Nggak perlu kerja," jawabnya santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Gus Tampan
Teen FictionAhmad Farid Latael adalah seorang laki-laki yang sangat diidamkan kaum hawa. Dia adalah seorang gus berprofesi sebagai dokter. Tidak banyak yang mengetahui bahwa dia adalah seorang gus di pesantren abinya karena dia melanjutkan studynya di Mesir. Za...
