over my dead body

751 86 19
                                        

⚠️TW // MENTION OF DEATH, BLOOD & VIOLENCE⚠️


⊱ ── ❛ 𝙴 𝚃 𝙴 𝚁 𝙽 𝙰 𝙻 ❜ ── ⊰

Waktu berlalu begitu cepat, pagi tadi Naje, ayah Satria dan Haikal sudah saling bermaafan dan mengakui letak kesalahan masing-masing. Sampai kini, dimana hari menjelang sore, ketiganya masih setia duduk dilantai yang beralaskan karpet sambil menceritakan banyak hal

Pemandangan tersebut tentunya membuat hati Wilona menghangat, gadis itu mengabadikan momen kebersamaan tersebut menggunakan salah satu kamera analog milik suaminya dari lantai dua

Satu fakta yang Wilona baru ketahui tentang Naje, selain gemar mengoleksi senjata api, ternyata pemuda itu juga suka mengoleksi berbagai macam kamera, mulai dari kamera analog, action, mirrorless, underwater dan banyak lagi

Setelah mengambil beberapa gambar, Wilona turun membawa nampan berisi kopi. Lagi dan lagi, padahal ia sudah menawarkan minuman lain tapi sepertinya selera ketiga laki-laki dihadapannya ini sama. Kopi

Haikal menyeruput pelan kopi hitam buatan adiknya seraya melirik jam dinding yang menunjukkan pukul setengah enam. Ia terkejut dan sontak menyemburkan kopi panas dari mulutnya hingga mengotori karpet

"AA!!" panik Wilona melihat karpet ivory kesayangannya kotor

"Buset, gue gak sadar udah jam segini. Perasaan baru sepuluh menit dah" pemuda dengan surai coklat gelap itu pun membersihkan baju dan mulutnya menggunakan tisu tanpa memperdulikan ocehan sang adik

Satria ikut melihat jam dinding "Kalau sudah kumpul suka lupa waktu haha. Haikal mau pulang nak? biar sekalian aja" pria awet muda itu menepuk pelan bahu Haikal ikut terkekeh

Disela kegiatan membersihkan bajunya, Haikal mengangguk

"Ini gimana coba bersihin kopi hitam si aa?! mana bau kopi nya nyengat. Di laundry kan gak mungkin, males banget ngegulung karpet sebesar ini. Ya Tuhan Haikal ku jambak sampai botak baru tau rasa" oceh Wilona sambil berusaha membersihkan noda membandel tersebut pakai tisu basah

Naje yang melihat istrinya kesal seperti itu terkikik geli "Sabar. Nanti saya yang antar ke laundry"

Senyuman merekah begitu saja dari wajah kecil Wilona "Nah gitu dong dari tadi"

"Gue pulang dulu. Udah mulai gelap harinya, oi cil maaf ye. Nanti gue beliin es krim deh janji" Haikal mengusap surai pirang milik adiknya dengan penuh kasih sayang

"Bisaan banget ngebujuknya. Ya udah hati-hati jangan ngebut" walau masih kesal tapi Wilona tetap memberikan respon terbaik untuk saudara satu-satunya itu. Karna bagaimana pun hanya Haikal satu-satunya keluarga yang ia miliki saat ini

Haikal ikut tersenyum lebar, lalu izin pamit sekali lagi diikuti oleh Najendra dibelakangnya yang memegang kunci mobil juga

Wilona  memicingkan matanya melihat Naje ikut pergi "Mau kemana?" gadis itu bertanya

"Ke Rakha sebentar. Kamu sendiri dirumah gapapa kan? jangan lupa kunci semua pintu dan jendela, kalau ada apa-apa langsung telpon saya" belum sempat melangkahkan kaki jenjangnya sampai ke pintu utama, pemuda tersebut berbalik lagi melanjutkan ucapannya

"Harusnya saya tidak bilang seperti itu, tapi seperti ini. Kalau ada apa-apa langsung pergi ke ruangan yang ada disebelah kamar kita, kuncinya ada dibawah bantal tidur saya. Saya yakin kamu bisa menggunakan semua barang yang ada disana"

Naje semakin melangkahkan kakinya menjauh setelah mengatakan kalimat tersebut, yang Wilona sendiri tidak mengerti maksudnya. Tapi gadis itu hanya mengangguk-angguk saja, lagi pula ia sudah tau apa isi ruangan yang dibicarakan suaminya barusan

Eternal || WhitoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang