Sakura cukup terkejut mendapati Sasuke sudah duduk dengan tenang di kursinya. Biasanya, ialah yang menjadi penghuni pertama ruangan itu jika masih jam segini, masih terlalu pagi. Sedangkan sang bos biasanya sibuk keliling gedung untuk mengecek studio yang akan melakukan live atau pekerja lainnya di editing maupun HRD.
Bosnya duduk sambil memainkan Handphone nya.
"Pagi Haruno."Sapa Sasuke pertama kali ketika mata mereka bertemu.
"Pagi." Jawab Sakura agak canggung karena mereka jarang bertegur sapa untuk mengucapkan selamat pagi. Sasuke biasanya begitu masuk akan meminta dirinya membuat memo untuk kepala divisi yang ia temukan ada masalah atau tidak meminta Sakura membacakan jadwalnya hari ini dan dokumen yang diperlukan.
Sasuke mengerutkan keningnya melihat Sakura tetap memperhatikannya.
"Ada yang salah?"Tanya Sasuke pada akhirnya.
"Apa tidak ada razia seperti biasanya?"Sakura akhirnya mengeluarkan pertanyaannya. Namun respon Sasuke membuatnya tambah mengerutkan keningnya. Sasuke tersenyum kecil kemudian menggeleng.
"Tidak. Hari ini adalah hari yang besar."Katanya.
"Hah? Hari ini hari Jumat pak, dan memang ini hari yang cukup agung."Sakura tidak mengerti. Mendengar perkataan Sakura membuat Sasuke tertawa kecil.
"Bukan itu maksudku."
"Ah ya, aku mengerti."Sakura mengingat bahwa hari ini UE akan mengadakan pertemuan dengan agensi entertainment lain. Mungkin Sasuke sangat bersemangat dengan hal itu. Ia mengangguk pelan.
Seperti biasa yang dilakukannya tiap pagi, Sakura selalu menghindari macet dengan memilih memakan sarapannya di kantor. Hanya makanan yang mudah ia masak di pagi hari. Hari ini menu sarapannya adalah nasi putih, telur gulung, tomat dan sisa masakannya semalam kare kentang dicampur daging ayam yang dia hangatkan. Sarapannya tertata rapi dalam kotak bento berwarna pink di atas mejanya, tempat air minum berwarna sama dengan kapasitas satu liter selalu Sakura isi air putih. Selama masih bekerja di KIH Sakura, Sarapan adalah hal yang wajib ia lakukan. Karena ia bisa saja melupakan jam makan siangnya dan memanfaatkan waktunya itu untuk beristirahat tidur.
Bau kare dan nasi samar tercium memenuhi ruangan, mengundang Sasuke melangkah menuju meja sekretarisnya itu untuk melihat apa isi dari kotak bento itu.
"Kau bawa bekal apa?"Tanya Sasuke terdengar antusias.
Sakura memandang Sasuke yang kini menarik kursi duduk di hadapannya.
"Ikut sarapan boleh? Kakashi harusnya sudah datang membawa sarapanku sepuluh menit yang lalu, dan aku ada janji tiga puluh menit lagi."
Sakura menatap tajam bosnya. Bukankah jadwal Sasuke akan dimulai jam 10 nanti? Pagi ini pria itu tidak memiliki jadwal apapun.
"Aku lupa bilang padamu Sakura. Kosongkan semua jadwalku hari ini."
Sakura rasanya ingin mengamuk marah pada pria dihadapannya. Tidak ada rasa bersalah sama sekali ditunjukkan oleh bosnya. Sakura bisa harus mengatur kembali jadwal seminggu kedepan jika hari ini Sasuke meminta untuk pengosongan jadwal. Rasa laparnya hilang, yang ada rasa ingin meremukkan gedung UE kalau bisa.
"Besok-besok tugas buat jadwal serahkan saja pada Kakashi."
Sasuke sadar dengan amarah yang memenuhi sekretarisnya itu, anehnya ia sama sekali tidak takut. Sasuke merasa Sakura sangat lucu ketika menahan amarahnya. Ia tersenyum kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Plan
FanfictionLONG STORY [DISCONTINUE + EXPLAINATION PLOT] Haruno Sakura memilih resign dari pekerjaan nya sebagai dokter anak di sebuah rumah sakit swasta terkenal. Dia ingin mencari angin baru dengan bekerja di perusahaan Entertainment bagian kesehatan. Namun d...
