Jaemin akhir ini sering melamun dan kadang tidak fokus. Sudah berkali-kali Winter mendapati Jaemin hanya diam dengan tatapan yang kosong. Ketika sedang mengajar juga Jaemin sedikit diam dan tidak hiper aktif seperti biasa. Winter khawatir dengan perubahan sifat Jaemin. Tidak biasanya Jaemin seperti ini.
Di jalan pulang juga biasanya Jaemin melompat-lompat melewati jalan yang berbatu, namun sekarang ia hanya menyeret-nyeret kakinya.
"Jaem, lo kenapa sih? Sakit?" Tanya Winter.
Jaemin memandang Winter dengan tatapan sendu. Tanpa kata-kata Jaemin langsung memojokan Winter di pohon oleh tubuhnya. Winter memandang Jaemin dengan kaget.
"Jaem, ngapain sih?" Tanya Winter sambil menahan bahu Jaemin.
Dari kejauhan terdengar mahasiswa-mahasiswa lain yang baru selesai proker tengah berjalan juga menuju ke arah mereka. Sepertinya mereka juga akan pulang ke penginapan.
Jaemin segera melepaskan Winter dan berjalan dengan langkah yang dihentak-hentakan seperti anak kecil yang ngambek.
Winter hanya mengernyit melihat tingkah pacarnya itu. Ya memang pacarnya itu aneh, tapi tingkahnya yang sekarang lebih aneh lagi. Ia mengejar Jaemin yang berjalan dengan lesu dengan bibir manyun.
"Tunggu, Jaem." Winter memegang lengan Jaemin.
Jaemin hanya menunduk dengan bibir yang masih cemberut.
"Dari pagi kamu aneh banget. Bilang dong ada apa?" Tanya Winter. "Sakit?"
"Nggak." Jawab Jaemin.
"Berantem sama temen lo?"
"Nggak."
"Lah terus kenapa diem aja?"
"Gue kesel..."
"Karena?"
"Dari kemarin belum aja dapet kesempatan cium lo."
Winter menghentikan langkahnya, "Astaga, Jaem!! Gara-gara itu?" Benar-benar Winter tidak habis pikir. Ada ya orang yang memikirkan ciuman sampai sebegininya?
"Lo kok gitu? Seolah-olah ga penting gitu. Ini ciuman pertama kita gitu loh... lo-hmmpphh!!!"
Winter langsung membungkam mulut Jaemin yang meracau dengan volume stereo. Memangnya perlu membahas ciuman dengan suara yang keras? Kalau teman-teman mereka dengar bisa habis mereka digoda.
"Bisa kecilin suaranya ga sih?" Ucap Winter.
"Lo sebenernya ga mau kan? Lo kemarin cuma asal ngeiyain aja kan?" Ujar Jaemin yang semakin merajuk.
Winter hanya memutar bola matanya. Kepalanya pusing menghadapi Jaemin yang ngambek karena masalah ini. "Udah, Jaem. Diem ga?"
"Ga mau diem gue." Kata Jaemin yang masih ngeyel.
"Maunya apa dong?"
"Maunya dicium~" Jaemin memanyunkan bibirnya ke arah Winter.
Winter menyomot bibir Jaemin dengan tangannya dan mencubitnya.
"Hmmmph! Hmmph!!" Jaemin memberontak tapi apa daya ia tidak bisa berteriak.
"Hadeh, pasangan bucin betingkah lagi." Komentar Haechan yang berjalan melewati mereka sambil membawa alat mandi dan handuk di bahunya.
"Hmmp hm hm!" Jaemin melotot ke arah Haechan tapi mulutnya masih ditutup oleh Winter.
Haechan hanya tertawa jail, "Makanya nurut jadi pacar, jangan aneh-aneh... diraup dah tuh bibir. Jeding-jeding dah lo." Lalu ia berlari sebelum Jaemin sempat melakukan apa-apa.

KAMU SEDANG MEMBACA
KKN, I'm in Love
Hayran KurguKisah para mahasiswa Universitas SM yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di suatu desa terpencil. Dimana Winter dipertemukan dengan sesosok laki-laki yang mungkin saja menjadi jodohnya. Bukan KKN di Desa Penari karena genrenya bukan horro...