Caramel Machiatto

33 4 0
                                        

Pandora Heart fanfic.
Cr Chr: Jun Mochizuki.
Gilbert Nightray x Oz Vessalius.
OOC because gw lupa sifat Oz sama Gilbert gimana TwT.
Cerita ini terinspirasi dari lagu Kawaiine tte iwarechatta.
Agak crossover sama Webtoon Aegis Orta.
.
.
.

Oz tak sadar jika langkah kakinya membawanya ke sebuah cafe. Sepertinya pikiran yang begitu menumpuk membawanya ke suatu tempat untuk dirinya beristirahat sejenak.

Nuansanya begitu monoton layaknya cafe lainnya, namun tak mengubah jika cafe ini cukup unik di mata Oz. Ya kalau kata Sharon sih... "Oz, kau itu tak punya selera ya? Selera mu jelek seperti om-om zaman Victoria"

"Ugh" mengingat itu kembali membuat kepala Oz pusing. "Selamat datang, ingin pesan apa dik?" netra hijau dan keemasan bertubrukan. Pemilik netra hijau menelisik sosok di hadapannya, kemeja putih dengan jeans hitam serta apron dan buku pulpen di tanganya "maaf dik, apa ada yang salah dengan pakaian saya?"

Sang pelayan mengembalikan fokus Oz "ah!" tanganya buru-buru mengambil buku menu, membukanya secara acak "aku pesaaan.. Eum... Ah Caramel Machiatto satu ya!" pelayan itu tersenyum dan menulis pesanan Oz "mohon tunggu sebentar ya dik"

Oz mengangguk, namun tanganya meremat celana seragam miliknya, menahan malu atas kelancangannya tadi "astaga Oz apa yang kau lakukan tadi TwT" kini tangannya bertopang dagu, menatap pada jalanan yang padat.

"Permisi ini pesanannya" sang pelayan meletakkan pesanan Oz "terimakasih..." Oz sedikit menyipit membaca name tag sang pelayan, yang baru ia sadari ternyata tersemat "Terimakasih kak Gil" pelayan dengan name tag Gilbert Nightray itu membungkuk dan tersenyum sebelum akhirnya pergi melayani pelanggan lainnya.

Oz menghela nafas, tangannya mengangkat gelas Machiatto dan menyeruput isinya "huwaa ini enak!" Oz tak pernah menyangka jika salah satu olahan kopi akan seenak ini. Dulu ia pernah mencoba kopi hitam milik pamannya, dan itu sangat pahit, itu lah mengapa ia tak berniat mencoba olahan kopi lainnya.

Dalam pandangannya, netra Oz hanya tertuju pada Gilbert. "Jadi dia yang membuat Machiatto nya?" sebuah senyuman mengembang, dan sepertinya mulai besok Oz akan menjadi pelanggan tetap cafe ini.

....::::**•°❄❇☸❇❄°•**::::....

Buru-buru Oz merapikan peralatan tulisnya saat kumandang bel pulang berseru "Oi babu, kau ingin kemana?" Alice menahan tangan Oz "kenapa kau buru-buru sekali sih? Aku tau ini ujian terakhir kita, apa kau begitu semangat untuk libur semester?"

Mereka memang anak kelas 9 yang baru selesai melakukan ujian kelulusan, namun Alice tak percaya jika bocah di hadapannya ini buru-buru pergi untuk menyiapkan liburan atau mencari sekolah SMA "ah maaf Alice tapi hari ini aku ada acara, jadi kita berbicara nanti" cekalan tanganya di lepaskan Oz begitu saja, dan tentu itu mengundang amarah sang gadis.

Val yang baru ingin memasuki kelas Oz, malah di kejutkan dengan Oz yang berlari keluar "hei Alice, Oz ingin kemana?" dengan kasar Alice memasukan barangnya, netra merahnya melirik Val "tak peduli kemana, tanya saja pada babu tak berguna itu"

Val sweatdrop, ah ya sudah lah.

....::::**•°❄❇☸❇❄°•**::::....

kebanyakan ide njirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang