"Apa gue gak berhak bahagia dengan orang yang gue cintai?" Sana menunduk.
"Lo berhak bahagia. Tapi menurut gue, cuma orang bodoh yang menghianati sahabatnya hanya karena cinta."
Sana terdiam. Perkataan Tzuyu membuat pandangannya sedikit terbuka. Sana perlahan menyadari apa saja yang sudah dia lakukan.
***
"Hyun," panggil Momo kepada orang didepannya, yaitu Dahyun.
Mereka berdua makan malam bersama seperti yang telah mereka berdua rencanakan.
"Ada apa Mo?"
Momo kembali diam. Dia seolah ragu dengan apa yang akan diucapkannya.
Dahyun terus menatap Momo. Tangannya meraih tangan Momo, mengusapnya. "Kenapa?"
Blushh
Pipi Momo bersemu merah karena perlakuan Dahyun. Hal itu semakin mengurungkan niat Momo untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan kepada Dahyun.
"Mo?" Panggil Dahyun. "Ada apa?"
"Sebenarnya ada apa denganmu dan Sana?" Tanya Momo akhirnya.
Dahyun terkejut, dia tidak pernah menduga Momo akan bertanya seperti itu kepadanya.
Momo tersenyum miris saat melihat keterkejutan Dahyun. Momo bukanlah orang bodoh yang tidak bisa melihat dan merasakan hal aneh diantara gebetannya ini dengan sahabatnya. Momo curiga sejak beberapa bulan lalu. Momo selama ini hanya pura-pura tidak tau, lebih tepatnya tidak mau menerima kenyataan.
"Kamu ada hubungan sama Sana yah?" Ucapnya sambil tersenyum. Senyum palsu.
Dahyun menghela napas. "Ini saatnya," batinnya.
"Dengan berat hati aku jawab, ya. Aku ada hubungan sama Sana. Aku berpacaran dengan Sana," ucap Dahyun.
Momo terkekeh miris. "Kenapa lo gak bilang ke gue? Dan kenapa Sana juga ngerahasiain ini? Sahabat-sahabat gue pasti juga tau. Kenapa mereka semua diam?"
Dahyun terkejut saat Momo menggunakan gue-lo kepadanya. Ada sesuatu yang aneh dihatinya ketika mendengar Momo menggunakan gue-lo kepadanya.
"Aku dan Sana gak mau ngelukain perasaan kamu. Kalau sahabat-sahabatmu, aku tidak tau," ucap Dahyun berusaha menggenggam telapak tangan Momo tapi Momo langsung menghindar. Hal itu membuat Dahyun terkejut.
"Kenap-," ucap Dahyun terpotong.
"Kalo lo pacarnya Sana stop perlakuin gue selayaknya gue istimewa bagi lo. Lo pacar sahabat gue sendiri," ucap Momo.
"Kamu kenapa bilang gitu? Kenapa pakai gue-lo sama aku?"
Momo terkekeh. "Karena lo pacar sahabat gue. Gue gak mau jadi perebut pacar sahabat gue. Cukup gue aja yang ngerasa ditusuk dari belakang sama sahabat, Sana jangan."
Momo bangkit dari duduknya. "Jaga Sana. Perlakuin dia selayaknya pacar."
Momo lalu pergi meninggalkan Dahyun dengan air matanya yang sudah menetes.
***
Mina menggeliat malas saat seseorang mengetuk pintu kamar nya berulang-ulang ketika dia sudah menikmati mimpi indahnya.
Tok tok tok
"Iyaaaa sabarrr," ucap Mina sambil bangun membuka pintu kamar.
Mina terkejut saat mendapati Momo berada didepan pintu kamarnya dengan air mata.
"Loh loh loh? Kenapa?" Tanya Mina panik. "Ayo masuk."
Mina membawa Momo masuk kedalam kamarnya. Mina mengambil segelas air yang selalu ada di mejanya untuk Momo.
"Minum dulu, nanti kalo udah tenang cerita," ucap Mina.
Momo mengangguk. Setelah beberapa saat Momo akhirnya mulai tenang. Dia menatap Mina yang sedaritadi terus menatapnya.
"Sana sama Dahyun pacaran," ucap Momo.
Mina mengangkat alisnya. "Akhirnya lo udah tau. Siapa yang kasih tau?"
"Dahyun."
"Terus perasaan lo sekarang gimana?" Mina menatap Momo.
"Sakit. Sakitnya double Min. Sakit karena gebetan udah punya pacar, dan yang paling sakit pacar gebetan ternyata sahabat gue sendiri," ucap Momo sambil terkekeh.
"Lo masih nganggap Sana sahabat lo?" Mina menatap Momo.
Momo mengangguk. "Mau seburuk apapun perlakuan Sana. Sekali tetap sahabat selamanya bakal tetap sahabat."
Mina kagum dengan Momo. Mina sangat kagum, setelah apa yang diperbuat Sana. Momo tidak membenci atau menyalahkannya.
"Gue kagum sama lo. Lo orang baik, lo berhak dapat yang terbaik," ucap Mina.
Momo mengangguk. "Gue berhak dapat yang terbaik."
Mina tersenyum. "Lupain Dahyun. Coba terima orang yang tulus suka sama lo."
***
Keesokan paginya keadaan The Pretty seolah semakin memanas. Seluruh sekolah sekarang sedang ramai bergosip tentang The Pretty yang menjauhi salah satu anggotanya, siapa lagi kalau bukan Sana.
Selain memanas nya pertemanan The Pretty yang membuat heboh, ada juga pertengkaran Dahyun dan Tzuyu yang semakin memanas. Personil The Cool lainnya selalu berusaha memisahkan Dahyun dan Tzuyu yang selalu berdebat. Seperti pagi ini contohnya.
"Stop!" Jeongyeon berteriak. Dia lelah melihat Dahyun dan Tzuyu yang terus berdebat ditempat umum.
"Apa Je? Lo mau belain anak baru? Mana solidaritas lo?" Dahyun
Jeongyeon menatap heran kearah Dahyun. "Sejak kapan lo berubah jadi kayak orang brengsek gini Hyun?"
"Dari dulu kali Je, cuma sekarang makin parah aja," celetuk Chaeyoung.
Dahyun tertawa. Lalu netranya menatap tajam Tzuyu. "Puas lo! Udah buat sahabat gue lebih ngebela lo?!"
"Gue gak ngelakuin apa-apa," jawab Tzuyu.
Dahyun tertawa. "Dengan hadirnya lo ngerusak semuanya! Lo ngerusak semua!"
"Maksud lo apa?!" Tzuyu tentu saja tidak terima.
"Gara-gara hadirnya lo Momo jadi ngejauh dari gue! Gara-gara lo juga dua sahabat baik gue gak ngedukung gue!"
Tzuyu sekarang benar-benar bingung dengan jalan pikir Dahyun. "Momo ngejauh dari lo itu karena kelakuan lo sendiri. Soal Jeongyeon dan Chaeyoung itu hak mereka mau ngedukung lo atau gak. Coba berpikir pake otak sama hati Hyun. Perbuatan lo cuma ngelukain banyak orang. Mata lo buta atau apa? Pacar kesayangan lo dijauhi sahabatnya sendiri, lo ngerusak persahabatan orang. Itu semua gara-gara lo."
"Kalo lo suka sama Sana tinggal bilang aja, gak usah muter-muter," ucap Dahyun.
Tzuyu menganga. "Wah lo bener-bener udah gak punya otak kayaknya."
Pertengkaran Tzuyu dan Dahyun langsung terdengar. Sekarang semua penghuni sekolah tau apa penyebab keributan The Pretty dan The Cool. Sekarang semua murid membicarakan tentang Sana. Sana yang dulu dihormati sekarang dipandang rendah oleh murid-murid.
"Penghianat datang," seru murid-murid saat melihat Sana berjalan di koridor.
Sana menunduk. Menahan tangisnya.
Dahyun........ Dahyun. Jadi orang itu jangan maruk dong, pilih salah satu. Mau Sana atau Momo, jangan dua duanya diembat dan dikasih harapan palsu. Ehh Sorry Guys, Author nya ikutan emosi gara-gara keegoisan nya Dahyun, udah salah ngotot lagi. Tadinya Author mau Double Up, tapi......... Pas mikir lagi gak jadi aja deh Double Up nya🤣🤣🤣🤣🤣. Sorry 😅
To Be Continue..........................
KAMU SEDANG MEMBACA
PAINFUL
Romansa"Lo gak terbiasa sama perhatian kayak gini?" Momo "Wihh bisa nih dijadiin gebetan," Sana "Sampai kapan kita harus merahasiakan hubungan kita Sana. Gue capek harus ngehindari lo terus," Dahyun "Kalian pacaran?" Tzuyu Ini bukan hanya tentang Cinta s...
