"Jadi kau diterima?"Tanya Ino. Sakura mengangguk sambil menyuapkan sesendok es krim ke mulut nya.
"Dan kau jadi sekretaris?"Tanya Tenten. Sakura kembali mengangguk.
"Kau adalah sekretaris big boss?"Tanya Tenten yang sama sekali belum percaya dengan cerita Sakura. Dokter menjadi sekretaris, tidak masuk akal. Sakura hanya mengangkat bahu.
"Godness! Kau sangat beruntung?!"Seru Ino memukul meja Caffe. Ia tidak perduli bahwa pengunjung lain bisa melihat mereka. Masa bodoh, pengunjung lain siapa yang bersama mereka jam 11 malam di McD.
Tenten mengangguk pelan membenarkan penyataan Ino.
"Beruntung dari mana? Kenapa kalian tidak bilang head HRD adalah Naruto Uzumaki?"Sakura menunjuk kedua temannya dengan sendok es krimnya.
Mata Tenten membulat seperti donat, "Jangan bercanda, seminggu yang lalu head HRD masih Suigetsu mesum yang suka memperhatikan dada wanita."Tenten tak percaya. Dia sama sekali tidak mengetahui hal ini. Dia masih melihat Suigetsu masuk kedalam ruang head HRD seminggu yang lalu.
Sakura menusuk kasar es krim di gelas nya.
"Jangan sampai aku bertemu dengan Suigetsu itu. Orang seperti itu harus diberi pelajaran."
Sakura kembali menusuk es krimnya dan tidak peduli jika bentuknya sudah sangat hancur. Ino dan Tenten saling melihat satu sama lain. Mengangguk setuju.
"Syukur saja Hinata tidak disini. Bisa habis nanti dia."Ino memakan kentang gorengnya.
"Benar. Hinata menyukai Naruto dan Naruto juga mengejar Hinata. Aku tidak bisa membiarkan rubah jelek itu bersama dengan Hinata ku yang polos."Seru Tenten.
Sakura mendorong gelas es krim menjauh dari hadapan nya. Ia tidak berselera lagi memakan es krim.
"Kalian kenal Karin?"Tanya nya malas. Sakura rasa mulutnya seakan berdosa mengucapkan nama itu.
Ino dan Tenten saling bertatapan.
"Uzumaki Karin yang kegatalan seperti kurap sama big boss?" -Ino
That's bitch, Sakura sudah yakin.
"Uzumaki Karin si resepsionis yang pernah berkelahi dengan resepsionis di lantai HRD karena liburan kemarin dia tidak di ikut sertakan?" -Tenten.
Satu.
"Uzumaki Karin yang mengklaim dirinya tercantik di UP" -Ino.
Dua.
"Uzumaki Karin PHO hubunganku dengan kiba setahun yang lalu" -Tenten.
Tiga.
"Astaga! Dia pantas mendapat pelajaran!"Sakura berseru tak terima. Perempuan itu bahkan sudah mengibarkan bendera perang dengan nya sejak sore tadi.
"Apa itu ada hubungannya dengan blazer mu? Aku baru memperhatikannya. Untung saja ini tengah malam, kalau masih siang mana mau aku jalan dengan blazer mu yang menjijikan seperti itu."Ino memperhatikan Blazer Sakura yang bernoda krim dan coklat.
"Hei teman apa bukan?!"Seru Sakura tidak terima.
"Ngomong-ngomong Sakura. Aku tadi lihat kayaknya kau pakek sandal jepit? Di mana sepatu mu? Tidak mungkin kau pergi ke kantor dengan sandal jepit itu kan?"Tenten menunjuk kaki Sakura.
Emosi Sakura kembali menjadi.
"Blazer ku ini karena Karin yang dengan sengaja membuang cupcakenya ke arahku sewaktu pulang." -Satu
"Dan sepatu ku? Aku membuang Louboutin di tempat sampah depan kantor! Uzumaki Karin melemparkan Cupcake kearahku dan membuatku jatuh. Heels-nya patah. Benar-benar rusak." -Dua
"Aku sama sekali tidak peduli bahwa marga Naruto sama dengan Karin. Aku tidak peduli! Yang aku pedulikan adalah rencana ku. A plan! Rencana balas dendam ku pada Karin" -Tiga
Sakura sudah tahan lagi. Ini baru hari pertama dan Karin sudah berani melemparkan Cupcake kearahnya. Karin sudah bermain dengan orang salah. Karena Sakura tidak akan membiarkan Karin berpikir bahwa ia menang.
Ino menyesap diet colanya pelan, dan Tenten mengangguk pelan.
"Sakura, informasi tambahan. Karin memang sepupu Naruto."Ucap Ino pelan.
Sakura tersenyum licik, sekali tepuk dua lalat. Sekali mendayung dua pulau terlampaui. Sakura pastikan Karin mendapat balasan darinya. Ia pastikan Naruto juga akan mendapat balasannya.
Thank to him later. Sakura butuh memberi pelajaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Plan
FanfictionLONG STORY [DISCONTINUE + EXPLAINATION PLOT] Haruno Sakura memilih resign dari pekerjaan nya sebagai dokter anak di sebuah rumah sakit swasta terkenal. Dia ingin mencari angin baru dengan bekerja di perusahaan Entertainment bagian kesehatan. Namun d...
