Jangan lupa vote dan komen ya, bantu follow juga....
Buat yang udah dukung terus karya aku makasiii.....
"Bersyukurlah, dan lihatlah ke bawah. Banyak orang di luar sana yang masih banyak menginginkan posisimu."
•••
BRUKK
Suara pecahan terdengar di mana - mana. Luna memeluk tubuh sendiri takut terkena pecahan kaca.
Dirga marah, dia membanting barang - barang yang ada di rumah. Pikirannya kacau, proyeknya yang gagal ditambah anaknya yang terlibat masalah besar membuat emosi dan amarah Dirga tak terkendali.
"PUAS KAMU ALUNA ARRABELLA!! PUAS KAMU BIKIN AYAH MALU!!! PUAS KAMU HANCURIN PROYEK AYAH YANG SUDAH JALAN HAMPIR SETENGAHNYA DAN TERPAKSA HARUS BERHENTI GITU SAJA!!! ASAL KAMU TAU ALUNA AYAH HARUS MENGGANTIKAN DANA UANG PROYEK ITU!!! PIKIR LUNA UANG DARI MANA AYAH DAPAT, KITA INI EKONOMI LAGI SULIT DITAMBAH DENGAN KAMU SEPERTI INI!!! AYAH GAK NGERTI LAGI DENGAN JALAN PIKIR KAMU YANG MAU MENYAKITI LAKI - LAKI HANYA KARENA DIA TIDAK MENYUKAI KAMU"
"Hiks, hiks" Luna hanya bisa menangis.
"BERHENTI MENANGIS ALUNA!! AIR MATA KAMU ITU TIDAK ADA GUNANYA!!!"
"Hiks" Luna menahan isakannya dengan menggigit kuat bibirnya sendiri hingga menimbulkan luka.
"PERGI KAMU DARI RUMAH INI!!! JANGAN PULANG SAMPAI PUKUL 9 MALAM"
Bagaikan disambar petir Luna terkejut mendengar ayahnya berbicara seperti itu. Dirga mengusirnya?
"A-ayah ngusir Luna hiks?"
"Kamu pergi sampai jam 9 malam. Setelah jam 9 malam kamu harus sudah pulang" Dirga tak mengucapkan sepatah kata lagi, dia langsung pergi meninggalkan Luna.
Tubuh Luna melepas, semua orang sudah tidak ada yang mempercayainya. Bahkan ayahnya sendiri mengusir dirinya sementara.
Tak ada pilihan lain, Luna melangkahkan kakinya meninggalkan rumah. Membiarkan pikiran ayahnya tenang sejenak.
Luna bingung tak tau tujuannya sekarang kemana. Yang terpenting dia hanya ingin pergi jauh dari rumah, dia berpikir lebih baik tak usah kembali ke rumah dari pada harus menjadi beban ayahnya.
Saat ini hujan begitu deras menerpa tubuh mungilnya. Seolah ikut merasakan pedihnya air mata Luna.
Pikiran Luna kosong, dia melewati jembatan cukup panjang. Dengan air hujan yang turun begitu lebat membuat dia tak sadar bahwa sudah berada di tengah - tengah jembatan.
Luna melihat sekelilingnya, ia menyadari bahwa dibawahnya ada sungai yang airnya sangat deras karena sedang hujan. Tiba - tiba saja terlintas dipikiran Luna untuk melompat. Ya, bunuh diri.
Untuk apa aku hidup jika hanya menjadi beban orang lain? Hanya itu yang ada dipikiran Luna.
Luna mendekati besi, dia mulai menaiki sebelah kakinya ke arah besi penghalang. Dia memejamkan matanya seolah mengucapkan selamat tinggal pada dunia.
Dalam hitungan ke tiga, Luna akan loncat. Dan sudah pasti dia akan terbawa dengan arus yang sangat kencang.
Satu
Dua
Tig---
Baru bersiap melompat, tubuh Luna ditarik oleh seseorang menjauhi area jembatan. Luna terkejut melihat seorang laki - laki dengan jaket berwarna hitam memeluk tubuhnya.
"LUNA APA YANG LO PIKIRIN! BISA - BISANYA LO BERPIKIR UNTUK BUNUH DIRI" ujar lelaki dengan kencang karena derasnya hujan.
"BUAT APA GUE HIDUP KALO CUMA NYUSAHIN ORANG. LEBIH BAIK GUE MATI KAN? SEMUA ORANG DI DUNIA INI UDAH GAK ADA YANG PEDULI DAN PERCAYA LAGI SAMA GUE, BAHKAN AYAH GUE SENDIRI"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALUNA
Cerita Pendek🚫FOLLOW AUTHOR, DILARANG PLAGIAT🚫 Hidup dengan penuh kekangan dan siksaan adalah bagaikan hidup di dalam penjara. Ini Alunna. Alunna Arrabella, ia harus menerima segala kekangan dan kekerasan dari sang ayah sejak berusia 12 tahun. Tak hanya itu...
