⁰²: Gadis 'A'

380 48 9
                                        

Tau apa yang paling membuat sebal anak-anak cewek di seluruh kelas? Ya, karena kebisingan para cowok-cowok di kelas mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tau apa yang paling membuat sebal anak-anak cewek di seluruh kelas? Ya, karena kebisingan para cowok-cowok di kelas mereka. Entah itu ada yang ribut main game lah, nyanyi-nyanyi gak jelas sambil tepok meja, dan sebagainya.

Orang kan mau tidur jadi gak bisa.

Kayak sekarang ini nih, suasana kelas XII IPS 1 sedang ramai karena anak-anak kelas mereka sendiri. Terutama anak cowoknya, ngerusuh. Yang anak-anak cewek pada mau istirahat jadi gak bisa.

Ada sembilan anggota Black Eagle yang masuk di kelas XII IPS 1 ini. Jadi mereka semua gak sekelas, mencar. Dan Langit menempati kelas IPS 1, bersama Laut, Arsa, Kenzie, Liona, Heo, Havel, Mava, dan Verrel.

Pada siang ini, guru yang akan mengajarkan mereka pelajaran Sejarah sedang berhalangan hadir. Tentu saja itu membuat semua anak kelas langsung heboh. Padahal mereka sudah tingkat akhir, yang sebentar lagi akan menghadapi ujian.

"Bacot bener anak kelas lo" keluh Heo pada Mava. Mava mendengus, "anak kelas lo juga nih! Udah diem deh, gue sibuk" kemudian gadis itu kembali berkutat dengan ponselnya. Entah sedang apa.

"Ngutak-atik apalagi lo kali ini?" Tanya Heo penasaran, cowok itu meninggalkan buku pelajaran yang sedang dibacanya. Kini fokusnya teralihkan pada Mava yang sibuk dengan ponsel dan jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Bangke bener ini orang, bisa-bisanya dia nyuri uang di bank besar. Gue langsung disuruh ngelacak ini sama Kenan, padahal gue niatnya kan mau tidur" keluh cewek berambut sebahu itu.

Heo hanya ber-'oh' ria. Kirain apaan, Heo kalau jadi Mava palingan matanya udah jadi merah gara-gara berkutat didepan komputer terus. Tapi kayaknya Kenan, Byan, sama Mava enjoy aja tuh jadi bagian IT. Heo jadi penasaran rasanya gimana, tapi enggak deh. Nanti matanya beneran sakit.

Langit tak peduli sama sekali dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh anak-anak kelasnya, matanya masih fokus membaca buku Sejarah dan tangannya sibuk menulis rangkuman. Langit termasuk murid paling pintar di sekolahnya, selalu menjadi ranking 1 kelas. Bahkan pararel.

"Eh, liat deh si adek lucu banget" ucap Laut sambil menampilkan foto seorang anak kecil berusia 5 tahunan pada kembarannya. Itu adik terakhir mereka, cewek.

Langit tersenyum, "Mama ngirim?" Laut mengangguk semangat, kembali menatap foto adiknya yang begitu menggemaskan. Biasanya kalau udah pulang kerumah, mereka bakal nyari adik bungsu mereka terus mereka mainin sampai puas. Yang berakhir kena omelan Mama mereka sih.

"Lo mau ke markas habis ini?" Tanya Laut sambil menatap Langit. Cowok itu menganggukkan kepalanya, "iya. Bentar doang kok, cuma mau ngambil kado buat si adek"

"Gue ikut" Langit menganggukkan kepalanya lagi. Sekarang Laut jadi ikutan belajar bareng kembarannya itu, sesekali minta dijelasin karena banyak yang gak dipahami sama cowok bernama lengkap Laut Ezero Arclan itu.

Tak terasa, bel pulang sekolah telah berbunyi. Semua murid langsung berbondong-bondong keluar dari kelas masing-masing, dan bergegas menuju ke parkiran.

Crown' Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang