Bab I. Pernikahan yang hampa

2.2K 174 0
                                    

"Apa kau akan pergi untuk memenuhi undangan pesta ulang tahun Jaemin? Dia berpesan jauh-jauh hari agar kau datang ke pestanya"

Pria yang sedang duduk tenang sambil makan sarapan paginya sama sekali tak menjawab. Dia memilih bungkam dengan wajah dingin dan tak bersahabat.

Karina menghela nafas, sudah biasa baginya menghadapi sikap Jeno yang seperti itu. Dia sudah tak lagi merasakan sakit hati ataupun tersinggung di abaikan pria itu berkali-kali. Sudah terlalu biasa baginya.

Sejak mereka menikah lima tahun lalu, tidak ada yang berubah. Jeno masih tertutup dan tak menerima pernikahan mereka. Pria itu tak pernah melakukan sesuatu yang membuat Karina jengkel dengan sikapnya yang menyebalkan hanya saja pria itu sangat dingin. Tak pernah memperdulikannya sama sekali, tapi dia tetap  bersikap hormat kepada orangtuanya, mengambil hati mereka hingga mendapatkan julukan menantu idaman yang baik, bertanggung jawab penuh atas kebutuhan finansial ya selama ini dan juga melakukan kewajibanya atas Pekerjaan dan hal lain.

Bagi publik kehidupan mereka terlihat sangat sempurna, dua pewaris tahta kerajaan bisnis menikah dan keduanya memiliki tampang rupawan yang mempesona. Keduanya memiliki pencapaian luar biasa dalam sepak terjang karirnya. Dan mereka menjadi gambaran pasangan bahagia yang benar-benar cocok dari keturunan sendok mas.

Tetapi di balik itu semua mereka tidak lebih dari pasangan yang tak sejalan.

Jeno terlalu sibuk mengurus perusahaan dan sama sekali tak menaruh perhatian pada Karina sedikitpun.

Pria itu terlalu menunjukkan dengan jelas bahwa ia semata-mata menikah karena terpaksa. Memenuhi perjodohan politik bisnis keluarga.

Sama seperti Jeno, sebenarnya Karina juga menikah karena terpaksa. Perbedaannya dari awal dia tak begitu keberatan karena baginya Jeno adalah pria berintegritas. Tidak akan rugi baginya menikah dengan Jeno. Pria itu mempesona dengan tampangnya yang setampan tokoh mitologi Yunani kuno dengan otak cerdas dan ambisius. Dia pekerja keras, terbukti dengan pencapaiannya selama ini setelah mendapat kepercayaan memegang induk perusahaan keluarganya.

Hal yang membuat Karina kesal dan kepalanya selalu di penuhi dengan berbagai pertanyaan adalah hanya tentang bagaimana bisa dalam waktu pernikahan mereka yang terbilang cukup lama Jeno masih konsisten mendiamkannya.

Apa yang kurang dari dirinya?

Kenapa ia tak mampu menarik dan menyentuh hati pria itu?

Dia cantik, pintar, elegan dan mempunyai segudang pencapaian. Banyak sekali pria yang rela bertekuk lutut untuknya.

Dia juga di juluki Dewi saking cantiknya. Tapi Jeno tak pernah memandangnya.

Karina tahu betul Jeno juga adalah pria yang normal. Dia masih menyukai wanita.

Pada beberapa kesempatan mereka telah tidur bersama dan melakukan sex. Tetapi tak memperbaiki hubungan mereka.

Mereka sepasang suami istri yang terlihat seperti sedang perang dingin. Setidaknya begitu pendapat para pelayan yang tau mereka sehari-hari. Tak ada percakapan hangat yang harusnya mereka dengar, ataupun canda tawa.

Padahal mereka adalah pasangan yang terbilang masih cukup muda. Namun mereka memiliki penghalang besar yang membatasi. Bahkan keduanya tidak sekamar.

Berita tentang keharmonisan hubungan mereka yang termuat dalam kolom surat kabar adalah kebohongan.

Rumah mereka dingin.

Jeno menutup acara sarapan paginya dengan minum air putih.

Pria itu kemudian berdiri dan salah satu pelayanan pribadinya mendekat untuk membantu memasangkan jas di tubuhnya. Pelayan itu menunduk hormat setelah menyelesaikan pekerjaannya.

Sin And Madness [NoHyuck]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang