chapter : 9 _kode keras_

108 8 0
                                        

Yuhu.... alanders......

💜💜💜











Latihan rutin tim basket selalu terasa menyenangkan. Hari ini giliran ketua tim yang unjuk gigi. Bara mendribel bola dan menggiringnya melewati area three point dan memasukkan bola dengan tembakan memukau.

Semua bersorak terlebih saat cowok itu mengedipkan matanya ke arah Genna dan membuat sang gadis menunduk dalam.

Selena menyikut lengan sahabatnya.

"Dia udah kode keras tuh... Jangan di gantungin ntar jamuran!" Bisik Selena.

"Apaan sih!" Kesal Genna tak ingin di goda.

"Bara udah ngibarin bendera kalo dia suka sama lo, makanya di tim kita gak ada yang berani deketin lo termasuk kakaknya sendiri, pak Bagas!" Ujar Selena lagi.

"Apa? Pak Bagas kakaknya Bara?" Tanya Genna tak percaya.

"Iya Genna, masa lo gak tau sih?" Sungut Genna kesal.

Latihan akhirnya selesai dan Bara segera mendekat kearah keduanya. Selena yang paham segera menyingkir pamit.

"Gen, gue tunggu di ruang ganti ya!" Putus Selena lalu pergi begitu saja.

"Tapi Sel-"

"Hai Genna!" Sela Bara cepat dan hangat.

Gadis itu tersenyum kikuk.

Tanpa permisi ia langsung duduk di sisi Genna.

Hening.

"Byy!" Panggil Bara.

"Ha! Lo manggil gue apa?"

"Babi!" Jawab Bara asal.

"Dih anjing!"

Bara terkekeh.

"Berharap amat dipanggil baby!" Ledek Bara.

"Gue gak geer!" Sanggah Genna.

"Serius yang?"

"Tuh.. Elu-"

"Kuyang!" Sela Bara lagi.

"Bangsat!" Maki Genna.

Bara tertawa puas akan ekspresi Genna.

"Weekend nanti jalan yuk! Gue jemput ke rumah!"

"Pd amat ngajak jalan!" Hujat Genna.

"Pd dong, gue kan ganteng! Ga mungkin di tolak!"

"Ini baru mau gue tolak!" Sanggah Genna.

"Yah jangan di tolak, bangsat lu ye nolakin gue! Ganteng lho ini gak malu-maluin!"

"Kok lu maksa?" Sewot Genna.

"Maksa lah!"

"Gak dibolehin bunda!" Ujar Genna kemudian.

Bohong. Jika bukan karena makhluk siAlan itu Genna akan langsung mau, lagi pula dirinya jarang keluar. Butuh healing katanya.

"Weekend gue ke rumah, mau ijin langsung!" Final Bara.

"Yakin dek? Berani bener!" Ledek Genna.

"Berani lah. Mau ijin nikahin anak orang kudu berani!" Sahut Bara.

Genna mengeplak bahu Bara yang mulutnya asal bicara.

"Sembarangan! Serah lo deh, datang aja kalo pengen di bacok, gue tunggu!" Putus Genna lalu bangkit.

Ia menepuk pundak Bara dengan raut wajah serius seakan yang ia katakan adalah benar. Bara tanpa sadar menelan saliva, ngeri juga jika wajah tamvannya di bacok bunda Genna.

Heart GrafterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang