Alan terkejut bukan main di tengah tidurnya karena mendapati seember air mengguyur dirinya.
"anjing!" Makinya pelan.
Ia menatap sengit pada gadis yang memegang baskom air dan tersenyum kecil kearahnya.
"Lo!!"
"Apaa? Apa? udah jam tujuh bahlul, dibangunin kaya orang mati!" sela Genna cepat.
"Harus banget lu nyiram gue?"
"Iyaa biar tau rasa! Lagian kelas pagi Mulu, masih SMA apa? gue yang repot!!" cecarnya lagi.
Alan menatap Genna dengan wajah kesal. Sepertinya semakin Alan melunak semakin gadis ini melunjak, begitu pikirnya karena akhir-akhir ini sikapnya terlihat sedikit santai pada gadis itu.
"keberatan lo sekarang?" tanyanya sengit.
"dari dulu juga keberatan! sana mandi, bau keboo!"
"cocoteee" sahut Alan tak mengindahkan
"MANDIII ANJ!"
—————
Alan mengusap wajahnya di bawah guyuran air yang berasal dari shower. Kalau diingat-ingat Genna menjadi sangat emosian semenjak terakhir kali Reyzia datang kesini. entahlah mungkin gadis itu sedang melampiaskan amarahnya atau mungkin balas dendam pada Alan?
Genna jarang terbawa emosi atau meledak ledak kecuali saat PMS. Mungkin Reyzia sudah keterlaluan terakhir kali, diantara anggota keluarga Alan yang tidak suka akan Genna hanya ibunya lah yang paling toleransi akan kehadiran anak haram itu. walaupun menurut Alan tak ada yang benar-benar tulus pada Genna, buktinya. Melissa bahkan hanya diam saat Alan melaporkan Reyzia yang semena-mena memperlakukan Genna minggu lalu. Laska? sang kakak yang notabene nya 'kecintaan' pada gadis itu bahkan memilih tutup mata.
Selesai dengan mandinya, Alan mematikan shower, meraih handuknya lalu berjalan keluar kamar mandi. outfit yang akan ia kenakan sudah tertata rapi di kasurnya beserta tas kuliah yang sudah di siapkan oleh Genna. Alan tersenyum kecil, gadis itu bahkan sudah mengganti sprei yang basah setelah menyiramnya tadi. ia berjalan ke arah nakas dan meraih ponselnya yang terus saja mendapat notifikasi pesan. ternyata room obrolan mata kuliahnya sedang ribut karena dosen yang menjadwalkan ulang perkuliahan hari ini akan di ganti pada akhir pekan nanti. cowok itu berdecak kesal. sia-sia usahanya bangkit dari kasur kalau begini.
perhatiannya teralihkan saat samar-samar mendengar deru motor. ia melangkah menuju balkon dan benar saja, di bawah sana ada Genna yang tersenyum saat Bara menjemputnya. terhitung sudah dua minggu gadis peliharaannya terus menempel pada berandalan itu, yang membuat Alan terbakar adalah keduanya terlihat serasi. membuat Alan terus overthinking apakah keduanya menjalin hubungan spesial.
"nempel banget gua liat liat" gumamnya.
Ia mengepalkan tangannya saat Genna bahkan memeluk Bara sebelum motornya meninggalkan pelataran gerbang dan hilang dari pandangannya.
~~~
"kusut amat tu muka, losetreak yaa?"
Alan tak menjawab ejekan teman dekatnya itu.
"login kuy, butuh beban nih gue" ujar Harsya sambil tersenyum lebar.
Alan berdecak dan memilih beranjak untuk pindah tempat duduk. Ia sudah tiba dikelas lima belas menit lebih awal untuk kelas keduanya pada jam sepuluh pagi, Alan jadi tak ambil pusing akan kelas pertama yang akan dipindah ke akhir pekan nanti. Karena Genna sudah lebih dulu mengambil alih pikiran Alan. Statement Genna berpacaran terus nangkring di kepalanya.
"ih si anjing sok cuek" kesal Harsya.
Malas bertanya apa yang terjadi dengan Alan, Harsya justru pergi ke meja belakang tempat Keysa dan teman-temannya sedang asyik tik-tokan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heart Grafter
Teen Fiction"dia siapa ayah?" Tanya Alan polos. "Alan, ini hadiah ulang tahun kamu!" Ujar Samuel pada Alan. "Alan, kenalin ini Genna! Adik kamu! Genna, ini Alan kakak kamu!" Ujarnya lagi. Alan tersenyum senang. "Hai aku Alan, kamu itu hadiah ulang tahun aku!" U...
