¹¹: About The Past

188 36 3
                                        

Itu semua bermula saat Langit dan teman-temannya baru memasuki kelas sepuluh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Itu semua bermula saat Langit dan teman-temannya baru memasuki kelas sepuluh. Hari itu, adalah hari kepindahan mereka ke SMA Nusantara Pura 1. Semua orang berdecak kagum saat melihat ke-20 orang itu berjalan masuk ke dalam gedung sekolah.

Saat pertama kali masuk, mereka semua berada di dalam kelas yang sama. Sengaja. Semua itu dilakukan agar mereka semakin dekat dan mengenal satu sama lain. Baru saat kenaikan kelas 11, mereka dipisah.

Setelah seminggu Langit dan teman-temannya masuk, pada siang itulah Langit bertemu dengan cinta pertamanya. Kala itu, Langit sedang jam pelajaran olahraga. Karena kehausan, Langit meminta izin kepada guru untuk pergi ke kelasnya dan mengambil minuman.

Sekalian punya Laut juga.

Kembarannya itu memang sudah menyusahkan sejak dulu. Jadi jangan heran.

Saat melewati koridor, seseorang tiba-tiba menarik tangan Langit. Membawanya bersembunyi di balik tembok.

Langit mengernyit heran, "lo siap-"

"Shut! Diem dulu. Gue lagi dikejar orang" bisiknya sambil membekap mulut Langit. Langit menatap aneh cewek itu, kenapa dia jadi ikut keseret masalah cewek yang gak dikenalnya ini?

Kepala cewek itu menyembul sedikit, bernafas lega saat melihat orang yang mengejarnya sudah pergi. Cewek itu menoleh menatap Langit, tersenyum lebar. "Lo anak baru ya?"

"Ya" balas Langit singkat, hendak pergi meninggalkan cewek itu. Tapi cewek itu dengan cepat langsung berdiri dihadapan Langit sambil merentangkan tangannya, menghalangi jalan cowok itu.

Langit menatap cewek di depannya ini dengan aneh. Siapa sih? Ganggu banget perasaan. Kenal juga enggak, kan.

"Kenalin, gue Sany. 10 IPA 2. Salam kenal, nama lo siapa? Gue sering liat lo bareng temen-temen lo yang lain, kalian kece-kece by the way" ucapnya sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

"Langit, dan ya makasih atas pujiannya" balas Langit sambil menjabat tangan Sany sebentar, setelah itu langsung menarik tangannya kembali. Sany mengangguk paham, "pasti berat ya, harus latihan gitu. Apalagi waktu itu masih SMP, kan?" Tanyanya.

Langit menatap Sany tajam, darimana cewek itu tau? Apa jangan-jangan dia mata-mata lagi?

"Lo siapa?" Tanya Langit, keningnya berkerut. Dia harus waspada, karena bisa jadi disini banyak musuh. Sany tertawa, menatap Langit dengan mata legam miliknya.

"Gue anak tentara yang ngelatih kalian, asal lo tau, gue sering ngeliat kalian latihan karena gue dulu selalu ikut Ayah gue. Mungkin kalian gak sadar" kekehnya. Langit mendengus, ya mana sadar? Mereka semua harus fokus latihan, mana peduli soal yang lain.

"Langit! Ngapain sih anjir ngambil minum aja lama banget?" Teriakan Arsa terdengar, cowok itu bergegas menghampiri Langit yang tengah berbincang dengan Sany. "Yaelah, malah pacaran disini. Buruan balik ke lapangan. Dicariin yang lain juga"

Crown' Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang