Pagi yang indah matahari bersinar terang menyinari dunia, tapi tidak dengan dua anak adam yang terlihat ugal-ugalan di jalan raya.
Al yang sudah tidak sabar berteriak kepada temannya, Dion. "Cepat, nyet! Motor lo lama amat, woy! Pak, tunggu kami jangan tutup dulu gerbangnya. cepat, Di!" teriak Al di telinga Dion seperti orang gila.
Dion yang kesal dengan Al yang sedari tadi berteriak kepadanya. "Sabar, anjing! Lo macam gak tau aja sih entong nih udah butut!" teriak Dion tak kalah keras suaranya dari Al sampai mereka terlihat seperti anjing dan babi yang tengah beradu mulut.
"Lagian kita terlambatkan gara-gara lo, jadi nggak usah protes, babi! Gue jual juga lo ke tante-tante biar kena meki lo!" kesal Dion lalu melajukan motor bututnya walau tidak bisa dikatakan cepat karena hanya 60/km kecepatannya.
"Dih! Gue nggak suka meki gue suka kon**l kekar, panjang, besar dan berurat. Pasti mantap tuh masuk kelobang gue yang sempit nih, nanti ah ah ah ah! Daddy,Daddy, Al mau crot, apalagi nanti gue ngak dikasih crot kan gue tersiksa tuh itu yang gue suka ahh!" Al berkata tepat di telinga Dion yang membuat Dion geli.
"Diam lo, anjing! Pagi-pagi lo udah kotor, anjing! gue capek ngadepin lo, Al. Sumpah deh, lo tuh terlalu binal!" maki, Dion dengan terus melajukan motornya.
"Gara-gara lo kita terlambat, gue mager banget nanti dihukum. Kita bolos aja yuk, cari makanan gimana? Nanti gue deh yang pergi ke pasarnya beli ayam," saran Dion ke Al.
Al nampak berpikir sejenak sebelum menerima usulan Dion. "Gue sih mau, tapi gue kan anak baik-baik, masak cabut, kan itu gak baik tuh. mendingan kita ke pasar beli ayam makannya di rumah lo, kalo di rumah gue, gue malas nanti dapur gue kebakaran, lagi hahahaha!" Gelak tawa Al dengan memukul punggung Dion.
Al mengungkit saat mereka hampir membakar rumah Al beberapa waktu lalu, itu membuat Dion kesal ditambah lagi Al yang terus tertawa dengan memukuli punggungnya. "itukan lo yang salah, babi! udah disuruh masukan garam lo masukan baking soda, ya meledak, anjing!"
"Ya ... kan gue mana tau kalau itu baking soda," sahut Al tak mau disalahkan.
Dion malas berdebat dengan anak anjing seperti Al, ia pun memutar balik motornya menuju ke arah pasar. "Udah, lo sini aja Al. gue bentar beli ayamnya." Dion memarkirkan motornya
"Is! gue takut nanti gue diculik sama om-om buncit gimana? udah kon**l ya kecil, nggak bisa buat gue puas lagi," rengek Al bagaikan anak kecil yang tak ingin ditinggal oleh ibunya.
Dion merasa jengkel mendengar perkataan Al, pasalnya penjual ayamnya berada tak jauh dari tempat mereka parkir. Dion turun dan memesan ayam, tidak dihiraukannya ucapan Al yang sedari tadi membahas kon..l om-om.
"Pak, ayamnya bagian dada 1 ya," ucap serentak Dion dan seseorang di sampingnya.
"Eh, maaf Pak, saya yang lebih dulu di sini sebelum om-om ini, jadi saya pesan ayam dada 1, Pak. cepat Pak, saya sibuk nih!" Dion memaksa si penjual untuk melayaninya terlebih dahulu.
"Maaf Dek, tapi Bapak ini yang terlebih dulu memesan dan ayamnya tinggal satu bagian dada ini udah punya Bapak itu. maaf ya Dek, kalau mau ada yang bagian lain kok, Dek," ujar si penjual ayam kepada Dion sambil memotong-motong ayam yang dipesan orang asing itu.
Kevin langsung melihat anak di sampingnya yang memanggilnya dengan om, anak itu cukup manis menurut Kevin. "dia manggil gue om? gila, sih orang ganteng macam gue dibilang om-om sama bocah SMA. gue tandain lo, cil," ujar Kevin dalam hati.
"Gak bisa gitu cil, gue kan yang beli duluan, mending lo beli di tempat lain aja deh, atau lo pilih paha tuh kan enak juga".
"Cil cil cil, bagus banget lo bilang gue kecil. gue udah besar ya, enak banget lo bilang gue kecil, gue udah SMA lo bilang gue cil? gue gantung lo macam mainan kunci!" kesal Dion dengan raut wajah kesalnya.
Al yang melihat itu langsung menghampiri Dion dan mengajaknya untuk pergi. "udah yok kita pulang aja, gue udah gak pengen makan ayam kok," bujuk Al agar Dion tidak tambah emosi, "untung gue ada di sini kalok nggak hancur nih pasar," ucap Al dalam hati.
Dion lupa bahwa dia bersama Al, ia pun mengikuti Al yang menariknya menuju ke parkiran.
Dion tidak tahu bahwa itu adalah petaka bagi dia ke depan nya.
Ada senyuman aneh di wajah pria itu. "akhir ya aku dapat mainan baru ...."
bersambung.....
ok jangan lupa like ya
kalok ada kata yg salah mohon di maaf kan authornya juga manusia
KAMU SEDANG MEMBACA
DIRGA BXB (on going)
Storie d'amoreDirga Alexander Al,cowo yang kerap di panggil Al. Cowo yang memiliki paras rupawan,paras yang banyak di idamkan para kaum top, dan membuat banyak para kaum hawa iri. Langit Putra Semesta,CEO ternama yang gadang-gadang memiliki wajah rupawan, yang...
