01. [vol.1] Sebuah Nama

77 11 7
                                    

.

.

Seekor kucing putih berlari menghampirinya tepat setelah daun pintu itu terbuka. Seolah memang sudah menunggu kehadiran pemuda disana sejak lama, kucing menggemaskan itu pun lantas mengeong manja padanya.

"Sejak kapan Bin lu melihara kucing?"

Tanya Bobby yang memang saat itu datang bersama Hanbin -dan dua orang teman lainnya, ke apartemen pemuda itu -berniat untuk membahas tugas kuliah mereka bersama-sama.

"Tiga hari yang lalu"

Jawab Hanbin singkat sambil membungkukan badan agar ia dapat menjangkau kepala kucing peliharaannya tersebut.

"Adopsi dimana? gue juga mau deh"

Kali ini Donghyuk yang bertanya.

"Dih pengenan aja lu jadi orang"

Sergah Yunhyeong yang berdiri disampingnya.

"Gak dari mana-mana sih. Kucing ini dateng sendiri ke depan pintu apartemen gue hari itu"

"Barangkali kucing peliharaan orang ya, nyasar, terus gak bisa pulang"

"Mungkin, tapi sampai hari ini belum ada tuh laporan soal kehilangan kucing di daerah sekitar sini. Jadi gue masih rawat dia untuk sementara, soalnya kasian kalo dibiarin keliaran sendirian diluar"

"Kucing mahal nih kayanya, kalo gak ada yang nyariin lu jual aja Bin hehe"

Ucap Bobby lagi sambil ikut membungkuk, berniat untuk mengelus kepala kucing tersebut seperti apa yang Hanbin lakukan.

~sshhh...

Kucing putih yang awalnya terlihat manis itu tiba-tiba saja berubah menjadi sangat agresif ketika Bobby mengulurkan tangannya.

"-eh kok galak banget sih sama om?!"

"Ya gimana gak galak, orang muka lu ngeremin gitu!"

Tawa Yunhyeong pecah saat itu juga.

"-coba sini sama om ganteng, pasti mau"

~sshhh...

Sekali lagi, kucing itu menggeram, membuat Bobby tertawa bergantian melihat Yunhyeong yang juga mendapat penolakan.

"Hewan itu pada dasarnya punya insting yang kuat buat bedain mana orang yang jahat sama orang yang baik"

Tunjuk Donghyuk kepada Bobby dan Yunhyeong secara bergantian ketika pemuda itu menyebutkan kata orang yang jahat, lalu bergantian menunjuk dirinya sendiri ketika ia menyebutkan kata orang yang baik.

"-dia ini betina ya Bin?"

Hanbin hanya mengangguk.

"-sini cantik, om gendong"

Kucing itu memang tak lagi menggeram seperti sebelumnya, namun ia langsung lari dan bersembunyi dibalik punggung Hanbin.

"Udah-udah! Kasian kucing gue ntar stress"

Bobby dan Yunhyeong hanya menahan tawanya ketika melihat wajah Donghyuk yang putus asa.

"-dia ini cuma nurut sama gue doang"

Ketiga temannya itu mendecih setelah mendengar pengakuan Hanbin.

"-gak percaya lu semua? nih liat ya!"

Hanbin mengelus puncak kepala kucing tersebut, lalu kemudian mulai mengangkat tubuh gempal itu kedalam gendongannya.

Dan benar saja, kucing betina itu pun tidak memberikan perlawanan sama sekali. Bahkan ketika Hanbin mencium pipinya sebanyak dua kali, kucing itu justru mengeong kesenangan.

FROM ANOTHER COSMOS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang