WHAT IF ABIGAIL MASUK KE TADC? (Berlatar setelah eps 9 TADC)
Abigail Brooks, seorang akuntan di sebuah supermarket kecil dengan hobi melakukan stream saat menelusuri bangunan-bangunan terbengkalai. Salah satunya adalah kantor C&A lama yang telah di tinggalkan sejak 1999.
Abigail ingat jika kantor itu di tinggalkan karena C&A ingin pindah lokasi dengan beberapa alasan. Namun siapa sangka jika video vlognya mengelilingi bangunan terbengkalai itu malah mengundang dirinya ke kantor C&A yang baru.
Kartu nama bertuliskan 'Grant Best' Abigail tatap dengan ragu. "Apa kau Abigail Brooks?" suara pria menyapa gendang telinga wanita itu. Abigail menoleh pada seorang pria paruh baya dengan kumis di sampingnya.
Kelereng kecoklatannya menoleh pada pria itu, menatap fokus pada name tag bertulisan 'Grant Best'. "Ya saya Abigail Brooks" tangan wanita itu terulur yang di sambut baik oleh Grant.
"Saya Grant Best, maaf meminta mu datang kemari secara tiba-tiba. Bisa kita berbicara sembari berjalan?" Grant membuka jalan, Abigail menyambut tawaran itu dengan senyuman hangat.
Keduanya melangkah perlahan "jadi begini Nona Brooks, pertama-tama maafkan pesan email mendadak dari kami" Grant membuka pembicaraan terlebih dahulu, menyampaikan penyesalannya.
"Bukan apa-apa tuan Best, saya juga meminta maaf telah membawa nama C&A dalam video 3 bulan lalu saya" Abigail jua merasa tidak sopan karena videonya menelusuri kantor lama C&A telah mencoreng nama perusahaan teknologi ternama di kota ini. Beberapa komentar di video itu menjelek-jelekkan C&A.
Grant terkekeh pelan dan menggeleng "tidak apa, sebuah bangunan terbengkalai seperti itu memang sudah sewajarnya akan memiliki rumor" keduanya pun terhenti pada sebuah pintu.
"Seperti yang kau tau jika C&A sebelumnya mencoba menciptakan sebuah AI creative 18 tahun lalu, namun sayangnya kami mengalami kegagalan" Grant menjelaskan pada Abigail sembari menuntun Abigail untuk duduk.
Di atas meja di hadapan Abigail, terdapat sebuah VR yang cukup ia kenali "ini... Bukan kah VR sama seperti yang ada di kantor C&A lama?" wanita itu bertanya dengan ragu.
Grant mengangguk sebagai pembenaran, pria paruh baya itu duduk di sebrang Abigail dengan sebuah komputer modern menghalangi wajah mereka berdua.
"Kau benar... Sebenarnya ada satu hal yang ingin ku minta pada mu nona Brooks" ucapan Grant yang serius sedikit membuat Abigail tidak nyaman "VR yang kau kenakan sebelumnya adalah Scan otak yang di gunakan untuk memberi makan (ide²) AI yang sebelumnya kami ciptakan"
VR itu di sodorkan oleh Grant lebih dekat pada Abigail "dan VR kali ini adalah versi lebih canggihnya, lalu untuk permintaan kami... Apa kau bisa membantu kami memeriksa data AI lama kami ini?"
Abigail terdiam seribu bahasa, bukan kah ini terdengar seperti animasi dari Jepang berjudul Sword Art Online?
.・。.・゜✭・.・✫・゜・。.
Abigail menatap sekelilingnya perlahan, menatap kagum rangkaian warna-warni di hadapannya "woah... Ini seperti di dalam tenda circus" langkahnya ia bawa menjelajahi tempat dirinya spawn.
Ia tak menyangka jika sebuah data bisa berbentuk menakjubkan seperti ini, langkahnya terjeda melihat sebuah cermin di sebelah kiri.
Tangan kirinya terulur, menyentuh pipinya "apa ini avatar ku?" ia bertanya-tanya dengan wujudnya saat ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mungkin saja Grant memang memprogram agar Abigail tidak masuk dengan wujud aslinya, bisa saja bagi Grant memprogram dengan wujud asli manusia itu masih sulit.
"Oh Pomni di sini kau rupanya" suara wanita yang sangat lembut menyapa dengan cerita. Abigail menoleh, menatap sebuah boneka Raggedy Ann berjalan mendekatinya.
Ragatha menatap Abigail dengan khawatir "apa kau tak apa? Kenapa ekspresi mu seperti itu?" boneka perempuan itu berniat menyentuh Abigail jika saja Abigail tidak mundur beberapa langkah.
Wanita yang kini menggunakan avatar jester terkekeh canggung "maaf tapi aku bukan Pomni, nama ku Abigail Brooks" kini tangannya terulur, mencoba perkenalan dengan cara lebih nyaman.
Boneka perempuan itu sedikit heran namun tetap membalas jabat tangan tersebut "okie? Apa kepala mu terbentuk sesuai Pomni? Terkahir kali kau mengatakan jika Abby dan kau itu berbeda"
Ucapan Ragatha membuat Abigail bertanya-tanya akan maksudnya. Abigail membuka mulut, berniat bertanya namun terhalang oleh sebuah gigi dengan mata yang berpakai jas berekor merah yang tiba-tiba muncul di antaranya dan Ragatha.
"Kau... Siapa kau!?" Caine datang dengan menunjuk pada Abigail tajam, ekspresi giginya seolah alis berkerut yang marah. Abigail tersentak mundur "woah woah tenang dulu, aku tidak bermaksud jahat"
"Caine? Ada apa dengan mu? Dia kan Pomni" Ragatha nampak kebingungan dengan sifat Caine yang agresif kembali. Caine menatap Raghata dengan ragu "Dia..." AI itu tidak tau harus berbicara apa.
"Caine, Ragatha?" suara familiar mengambil atensi pemilik nama. Keduanya menatap Pomni yang datang bersama dengan Kinger, Zooble dan Gangle.
Abigail ikut menoleh pada arah suara, terkejut melihat avatar sama berada di hadapannya.
Menyadari kejadian itu, Ragatha sedikit tersentak "tunggu, jika yang bersama Kinger dan lainnya adalah Pomni... Lalu siapa kau?" ekspresi boneka perempuan itu kini menjadi was-was melihat Abigail.
Atmosfer di antara mereka menurun. Sebenarnya apa yang terjadi?
. . . . .
To be continue(?)
Awoakwok Ide setelah tau fakta jika semua chr TADC ga kenal satu sama lain di RL 💔 fak.
Sebenarnya mau di bikin panjang, namun mager soalnya ada buku lain yg harus di kerjain :v