Ini akan sedikit membingungkan karena akan ada part yang hanya berisi narasi aku bercerita secara langsung. Juga ada part dimana isinya seperti cerita dengan dialog, karena beberapa part sudah ku siapkan.
.
.
.
Aku sangat terbuka jika ada yang ingin bertanya. Tentang alur cerita ini yang masih belum terjawab.
.
.
.
Sakura bertemu dengan Shi. Shi adalah mantan pacar Sakura dulu saat kuliah. Pria itu sangat terobsesi dengan Sakura, hingga Sakura bertemu Co-Ass dan bertemu dengan Prof. Tsunade yang membuat Sakura bisa menjauh dari pria itu. Karena kedekatan ini Tsunade juga yang merekomendasikan Sakura langsung kepada Ibu Sasuke (pemilik RS tempat Sakura Co-Ass) untuk diberikan penawaran beasiswa S2 dan specialist. Sakura mengambil kesempatan itu. Sampai setelah pendidikannya semua selesai. Ia akan di sekolahkan lagi di luar negeri. Untuk S2 nya. Sakura bertemu dengan seorang pria (aku lupa namanya siapa).
Sasuke dan Sakura akan melakukan perjanjian win win solution, katanya. Perjanjian menjadi kekasih pura-pura. Pura-pura untuk menghindari Shi dan Sasuke akan berhenti di cecar oleh ibunya.
Alasan Sakura resign adalah ia merasa kalut. Rasa bersalah, rasa marah, rasa kecewa terhadap diri sendiri campur aduk. Kejadian fatal yang membuat Sakura merasa sangat-sangat bersalah.
Sakura bertemu dengan pria itu di rumah sakit tempat lamanya bertemu. Mereka sangat serius dengan hubungan yang mereka jalani, namun semua orang menentang hubungan mereka. Termasuk Supervisor Sakura, yang termasuk juga kepala rumah sakit Prof. Tsunade. Beliau menganggap pria itu adalah hambatan untuk karir Sakura nanti. Karena Tsunade berniat untuk menjadikan Sakura dengan kejeniusannya sebagai kepala rumah sakit termuda nantinya.
Makanya dengan ijin Nyonya Uchiha, alias Mikoto. Mereka sepakat mengirimkan pria itu ke luar negeri. Tentu saja, sekaligus bukti kalau sebenarnya pria itu hanya memanfaatkan Sakura. Soalnya pria itu tahu kalau Sakura adalah anak emas. Ia merasa dengan mendekati Sakura akan mendapatkan rekomendasi yang bisa membuat karirnya berjalan mulus. Benar saja pria itu menerima tawaran Tsunade. Meninggalkan Sakura.
Hari itu Sakura bertugas seperti biasa. Namun setelah mendengar berita kalau kekasih hatinya pergi meninggalkan dia tanpa sepatah kata apapun Sakura mengejarnya. Sakura melupakan tugasnya.
UGD sangat padat waktu itu. Ketika seorang anak balita dengan demam tinggi masuk. Dokter yang berjaga sibuk dengan pasien-pasien kritis kecelakaan beruntun, sehingga anak ini lamban mendapat pertolongan. Perawat mencoba menghubungi Sakura meminta bantuan tenaga, tapi tidak ada jawaban. Perawat telah berusaha semaksimal mungkin. Namun nyawa anak itu tidak tertolong. Sakura menyalahkan dirinya, dan Tsunade mengijinkan Sakura resign. Dengan alasan kesehatan mental Sakura.
Rencana Tsunade mengijinkan untuk 1 atau 2 bulan saja. Karena mereka akan tetap mengirim Sakura untuk melanjutkan sekolahnya. Namun rencana ini berubah karena Mikoto melihat Sakura bisa mengubah anak bungsunya. Sakura dan Mikoto belum pernah bertemu. Pertemuan mereka pertama kali di rumah orang tua Sasuke. Selama ini Mikoto hanya melalui Tsunade. Mikoto mengijinkan perpanjangan waktu untuk Sakura rehat dari dunia pelik kesehatan. Lagipula perusahaan keluarga nya di bidang yang lain membutuhkan tenaga Sakura. Tidak ada sekretaris yang betah bersama anaknya.
Oh iya, Naruto juga sudah dipaksa kerja sama oleh Tsunade. Kalau yang pernah baca sebelum di unpub the boys takut sama Tsunade. Soalnya Tsunade ini mantan kepala sekolah + dokter pribadi keluarga mereka semua. Tsunade tahu kalau Sakura akan butuh pekerjaan. Dia juga tahu memastikan Sakura akan melamar disana. Dari mana ia akan memastikan nya? Ino adalah mata-mata Tsunade untuk mengawasi Sakura. Mengawasi agak Sakura tidak bertindak menyakiti dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Plan
FanfictionLONG STORY [DISCONTINUE + EXPLAINATION PLOT] Haruno Sakura memilih resign dari pekerjaan nya sebagai dokter anak di sebuah rumah sakit swasta terkenal. Dia ingin mencari angin baru dengan bekerja di perusahaan Entertainment bagian kesehatan. Namun d...
