Bab III. Perasaan Yang Masih Sama

1.5K 149 3
                                    

Ini adalah sebuah hal gila, Donghyuck sepenuhnya menyadari hal itu.

Dia menerima tawaran Renjun sebagai pembawa acara di pesta ulang tahun suaminya, yang notabenenya, keluarga besar Jaemin adalah keluarga yang dulu pernah mengancam dirinya dan juga menyiksa keluarganya.

Berbagai penghinan dan penganiayaan telah keluarga itu lakukan terhadap dirinya karena berani menjalin hubungan dengan pewaris utama kerajaan bisnis keluarga Jung tersebut. Yang tak lain adalah Jeno.

Jeno telah di buat mabuk oleh Donghyuck. Dan keluarganya tak menerima hal itu.

Apalagi tau mereka terlibat hubungan asmara yang cukup intens.

Dulu, Jaemin bahkan ikut bersaing dan berlomba untuk mendapatkan hatinya.

Karena ketidaksukaan keluargaa Jeno ia mendesak Donghyuck untuk meninggalkan Negaranya juga membawa berita palsu yang menyakiti hatinya. Mengatakan bahwa Jeno sebenarnya hanya ingin kesenangan bersama Donghyuck bukan mencintainya dengan tulus. Juga memberikan bukti-bukti palsu bahwa Jeno puas bermain-main dengannya. Bagi Jeno Donghyuck hanya pria polos yang bodoh. Dan cintanya hanya untuk Karina calon istrinya.

Donghyuck benar-benar termakan hal itu. Hingga ia memutuskan mengalah pergi daripada terus menerus di ganggu dan di katai sebagai pelacur pribadi Jeno yang menyedihkan.

Dia juga perlu menjaga mentalnya dan menjaga dirinya dari serangan keluarga itu.

Apalagi bukan main. Keluarga itu telah memblacklis dirinya dari beberapa sektor dan  bidang pekerjaan baik perusahaan mereka maupun rekan perusahaan. Hingga ia mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan.

Dan tak menyangka ada dalam posisi seperti ini seumur hidupnya.

Kembali pada saat ini, Donghyuck sudah siap dan hendak naik keatas panggung, ketika Winter tiba-tiba mencoba menghentikan aksinya dengan datang mencekal lengannya.

"Astaga, Yatuhan! Donghyuck" Ucapnya dengan nada tak percaya.

"Kau kesini? Bisa-bisanya?? Apa kau pembawa acaranya?" Tanya Winter dengan wajah penuh tanya sambil menyentuh lengan Donghyuck untuk memastikan.

Jika tadi siang dia terkejut bertemu dengan Donghyuck, kali ini dia lebih dari sekedar shock.

Donghyuck mengangguk pelan, "ya, pasti keluarga mu tak akan menyukai hal itu"

"Kejutan" lanjutnya dengan nada Jenaka.

"Kau berani muncul? Lebih parah, bagaimana kalo terjadi sesuatu yang buruk kepadamu? Setelah apa yang terjadi di masa lalu kau tak takut?  Renjun tau kan jika kau memiliki konflik dengan keluarga ini? Kenapa dia mengundang mu? Jeno akan menggila. Dia sudah seperti robot sejak kau meninggalkanya. Dan tiba-tiba kau muncul kembali. Jika kau tetap melanjutkan maka  hal itu hanya mengundang keributan!" Kata winter panjang lebar. Wanita itu bermula mengintip ke ruangan khusus yang disediakan untuk pengisi acara pesta. Dan tak menyangka akan mendapati Donghyuck disana.

"Tolong koreksi, aku tak pernah meninggalkannya"

"Baiklah terserah" kata winter.

Donghyuck menghela nafasnya, dia sudah mempertimbangkan semuanya baik-baik. Keluarga Jung tak akan berani melakukan apapun kepadanya saat melihatnya nanti terlebih orang tua Jeno, ya setidaknya sampai pesta selesai.

"Kau tidak merindukan ku? Setelah lima tahun berlalu?" Tanya Donghyuck iseng.

Winter tersenyum masam. "Kau bodoh"

Renjun memang sengaja mengundang Donghyuck, dia tau Donghyuck di benci keluarga ini dan pria itu tak bisa menolak permintaannya. Dan hanya Donghyuck yang bisa membuat keluarga besar ini terguncang.

Sin And Madness [NoHyuck]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang