Aing kambekk.....
Sedari tadi Genna tidak bisa fokus karena hal yang mengganjal di pikirannya. Di tambah ucapan unfaedah rayuan dewa buaya, mantap sudah ujian Genna.
Alan kerasukan apasih? Tiba-tiba hobi sekali menggoda? Kan Genna jadi..... Bangke. Ya kali salting.
"Kak!" Panggil Genna.
"Apa sayang?!"
"Sinting!"
Alan tak menanggapi malah semakin menatap Genna.
"Kak Alan punya pacar?" Cicit gadis itu.
Alan mendelik.
"Kenapa lo kepo?" Sewotnya.
"Genna soalnya juga peng-"
"Lo gak boleh pacaran!" Sela Alan cepat.
"Ck! Soal ngatur lo nomor satu.. Nyokap gue aja bukan!" Sinis Genna.
"Lo kan punya gue!"
"Punya gue pala lo! Bacot!" Sembur gadis itu tak terima.
"Lo berani ya sekarang?! Nantangin!"
Alan mencengkeram rahang Genna.
"Lo ngomong kasar lagi..." Alan menggantunggkan kata-katanya.
"Apa?"
"Gue cipok lo!" Ancam Alan tajam.
Allahuakbar. Kalo gitu dijamin Genna ngebacot dan kasar tiap hari.
Genna meneguk ludah sambil mengulum bibirnya, bisa gawat nasib bibirnya, Tidak boleh. Ia memilih tutup mulut dan mengangguk kemudian melanjutkan tugas.
Beberapa menit kemudian
"Kak Alan, Genna gak paham!" Keluhnya pada Alan.
"Mana?" Ketus Alan.
Genna menyodorkan bukunya pada cowok itu. Alan membaca soal tersebut lalu menatap Genna dengan wajah berseri tanpa dosanya.
"Disini ditanya perbedaan life sama live!" Jelas Alan.
"Life kehidupan, kalo live siaran lansung!" Jawab Genna polos.
"Itu lu yang bego!"
"Ya terus apa dong?" Kesal Genna.
"Life itu bisa berarti noun atau adjective sedangkan live itu kata kerjanya!" Jelas Alan sabar.
"Ooo! Pantesan dari tadi teksnya gak nyambung... Ternyata bego!"
~~~
Riuh tepukan tangan menggema diseluruh lapangan indoor, Genna lagi-lagi menarik banyak perhatian atas kemampuannya. Selena tersenyum walaupun ia kalah battle dengan sahabatnya itu
"Bikin iri deh! Hebat banget!" Puji Selena.
"Bukan hebat, lagi beruntung aja. Lo lebih hebat kok!" Balas Genna.
Setelah latihan berakhir keduanya berjalan menuju ruang ganti. Hari ini ia mendapat buket bunga dari Bara. Ketua tim basket dan akan menyimpan benda itu di lokernya.
"Loh? Gak dibawa pulang? Kok lo simpen di situ?" Tanya Selena.
"Kenangan selama gue di tim tempatnya disini. Kenangan gue selama sekelas sama lo tempatnya di loker kelas. Setiap kenangan punya tempatnya sendiri!"
Kalau soal alibi Genna jagonya. Mana mungkin Genna membawa buket itu pulang bersamanya, bisa berabe jika Alan tahu ia dapat buket dari cowok.
Selama tiga tahun persahabatannya dengan Selena, ia tak pernah memberi tahu sang sahabat tentang diri yang sebenarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heart Grafter
Teen Fiction"dia siapa ayah?" Tanya Alan polos. "Alan, ini hadiah ulang tahun kamu!" Ujar Samuel pada Alan. "Alan, kenalin ini Genna! Adik kamu! Genna, ini Alan kakak kamu!" Ujarnya lagi. Alan tersenyum senang. "Hai aku Alan, kamu itu hadiah ulang tahun aku!" U...
