Jeno pulang dengan wajah berseri,tak sabar untuk menemui Donghyuck dan menghadiahinya dengan ciuman dan pelukan.
Sebelumnya dia mampir ke toko kue untuk memberikan kekasihnya kejutan, dan permintaan maaf karena pulang telat. Donghyuck menyukai makanan manis. Jadi pria itu akan luluh dengan mudah.
Tetapi alih-alih mendapatkan kebahagiaan. Dia sangat terkejut mendapati rumahnya yang berantakan dan asisten rumah tangganya yang terikat di kursi. Mulutnya di bekap oleh lakban hitam.
Senyumnya seketika langsung luntur digantikan ekspresi tegang, dia berlari ke kamarnya, mencari keberadaan Donghyuck.
Dia pikir mungkin ada seorang pencuri atau penyusup kerumahnya, dan hal itu membuatnya sangat khawatir.
Pria itu juga memanggil-manggil kekasihnya dan nihil, tak ada jawaban.
Rahang Jeno mengeras dengan urat yang tercetak jelas.
Kemudian dia mendapati secarik kertas kusut dengan tulisan tangan yang mirip dengan tulisan Donghyuck kertas itu bertuliskan permintaan maaf Donghyuck dan mengatakan bahwa pria manis itu pergi keluar Negeri. Dia mengatakan bahwa dia tak mencintai Jeno dan hanya sedang bermain-main.
Dia meminta Jeno melupakannya karena Donghyuck tak ingin lagi kembali kepada pelukan pria itu .
Jeno memucat, Donghyuck tak mungkin melakukan hal itu. Apalagi sampai berani mengacak-acak rumah dan mengikat asisten rumah tangganya.
Mereka berhubungan baik dan saling mencintai.
Jeno tak percaya, tetapi sudut hatinya merasa hancur dan sakit.
Jeno kemudian turun ke lantai satu dengan terburu-buru untuk membuka ikatan dan juga lakban yang masih menempel di mulut asisten rumah tangganya, kemudian menuntutnya untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi.
Asisten rumah tangga itu menangis sejadi-jadinya.
"Tuan Donghyuck mencuri barang-barang berharga tuan hiks, dia kemudian mengikat saya dan pergi membawa koper besar" asisten rumah tangganya berbohong dengan lancar dan membuat Jeno dengan mudah percaya. Karena penthousenya memiliki sistem keamanan yang ketat dan tak sembarang orang bisa masuk ke wilayah itu.
Besar kemungkinannya untuk Donghyuck kabur.
Tetapi pria itu masih belum terima dengan kenyataan itu, dia berniat mengecek cctv dan marah saat tau cctv di penthousenya ternyata sudah lama tidak aktif.
Dengan emosi yang tak stabil Jeno menelpon Sungchaan sebagai tangan kanannya, dia tahu kali ini dia tak akan bisa mengontrol dirinya sendiri dengan baik.
"Halo Sungchaan, aku dalam masalah. Donghyuck, dia kabur dari penthouse dan aku tak tau apakah dia masih di negara ini atau dimana" Kata Jeno langsung pada inti begitu sambungan telepon terhubung dengan sang sekertaris.
"Carikan cara atau minta bantuan detektif paling mahal dan paling terpercaya di negara ini untuk menemukan Donghyuck dengan cepat. Aku ingin mendapatkan Donghyuck kembali dalam keadaan selamat" Ucapnya penuh penekanan.
Jeno melirik asisten rumah tangganya dengan mata berkilat penuh emosi, tanpa memperdulikan keadaan sang asisten. Dia tak bisa berpikir apapun selain khawatir dengan Donghyuck.
"Seharusnya kau melawan Donghyuck, dia adalah pria lemah!" Bentaknya marah.
"Seseorang akan datang kesini untuk menyelidiki kuharap kau mengatakan semua padanya" Kata Jeno dengan suara melembut.
Dia melempar kue yang masih dia pegang ke sembarang arah. Dan langsung pergi ke kamarnya untuk mandi dengan air dingin. Menenangkan pikirannya yang kacau dan hancur.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sin And Madness [NoHyuck]
RomantizmSelama pernikahannya dengan Karina, Jeno tak pernah merasa bahagia. Ikatan pernikahan itu tidak lebih hanya pernikahan diatas kertas yang menyatukan dua keluarga pebisnis besar hanya untuk sebuah reputasi. Jeno tak menginginkan semua itu, tetapi per...