"Asisten Jeno melapor kepadaku"
Kata Karina dengan wajah menyeringai, dia melirik winter yang sedang duduk di tepi kolam renang sambil meminum jus. Wanita itu memakai kacamata hitam untuk melindungi matanya dari sinar matahari yang cukup terik pada siang itu.Mereka berdua sedang bersantai. Tidak ada pekerjaan yang dapat mereka lakukan.
"Apa katanya?" Tanya Winter penasaran. Dia menatap mata Karina dari balik kacamata hitamnya.
"Jeno akan menyewa detektif swasta dan melakukan pencarian. Dia pasti melakukan apapun untuk mendapatkan kembali pelacur kecilnya" Jawab Karina diselingi kekehan geli yang keluar dari mulutnya. wanita itu merenggangkan tubuhnya sebagai pemanasan. Dia sudah memakai baju renang dan sebentar lagi wanita itu akan berenang di kolam renang pribadinya.
Mendengar hal itu Winter mengangkat kacamatanya dan menghela nafas, ia meletakan gelas jus disisinya. "Lalu apa yang akan kau lakukan? Cepat atau lambat pasti Jeno tau" peringatnya.
"Dia akan sangat murka selingkuhannya di culik. Maafkan aku, tapi Jeno sangat mencintai si lemah itu"
"Tidak semudah itu. Aku juga sudah memperhitungkan semuanya" Jawab Karina penuh dengan percaya diri.
"Dia tak akan berani menyakiti ku, kecuali dia ingin perang bersama keluargaku dan bisnisnya hancur" lanjutnya.
"Aku ingin melihat Jeno tersiksa dan menderita karena kehilangan kekasihnya itu" lanjutnya lagi dengan tajam. Wajahnya menyeringai.
"Hati-hati, jangan main-main dengan pria gila" ucap winter asal. Padahal dia sendiri juga terlibat. "Aku tak percaya mengkhianati sepupu ku sendiri" lanjutnya pelan.
"Aku suka permainan. Dan aku pastikan akan menang" ujar Karina angkuh. Persis seperti suaminya.
Mereka memang sangat cocok, andai saling mencintai.Winter tak akan ambil pusing, dia akan ikut permainan di pihak Karina dan bersenang-senang dengan hal itu.
Mengambil apa yang paling menguntungkannya. Meskipun hati kecilnya tak bisa tenang.
"Akan sangat lucu dia pulang ke rumahnya tapi dia tak tahu kekasih yang dia cari ternyata dikurung disana hahahaha"
Karina selesai dengan pemanasannya, kemudian wanita itu melompat ke kolam renang dengan gaya anggunnya.
Winter memejamkan matanya sejenak karena wajahnya terkena cipratan air.
Tubuh Karina yang ramping melesat dan meliuk di dalam air dengan sangat indah, seperti putri duyung dalam film fantasi.
Wanita cantik itu.....
Siapa yang akan menyangka memiliki pikiran licik?
Publik terlalu menganggapnya sempurna.
Padahal dia adalah monster.
Monster yang di balut kecantikan dan keanggunan.
***
Sementara itu di sisi lainnya, Jeno tengah menatap asisten rumah tangganya lamat-lamat. Penuh dengan emosi yang bercampur aduk.
Kemudian dengan suara yang di buat setenang mungkin ia memerintah asistennya.
"Katakan semuanya pada orang ini, dia adalah detektif"
"Ya tuan" jawab asisten itu gugup, sangat terintimidasi dengan tatapan Jeno dan juga auranya. Dia merasa telah menggali kuburannya sendiri karena telah terjebak dengan rencana Karina.
Tetapi dia merasa tak memiliki pilihan, karena selain menjanjikan uang, Karina juga mengancamnya.
Namun tetap saja, keputusannya untuk menghianati Jeno adalah kesalahan lebih besar. Jeno tidak akan membiarkan ini terjadi begitu saja. Dia tak akan menyerah untuk mendapatkan kebenaran. Pria itu pasti melakukan berbagai cara dan dia akan segera mendapatkan hukumannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sin And Madness [NoHyuck]
RomanceSelama pernikahannya dengan Karina, Jeno tak pernah merasa bahagia. Ikatan pernikahan itu tidak lebih hanya pernikahan diatas kertas yang menyatukan dua keluarga pebisnis besar hanya untuk sebuah reputasi. Jeno tak menginginkan semua itu, tetapi per...