⊱ ── ❛ 𝙴 𝚃 𝙴 𝚁 𝙽 𝙰 𝙻 ❜ ── ⊰
Mini dress off shoulder berwarna hitam terlihat sangat serasi saat dipakaikan ditubuh Wilona, tubuhnya terlihat lebih tinggi dan berbentuk, ditambah high heels dengan warna yang sama
Rambut pirang panjangnya terurai kebelakang memperlihatkan bentuk tulang selangkanya yang tidak kalah indah, ditambah ukiran tatto dibagian sebelahnya
Walaupun memakai heels, tidak membuat gadis itu berjalan lambat. Justru ia berjalan cepat menghampiri mobil pajero hitam milik Jevano yang sudah menunggu
"Lama ya kak?" tanya Wilona setelah memasuki mobil dan duduk tepat disebelah Jevano
Jevano menoleh dan menggeleng, mata elang pemuda tersebut memicing saat melihat tatto ditulang selangka Wilona, sepertinya tatto yang jarang terekspos itu memang menjadi daya tarik utama Wilona
Sepenjang perjalanan hanya terdengar lagu dari ciggaretes after sex yang berjudul falling in love, tidak ada yang memulai percakapan sampai tiba ditempat tujuan
Hotel mewah yang sepertinya sudah disewa untuk merayakan anniversary terlihat ramai dan ada beberapa penjaga didepannya
"can i hold your hand" Pemuda dengan setelan tuxedo hitam putihnya itu mengulurkan tangan besarnya kehadapan Wilona
Wilona tampak ragu, namun pada akhirnya ia mengangguk dan membiarkan Jevano menggenggam tangannya. Hangat, itu yang ia rasakan
"Atas nama?" penjaga yang berdiri didepan pintu masuk itu menanyakan nama Jevano
"Jevano Z. Agatha"
"Silahkan masuk"
Setelah diizinkan masuk barulah kedua manusia itu memasuki hotel seperti sepasang kekasih. Wilona menatap Jevano dari samping "Jevano Z? Z nya apa kak kalau boleh tau?"
Jevano ikut menatap Wilona yang lebih pendek darinya dan tersenyum "Zenola"
Wilona ber oh kecil seraya mengangguk dan kembali menatap kedepan
Rakha yang sibuk melihat para tamu langsung melambaikan tangannya saat Jevano berjalan kearahnya, pemuda berhidung macung itu melotot kaget saat melihat siapa gadis yang bersama sahabatnya
"Buset, Jevano ngapain bawa bini orang njeng" Rakha kabur meninggalkan Jevano dan bersiap melapor ke Naje
"Rakha monyet" ejek Jevano pelan
Wilona menatap kedua pasangan kekasih yang terlihat tengah berbincang dengan para tamu, tak lain dan tak bukan memang adalah Najendra suaminya
"Nah itu yang lagi ngerayain anniv nya, mau kesana?" tanya Jevano
Wilona langsung mengangguk dan menautkan tangannya pada lengan Jevano membuat pemuda itu terkejut, lalu tersenyum kecil melihat tingkah Wilona
"Naje" yang dipanggil menengok, namun tatapannya langsung tertuju pada Wilona yang tiba-tiba ada disini. Keduanya saling menatap sebelum Wilona memutuskan kontak matanya dan memilih mendongak menatap Jevano
Najendra menatap tangan istrinya yang begitu mudahnya bergandengan mesra dengan sahabatnya sendiri, belum lagi pakaian yang dipakai cukup bisa dibilang terbuka
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternal || Whitory
Fanfiction[ON GOING] Kalau kata Raditya Dika "Cinta yang terlalu lama dipendam biasanya jadi penyesalan" mungkin itu yang dirasakan Najendra saat Wilona sudah pergi dari kehidupannya dan dia mulai menyadari perasaan cinta yang ternyata sudah lama ia pendam
