Chapter 17 : Confess (SaTzu)

417 40 7
                                        

"Lo cinta dan sayang sama Minatozaki Sana, sahabat gue?" Tanya Jihyo sambil menepuk bahunya Tzuyu.

Tanpa basa basi, Tzuyu bangun dari tempat duduk merentangkan tangannya dan berteriak "ya, Ji! Gue cinta dan sayang sama lo, Minatozaki Sana".

"Akhirnya gue bisa nyelesain masalah ini" ucap Jihyo sambil tersenyum melihat betapa bahagianya Tzuyu.

"Gue harus nyatain perasaan ini ke lo, San. I Love You So Much, Minatozaki Sana!" Teriak Tzuyu dalam hati.

***

Terdengar suara motor yang terparkir di parkiran sekolah. Suara itu berasal dari motornya Tzuyu, dengan berpenampilan layaknya gadis cool dan gitar yang dia bawa di punggungnya. Saat dia membuka helm dan mengibaskan rambutnya, dia langsung menjadi pusat perhatian dari siswa-siswi yang melihat nya.

"Wah! Dia keren banget"

"Pengen deh punya pacar kaya dia"

"Pasti yang dapetin pacar kaya dia beruntung banget"

"Idaman banget deh pokoknya" begitulah yang dikatakan orang-orang saat melihat betapa keren nya Tzuyu.

Tzuyu yang merasa tidak nyaman diperhatikan seperti itu oleh orang-orang pun bingung.

"Kenapa mereka pada ngeliatin gue kaya gitu sih?" pikir Tzuyu dalam hati.

Saat Tzuyu berkaca di kaca spion nya, dia berpikir kalau orang-orang membicarakan nya karena rambutnya yang terlihat acak acakan.

"Oh pantesan aja mereka ngeliatin gue, ternyata rambut gue acak-acakan" Kata Tzuyu sambil merapihkan rambutnya.

Namun, waktu Tzuyu sedang merapihkan rambutnya ada seseorang yang menyentuh bahunya dengan lembut dan membisikkan sesuatu membuat Tzuyu sedikit terkejut.

"Tzu" Bisik Sana ke telinganya Tzuyu.

"Astaga, San!" Tzuyu tersentak kaget "Gue kira siapa, ternyata lo" sambungnya sambil mengelus dada.

"Hihi" Sana hanya terkekeh geli melihat Tzuyu terkejut karena nya.

Sana yang melihat rambut Tzuyu sedikit acak-acakan pun berusaha untuk membantu merapihkan nya.

"Sini gue bantu rapihin rambut lo" Tawar Sana.

Tzuyu yang diperlakukan seperti itu hanya bisa memejamkan mata, menikmati perlakuan manisnya Sana. Begitu juga dengan Sana, dia memperhatikan setiap inci dari wajahnya Tzuyu yang membuat nya terpesona.

"Udah selesai, Tzu!" Seru Sana "Keren banget sih calon masa depan gue" sambung nya yang membuat muka Tzuyu memerah.

"Lo juga calon masa depan gue, San" Ucap batin Tzuyu sambil tersenyum manis kepada Sana.

Seolah terhipnotis dengan wajahnya Tzuyu, Sana mulai mendekatkan wajahnya. Tzuyu yang terlihat panik mencoba agak menjauh dan hampir jatuh ke belakang karena hilang keseimbangannya.

"L-lo mau ngapain, San?" Panik Tzuyu.

"Gue cuma ngagumin betapa keren nya lo" jawab Sana.

"Tapi jangan disini, San. Diliatin banyak orang tuh" larang Tzuyu sambil menjauhkan badannya Sana.

Sana mendekatkan bibirnya pada telinganya Tzuyu dan membisikkan sesuatu.

"Terus lo maunya dimana, toilet atau perpustakaan?" Bisik seduktif Sana yang membuat Tzuyu menelan ludahnya.

Tzuyu merinding bukan main, pasalnya dua tempat itu adalah moment ketika mereka berdua melakukan 'sesuatu' yang tidak diketahui oleh orang-orang kecuali Jihyo.

PAINFULTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang